
Kemendukbangga menggandeng Lazismu membedah dua rumah tak layak huni milik keluarga berisiko stunting di Kabupaten Bandung. Kolaborasi ini jadi wujud nyata mencegah stunting lewat perbaikan lingkungan hidup.
Tagar.co – Upaya menurunkan angka stunting tak hanya dilakukan lewat edukasi dan perbaikan gizi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas tempat tinggal.
Itulah yang dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dengan menggandeng Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) dalam program bedah rumah bagi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Bandung.
Selepas menggelar agenda Retreat dan Jambore di Ciwidey pada 10–12 Juli 2025, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji mengunjungi langsung dua rumah tidak layak huni yang menjadi target program. Salah satunya berada di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, tempat yang menjadi lokasi kunjungannya bersama tim BKKBN dan Lazismu.
Baca juga: Lazismu 23 Tahun: Menjembatani Harapan, Meluaskan Kemaslahatan
Kunjungan itu bukan sekadar seremonial. Wihaji ingin memastikan bahwa rumah yang akan dibedah benar-benar dihuni oleh keluarga yang tergolong berisiko stunting. “Kenaikan prevalensi stunting di Jawa Barat sangat menentukan pada kenaikan stunting secara nasional, begitu pun sebaliknya,” tegasnya.
Menurutnya, Jawa Barat adalah kekuatan utama dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah menempuh berbagai cara, termasuk kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah konkret adalah asesmen terhadap dua kepala keluarga sebagai sampel intervensi, termasuk perbaikan gizi dan lingkungan tempat tinggal.
Kali ini, Kemendukbangga menggandeng Lazismu untuk membedah dua rumah yang berada di RT 02 RW 06 Desa Alamendah dan RT 02 RW 01 Desa Patengan, keduanya di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.
Kolaborasi ini disambut baik oleh Lazismu. Dalam pernyataannya usai penyerahan bantuan secara simbolis di Kantor Lazismu Pusat pada 13 Juli 2025, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Ardi Luthfi Kautsar menegaskan pentingnya kondisi rumah yang layak dalam pencegahan stunting.
“Kondisi rumah yang kumuh sangat berpengaruh pada peningkatan stunting, mulai dari tempat tidur hingga kamar mandi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Lazismu menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk masing-masing rumah, bersumber dari dana zakat yang dikelola lembaganya. “Oleh karena itu, peran serta Lazismu untuk ikut berkontribusi pada prinsipnya bertujuan memberikan nilai manfaat kepada keluarga yang membutuhkan lewat pembangunan kedua rumah itu,” tandasnya.
Dana tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik—dimulai dengan merobohkan bangunan lama, kemudian membangun kembali rumah yang lebih layak. Proses pengerjaan akan dilakukan secara kolaboratif bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Bandung.
Program bedah rumah ini menjadi bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, yang bertujuan tidak hanya memperbaiki kondisi gizi, tetapi juga memastikan keluarga berisiko hidup dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bermartabat. (#)
Jurnalis Soleh Penyunting Mohammad Nurfatoni












