Feature

Pesan Ketua Aisyiyah Bunder Asri: Didik Anak dengan Budaya, Alam, dan Kasih Sayang

37
×

Pesan Ketua Aisyiyah Bunder Asri: Didik Anak dengan Budaya, Alam, dan Kasih Sayang

Sebarkan artikel ini
Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Bunder Asri Kembangan Dra.Muyasyaroh, M.Si. saat memberikan sambutan di acara Semarak HUT Ke-80 RI di KB-TK Aisyiyah 42 GBA, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 23 Agustus 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Aula KB-TK Aisyiyah 42 GBA gegap gempita dalam semarak kemerdekaan. Di balik keriangan itu, Ketua PRA Bunder Asri berpesan: merdeka harus diwujudkan lewat cita-cita, belajar, dan kepedulian pada sesama.

Tagar.co – Suasana Aula KB-TK Aisyiyah 42 Griya Bunder Asri (GBA), Gresik, Sabtu (23/8/2025), berubah menjadi lautan merah putih. Ratusan siswa bersama wali murid larut dalam riuh gembira acara Semarak HUT ke-80 Republik Indonesia. Keceriaan semakin lengkap dengan pembagian hadiah jalan sehat dan lomba yel-yel semangat antar kelas.

Di tengah suasana itu, Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bunder Asri-Kembangan, Dra. Muyasyaroh, M.Si., naik ke panggung dengan balutan busana bernuansa merah putih. Sambutannya yang penuh makna mengalir seperti wejangan seorang ibu kepada keluarga besarnya.

Merdeka Bukan Sekadar Bebas

Sebelum memulai, ia melontarkan sebuah pertanyaan retoris: “Apa itu kemerdekaan?”

Menurutnya, merdeka tidak berhenti pada terbebasnya bangsa dari penjajahan. Merdeka sejati justru ditunjukkan dengan kegigihan dan semangat belajar sepanjang hayat.

Baca juga: Bazar Iwama Hidupkan Semangat Kemerdekaan di KB-TK Aisyiyah 42 GBA

Baca Juga:  Sebelum Bel Itu Benar-Benar Berbunyi

“Mengisi kemerdekaan bukan dengan bersantai-santai, nongkrong di kafe, atau bersenang-senang semata. Manusia merdeka adalah mereka yang punya cita-cita dan gigih meningkatkan kualitas diri,” tegasnya.

Suasana Semarak HUT Ke-80 RI di KB-TK Aisyiyah 42 GBA, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 23 Agustus 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Pesan untuk Orang Tua

Muyasyaroh kemudian menekankan pentingnya peran orang tua. Ia mengingatkan agar para wali murid tetap mendampingi putra-putrinya dalam belajar, tanpa memandang status sosial.

Masio wes sugih (meskipun sudah kaya), tetap harus semangat belajar untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia merinci tiga pesan penting untuk para orang tua dalam mengisi kemerdekaan:

  1. Menjaga identitas budaya. Orang Jawa, misalnya, harus terus menanamkan tata krama kepada anak-anaknya.

  2. Cinta alam. Anak-anak perlu diajarkan untuk mencintai lingkungan sekitar, mulai dari hal kecil seperti merawat tanaman.

  3. Kasih sayang kepada sesama manusia. Bentuk konkretnya adalah menjaga silaturahmi, sebagaimana yang tercermin dalam kegiatan hari itu.

Harapan untuk Generasi Muda

Muyasyaroh juga menitipkan harapan kepada para siswa KB-TK Aisyiyah 42 GBA agar kelak tumbuh menjadi generasi berprestasi, inovatif, dan berkemajuan sebagaimana cita-cita Muhammadiyah.

Baca Juga:  “Menjahit Kembali Mimpi yang Terbelah”, Karya Nadhirotul Mawaddah Juara I Lomba Cerpen JSIT

“Masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda. Mari kita bangun bangsa ini dengan hal-hal kecil, misalnya mengajarkan anak-anak menyayangi tanaman di sekitar rumah, sejalan dengan amanah pemerintah untuk kembali ke desa,” pesannya.

Di penghujung sambutannya, ia menegaskan kembali bahwa kemerdekaan harus dihargai dengan tekad memperbaiki bangsa, bukan hanya dengan kesenangan sesaat.

“Jangan hanya bersenang-senang. Isilah dengan cita-cita yang kuat untuk memperbaiki bangsa Indonesia,” ujarnya. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni