Feature

Naikkan Omzet tanpa Iklan Mahal, Ini Strategi dari Pelatihan Sumu di Solo

42
×

Naikkan Omzet tanpa Iklan Mahal, Ini Strategi dari Pelatihan Sumu di Solo

Sebarkan artikel ini
Ghufron Mustaqim menyampaikan materi

Pelaku UMKM Solo antusias mengikuti pelatihan digital marketing yang digelar MEK PDM Solo dan Sumu. Mengusung sistem afiliasi, pelatihan ini membuka jalan baru bagi pengusaha Muhammadiyah untuk naik kelas tanpa bergantung pada iklan berbayar.

Tagar.co — Suasana Balai Muhammadiyah Surakarta pada Ahad, 22 Juni 2025, tampak semarak. Ratusan pelaku usaha kecil dan menengah berkumpul, antusias mengikuti pelatihan bertajuk “Naik Omzet 10x dengan Sistem Affiliate”. Kegiatan ini digelar oleh Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo bekerja sama dengan Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu).

Dua pembicara utama hadir untuk membagikan ilmu dan pengalamannya. Ghufron Mustaqim, Sekretaris Jenderal SUMU, dan Rachma Dani, pendiri Warisan Snack Indonesia, menyajikan strategi digital marketing terkini, khususnya pemanfaatan sistem afiliasi yang tengah naik daun.

Baca juga: Sumu Banyumas Dorong Pengusaha Muda Rambah AI untuk Bisnis Berkah

Ketua PDM Solo, Syamsudin, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia secara khusus menyebutkan nama Ghufron Mustaqim yang dianggap mampu menginspirasi peserta dengan materi yang aplikatif.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada mentor dari Serikat Usaha Muhammadiyah, Mas Ghufron, atas materi, arahan, dan harapan yang sangat dibutuhkan oleh para pengusaha Muhammadiyah,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Syamsudin menegaskan, MEK PDM Solo berkomitmen mendampingi para pelaku usaha agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, sejalan dengan amanat Muktamar Muhammadiyah di Makassar.

Komitmen itu juga disampaikan Ketua MEK Solo, Aji Syaikurahman. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari rangkaian pendampingan terhadap pengusaha Muhammadiyah, yang didukung tim solid dan jejaring luas.

“Kami memiliki grup Muamalah Warga Muhammadiyah sebagai wadah kolaborasi. Kami berharap semakin banyak yang bergabung untuk berikhtiar bersama dalam mencari rezeki yang halal dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Dilarang Inferior

Dalam sesi materi, Ghufron Mustaqim menekankan pentingnya pola pikir visioner bagi pengusaha Muhammadiyah. Menurutnya, pengusaha berkemajuan harus mampu membaca dinamika global dan meninggalkan mentalitas inferior.

“Menjadi pengusaha Muhammadiyah bukan sekadar mencari untung, tapi juga memberi dampak. Usaha kita harus membangun manfaat untuk sekitar,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Arif Wibowo, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini mengusung pendekatan yang lebih kekinian. Tak hanya membahas iklan Facebook dan Google seperti sebelumnya, peserta juga diajak memahami strategi di platform e-commerce baru, seperti TikTok, serta sistem afiliasi.

“Ini pendekatan yang lebih segar. Sistem afiliasi bisa memperluas jangkauan promosi tanpa biaya besar,” jelas Arif.

Sebanyak 150 peserta dari berbagai latar belakang pelaku UMKM di Solo turut hadir dalam pelatihan ini. Harapannya, pelatihan ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi batu loncatan untuk naik kelas dan bersaing di pasar digital yang semakin dinamis. (#)

Jurnalis Soleh Penyunting Mohammad Nurfatoni