Feature

Gerakan Numerasi Nasional Diluncurkan, Abdul Mu’ti: Akar Ilmu Pengetahuan

49
×

Gerakan Numerasi Nasional Diluncurkan, Abdul Mu’ti: Akar Ilmu Pengetahuan

Sebarkan artikel ini
Abdul Mu’ti dalam Peluncuran Gerakan Numerasi Nasional di Jakarta Selasa (19/8/25)

Peluncuran Gerakan Numerasi Nasional (GNN) menandai komitmen baru pemerintah memperkuat budaya numerasi. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut numerasi sebagai akar dari seluruh ilmu pengetahuan.

Tagar.co – Suasana di SD Negeri Meruya Selatan 04 Pagi, Jakarta, Selasa pagi (19/8/25) itu terasa berbeda. Puluhan siswa, guru, dan tamu undangan berkumpul menyaksikan peluncuran Gerakan Numerasi Nasional (GNN) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dengan tema “Mahir Numerasi, Majukan Negeri”, gerakan ini menandai langkah baru pemerintah untuk memperkuat budaya numerasi sebagai fondasi daya saing bangsa di era global.

Numerasi sebagai Akar Ilmu Pengetahuan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya anak-anak Indonesia mencintai Matematika dan numerasi, tidak sekadar sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

“Jika diibaratkan pohon, numerasi merupakan akar dari berbagai ilmu, berbagai disiplin dalam kehidupan kita sehari-hari. Kalau akar itu kuat maka batang dan rantingnya akan kuat karena hampir semua bidang ilmu memerlukan Matematika dan keterampilan numerasi,” ujarnya saat memberi sambutan.

Baca Juga:  Revitalisasi 1.390 Sekolah di Jatim, Terbesar secara Nasional

Baca juga: Kemendikdasmen Libatkan 70 Mitra Pendidikan, Perkuat Program Prioritas Nasional

Abdul Mu’ti melanjutkan, numerasi adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap individu. “Numerasi itu penting, dan numerasi adalah bagian dari kemahiran, bagian dari kemampuan yang menjadi sarana kita agar kemampuan anak-anak kita di bidang ilmu-ilmu yang lain juga dapat ditingkatkan dengan Matematika sebagai ilmu alatnya dengan numerasi sebagai fondasinya,” tegasnya.

Ia berharap GNN menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi Indonesia yang kuat. “Saya berharap ini menjadi bagian dari gerakan bersama membangun budaya numerasi sebagai bagian dari membangun generasi Indonesia yang kuat, generasi Indonesia yang hebat,” tuturnya.

Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen bangsa, terutama guru dan orang tua.

“Ini harus menjadi gerakan, bukan program biasa. Gerakan ini harus betul-betul didukung oleh berbagai pihak, terutama guru-guru dan orang tua. Kami di Komisi X DPR RI tentunya sangat mendukung gerakan ini. Turut ingin menyosialisasikan, sehingga setiap anak Indonesia saat ini akan terbiasa berpikir kritis dan analitis,” ujarnya.

Baca Juga:  Mendikdasmen Menyalakan Optimisme dari Masjid Agung Ruhama Takengon
Suasana Peluncuran Gerakan Numerasi Nasional di  SD Negeri Meruya Selatan 04 Pagi, Jakarta, Selasa pagi (19/8/25)

Inisiatif strategis dan partisipasi semesta

Sementara itu, Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani, menyoroti bahwa GNN adalah upaya strategis untuk memastikan semua anak Indonesia terbebas dari ketertinggalan belajar.

“Gerakan ini sengaja dirancang agar bersumber dari akar rumput dan melibatkan partisipasi semesta untuk memastikan capaian yang berkelanjutan dan inklusif,” jelasnya.

Nunuk menambahkan, GNN diharapkan dapat menumbuhkan budaya berpikir kritis, logis, dan analitis di seluruh lapisan masyarakat. “Ini merupakan tugas bersama dalam memastikan semua anak Indonesia Merdeka dari ketertinggalan belajar dan akses pendidikan yang terbatas, agar mereka dapat tumbuh jadi generasi yang berkontribusi pada negara,” katanya.

Peluncuran GNN tidak hanya berhenti pada seremoni. Acara ini juga diikuti dengan Pembukaan Bimbingan Teknis Calon Fasilitator Nasional Matematika Gembira serta peresmian Taman Numerasi di 16 provinsi, 156 sekolah, dan 13 desa secara simbolis. Tahap awal ini diharapkan akan terus meluas pada waktu mendatang.

Dengan lahirnya Gerakan Numerasi Nasional, Kemendikdasmen ingin memastikan bahwa numerasi benar-benar menjadi budaya bangsa, bukan sekadar keterampilan akademik. Harapannya, anak-anak Indonesia tidak hanya mahir berhitung, tetapi juga mampu berpikir kritis, logis, dan analitis — bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan. (#)

Baca Juga:  Kemendikdasmen Luncurkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif, 1.500 Guru Ditargetkan Jadi GPK

Penyunting Mohammad Nurfatoni