Feature

Membanggakan! Mahasiswa Umla Tembus 10 Besar Pilmapres Jatim 2025

35
×

Membanggakan! Mahasiswa Umla Tembus 10 Besar Pilmapres Jatim 2025

Sebarkan artikel ini
Junita Sari Ismail

Junita Sari Ismail, mahasiswa Manajemen Umla, lolos 10 besar Pilmapres Wilayah VII Jatim lewat gagasan “Gendang”—promosi digital batik Sendangduwur. Ia jadi satu-satunya wakil Lamongan yang melaju ke final ajang bergengsi ini.

Tagar.co Di balik ketekunan dan semangat yang tak kenal lelah, nama Junita Sari Ismail kini menjadi perbincangan hangat di kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla). Mahasiswa semester empat Program Studi Manajemen ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menembus 10 besar ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat wilayah yang diselenggarakan oleh LL Dikti Wilayah VII Jawa Timur.

Ajang bergengsi ini berlangsung pada 8–10 Juli 2025 di Kantor LL Dikti VII Surabaya. Dari total 60 peserta yang mendaftar, hanya 10 finalis yang berhasil melaju ke babak akhir—dan Junita adalah salah satunya.

Baca juga: Umlah Masuk Top 20 Nasional PTMA dan Terbaik Se-Jawa Timur Barat dalam Pendanaan PKM 2025

Sebelum melangkah ke tingkat wilayah, Junita telah lebih dulu mengukir prestasi dengan meraih harapan 1 dalam Pilmapres tingkat nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) 2025. Kini, perjuangannya berlanjut di arena yang lebih luas, membawa semangat dan nama baik Umla.

Pada seleksi awal, peserta dinilai berdasarkan portofolio capaian unggulan, gagasan kreatif, serta kemampuan presentasi dalam bahasa Inggris melalui video. Di babak final, para finalis akan diuji lewat Leaderless Group Discussion (LGD) dan presentasi langsung di hadapan dewan juri.

Junita tampil percaya diri dengan gagasan kreatif bertajuk Gendang (Generasi Batik Sendangduwur), sebuah inisiatif yang mendorong promosi digital bagi batik khas Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran.

Ide ini lahir dari keprihatinannya atas keterbatasan pengrajin lokal dalam memanfaatkan media digital untuk memasarkan produk mereka. Lewat Gendang, Junita ingin membuka ruang baru bagi batik lokal agar lebih dikenal, bahkan menembus pasar global.

“Semoga Junita dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik Umla di tingkat wilayah maupun nasional. Kami selalu mendukung penuh seluruh prosesnya,” ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, H. Alifin, SKM., M.Kes., Selasa (8/7/25) yang sejak awal memberi dukungan penuh terhadap keikutsertaan Junita.

Tak hanya dari pimpinan kampus, dukungan juga datang dari tim dosen pembimbing: Dian Nur Afifah, S.Si.T., M.Kes.; Dias Tiara, M.Pd.; Naajihah Maafrudloh, M.Pd.; dan Fifi Hakimi, M.Pd. Bagi mereka, keberhasilan Junita adalah buah dari proses panjang pembinaan dan pendampingan intensif.

“Lolosnya perwakilan dari Umla ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan mahasiswa di kampus kami. Apalagi Junita menjadi satu-satunya wakil dari Lamongan. Semoga ini bisa memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi,” ungkap Dias Tiara.

Pilmapres bukan sekadar ajang unjuk kemampuan akademik, tetapi juga ruang aktualisasi ide, kepemimpinan, dan kontribusi sosial. Bagi Junita, ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal langkah besar untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat melalui gagasan dan aksi nyata.

Umla sendiri berkomitmen untuk terus mencetak mahasiswa berprestasi. Dukungan terhadap Junita menjadi simbol semangat kolektif kampus dalam mendorong generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan solutif terhadap persoalan di sekitarnya. (#)

Jurnalis Rohmat Penyunting Mohammad Nurfatoni