Feature

Ketua PWNA Jatim Apresiasi Bukti Cinta Kader NA Gresik

69
×

Ketua PWNA Jatim Apresiasi Bukti Cinta Kader NA Gresik

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik menggelar Musykerda. Kader NA didorong berjuang di ranah publik dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Desi Ratna Sari, S.H., Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur sambutan di pembukaan Musykerda. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik menggelar Musykerda. Kader NA didorong berjuang di ranah publik dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Tagar.co – Desi Ratna Sari, S.H., Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur, hadir sebagai tamu undangan Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) PDNA Gresik. Saat sambutan, Desi menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat juang PDNA Gresik dalam mempersiapkan Musykerda.

“Ini merupakan bukti cinta Yunda semua terhadap NA,” ujar Desi pada Musykerda bertema “Perempuan Muda Progresif Memperkuat Gerakan Membangun Peradaban” itu. Kader Nasyiah dari tingkat cabang maupun ranting se-kabupaten Gresik yang hadir sebagai peserta menyaksikannya di Grand Ballroom lantai 2 Hotel Horison GKB Gresik, Sabtu, 26 Juli 2025.

Menurut Desi, inilah wujud nyata PDNA Gresik yang tidak hanya maju dalam gerakan dakwah, tetapi juga strategis dalam berpikir untuk kemajuan organisasi. Ia menekankan, Musykerda menjadi momen penting untuk mengevaluasi, mengonsolidasikan, dan merancang program-program strategis untuk dua tahun ke depan.

Ia juga berharap agar kepemimpinan PDNA Gresik yang akan datang dapat meneruskan perjuangan yang sudah ada. “Semoga mendapatkan kemudahan dalam menjalankan amanah dan bisa melanjutkan di periode mendatang,” imbuhnya.

Baca Juga:  Di Hotel Horison, IPM Spemdalas Belajar Menjadi Kader Kreatif, Kolaboratif, dan Berkemajuan

Kekompakan dan kolaborasi yang terjalin sejak awal kepengurusan, Desi yakin, menjadi modal utama untuk bersinergi dengan Persyarikatan Muhammadiyah dan pemerintah.

Desi Ratna Sari, S.H., Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur sambutan di pembukaan Musykerda. (Tagar.co/Amalia Nur Fitria)

Isu Perempuan dan Anak

Desi Ratna Sari melanjutkan, dalam menjalankan program, NA Gresik harus tetap memperhatikan isu-isu strategis, terutama yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Selain itu, wanita asli Lamongan ini mendorong para kader untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Di bidang digital terus digaungkan agar NA dikenal masyarakat umum,” katanya.

Ia kemudian mengutip Surat Asy-Syura. Artinya, “Dan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka.”

Di hadapan 82 peserta, Desi menegaskan, keputusan terbaik lahir dari proses diskusi terbuka. Bukan dari ego atau kepentingan pribadi. Hal ini sejalan dengan nilai musyawarah yang organisasi NA junjung tinggi selama ini.

Selain fokus pada isu internal, Musykerda juga ramai dengan berbagai bazar dari para kader Nasyiah. Desi melihat hal ini sebagai penyemangat untuk memaksimalkan potensi yang ada, tentunya dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: PDNA Gresik Perkuat Akar, Lebarkan Sayap Gerakan Progresif

Baca Juga:  Merawat Autentisitas di Dunia Kerja: Strategi Zam Zam Amanah bersama Biro Gemilang Consulting

Nasyiah  Peduli Lingkungan

Pada momen milad NA, Desi mengumumkan peluncuran program Ecogreen Nasyiah. Program ini merupakan komitmen para kader untuk menjadi pengusaha yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kami sudah berkomitmen tetap bisa menjadi pengusaha tapi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Desi meyakini, di Gresik, konsep ini sudah tidak asing lagi. Ia menyebutkan kader dari Gresik sudah terpilih menjadi salah satu yang terbaik di ajang Duta Green Nasyiah yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah. “Ada Yunda Norma juga, kader NA Gresik,” ujarnya.

Ia berharap hal ini menjadi penyemangat, tidak hanya dalam kegiatan NA yang dihadiri banyak kader dengan prinsip zero waste, tetapi juga dalam seluruh rangkaian kegiatan kader Nasyiah untuk menjaga bumi.

Sebagai penutup, Desi Ratna Sari mengajak seluruh kader untuk menjadikan Musykerda sebagai ruang penguatan ruh gerakan dan menyalakan bara api perjuangan. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena NA Gresik menjadi tiga besar dengan jumlah kader terbanyak di Jawa Timur.

“Mari kita saling menularkan kebaikan dan praktik baik di luar NA kabupaten Gresik, karena NA adalah rumah bagi kader perubahan,” pungkasnya. (#)

Baca Juga:  Tradisi Literasi Menggema, Peserta Kajian Ramadan PWM Jatim Terima Buku Sejarah

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni