Feature

Pemprov DKI Luncurkan Program Kick Off Pendampingan Komunitas Pembelajar

36
×

Pemprov DKI Luncurkan Program Kick Off Pendampingan Komunitas Pembelajar

Sebarkan artikel ini
Kepala BPSDM Dra. Maria Qibtiyah, M.Si. dalam peluncurkan program Kick Off Pendampingan Komunitas (Tagar.co/Istimewa)

Kick Off Komunitas Pembelajar bukan sekadar agenda teknis. Ini langkah membangun ekosistem birokrasi yang berbasis kolaborasi, inovasi, dan budaya berbagi pengetahuan—menuju Jakarta sebagai organisasi pembelajar.

Tagar.co – Suasana lantai 6 Gedung Teknis Abdul Muis milik Pemprov DKI Jakarta tampak berbeda pada Jumat pagi, 11 Juli 2025. Ruang pertemuan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) itu menjadi titik awal lahirnya sebuah semangat baru: Jakarta sebagai organisasi pembelajar.

BPSDM secara resmi meluncurkan program Kick Off Pendampingan Komunitas Pembelajar (Community of Practice/CoP) bagi seluruh Perangkat Daerah. Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kepala BPSDM Dra. Maria Qibtiyah, M.Si.; Kepala Pusdatin Andhika Karuniawan Ananda, SE., M.M.’ para widyaiswara, pendamping CoP dari SKPD, hingga tim konsultan dari PT Multi Area Desentralisasi Pembangunan (Madep).

Baca juga: BPSDM DKI Jakarta Satukan Persepsi Konsultan Pendampingan Komunitas Pembelajar

Dalam sambutannya, Maria Qibtiyah menekankan pentingnya integrasi manajemen pengetahuan ke dalam budaya kerja birokrasi. “Implementasi manajemen pengetahuan kini menjadi bagian dari perjanjian kinerja eselon II yang ditandatangani pada Juni 2025,” ujarnya.

Baca Juga:  Arsitektur Ilmu di Balik 1453: Bagaimana Al-Fatih Dibentuk oleh Kurikulum Pengetahuan dan Adab

Menurut Maria, target yang ingin dicapai mencakup tiga hal penting: pelaksanaan CoP sesuai agenda Perangkat Daerah, penghasilan aset pengetahuan yang diunggah di Portal Knowledge Management (KM), dan pemanfaatan aset pengetahuan oleh minimal 50 persen pegawai di setiap instansi. Ketiganya diharapkan berjalan efektif mulai triwulan kedua hingga keempat tahun ini.

“Widyaiswara diharapkan menjadi penghubung antara tim konsultan dan Perangkat Daerah,” kata Maria, menegaskan peran sentral mereka sebagai pendamping dan fasilitator proses belajar.

Tak hanya pendampingan, tim konsultan juga akan menilai performa CoP berdasarkan sejumlah indikator. Di akhir tahun, CoP terbaik akan mendapat penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan pemacu semangat.

“Saya berharap CoP tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban, tetapi juga menjadi budaya berbagi yang berkelanjutan, mendorong inovasi, dan menjadikan Jakarta sebagai organisasi pembelajar menuju visi kota global,” lanjut Maria.

Sementara itu, Kepala Pusdatin Andhika Karuniawan Ananda memaparkan strategi pendampingan yang telah dirancang serta sejumlah capaian awal yang menunjukkan tren positif. “Kami melihat perkembangan yang signifikan dari persentase pencapaian CoP yang telah berjalan,” jelasnya.

Baca Juga:  Resiliensi Al-Fatih: Ketika Disiplin dan Visi Menaklukkan Konstantinopel

Perwakilan PT Madep, Teguh Handoko, turut menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih atas kepercayaan BPSDM. Kami berharap sinergi ini dapat memajukan manajemen pengetahuan di seluruh CoP SKPD,” katanya. Ia juga memperkenalkan tim konsultan yang dikomandoi oleh Syaifulloh sebagai Principle Consultant, didampingi oleh Didik Purwandanu, Yosi Srianita, Deni Casmadi, dan M. Fikri.

Syaifulloh, dalam pemaparannya, menjelaskan kerangka kerja yang akan digunakan selama proses pendampingan hingga Desember 2025. Mulai dari latar belakang program, output yang diharapkan, kurikulum, hingga modul strategi pendampingan. Semua disiapkan untuk mengakselerasi budaya berbagi dan pembelajaran di tubuh birokrasi Jakarta.

Kick Off ini bukan sekadar seremoni pembuka. Ia menjadi langkah awal yang penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang sistematis dan kolaboratif di Pemprov DKI Jakarta—menuju birokrasi yang bukan hanya melayani, tetapi juga terus belajar dan berinovasi. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni