Feature

Indeks Desa Diungkap di Kanigoro

27
×

Indeks Desa Diungkap di Kanigoro

Sebarkan artikel ini

 

Indeks desa menjadi cara ukur kemajuan desa dilihat dari tingkat pembangunan, ketahanan sosial, ekonomi, dan infrastruktur.
Camat Kanigoro, Aan Ernawanto, tengah, menjelaskan Indeks Desa di pendapa kecamatan. (Tagar.co/Agus Fawaid)

Indeks desa menjadi cara ukur kemajuan desa dilihat dari tingkat pembangunan, ketahanan sosial, ekonomi, dan infrastruktur.

Tagar.co – Suasana Pendapa Kantor Kecamatan Kanigoro di Jalan Kota Baru Nomor 17, Kabupaten Blitar, tampak dipenuhi para kepala desa sekecamatan, Rabu (25/6/2025).

Hari itu acara penyampaian informasi mengenai Indeks Desa terbaru. Acara dipimpin Camat Kanigoro, Aan Ernawanto, SE., MM.

Aan menjelaskan tentang perkembangan pengukuran kemajuan desa melalui Indeks Desa (ID) yang merupakan pembaruan dari Indeks Desa Membangun (IDM) sebelumnya.

“Sekarang namanya Indeks Desa atau ID. Ada beberapa tingkatan desa yaitu berkembang, maju, dan mandiri. Mandiri yang paling tinggi,” ujar Aan.

Menurutnya, dari 12 wilayah di Kecamatan Kanigoro yang terdiri dari 10 desa dan 2 kelurahan, sudah banyak yang masuk dalam kategori mandiri. Namun, masih ada beberapa desa yang berada di kategori maju.

“Ada sedikit desa yang masih maju. Mohon untuk bisa meningkat menjadi mandiri semua. Jadi desa yang masih maju, usahakan untuk segera menjadi mandiri,” tambahnya.

Baca Juga:  Khotbah di Masjid At-Taqwa Hasan Ungkap Definisi Jenius Sesungguhnya

Acara tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh kepala desa dari

  1. Kelurahan Kanigoro
  2. Desa Jatinom
  3. Desa Sawentar
  4. Kelurahan Satreyan
  5. Desa Minggirsari
  6. Desa Papungan
  7. Desa Gogodeso
  8. Desa Banggle
  9. Desa Gaprang
  10. Desa Karangsono
  11. Desa Tlogo
  12. Desa Kuningan

Mereka tampak menyimak arahan yang disampaikan oleh camat. Indeks Desa (ID) merupakan pembaruan dari Indeks Desa Membangun (IDM) yang digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu desa.

Pengukuran ID dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi berdasarkan sejumlah indikator yang dikategorikan dalam tiga komponen utama, yaitu:

  1. Indeks Ketahanan Sosial. Meliputi indikator pendidikan, kesehatan, modal sosial, dan partisipasi masyarakat.
  2. Indeks Ketahanan Ekonomi. Menilai tingkat kesejahteraan, kesempatan kerja, akses ekonomi, dan daya beli masyarakat desa.
  3. Indeks Ketahanan Lingkungan dan Infrastruktur. Menyangkut ketersediaan infrastruktur dasar seperti air bersih, jalan, listrik, dan pengelolaan lingkungan.

Dari penggabungan ketiga komponen tersebut, desa diklasifikasikan dalam beberapa status: berkembang, maju, dan mandiri.

Desa mandiri adalah desa yang memiliki nilai indeks tertinggi, mencerminkan tingkat pembangunan yang baik serta ketahanan sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang kuat.

Baca Juga:  Ngopi sambil Sinkronisasi Odskop dan Simkopdes, KDMP Blitar Perkuat Transparansi

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Kanigoro mampu bergerak bersama menuju status mandiri, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan. (#)

Jurnalis Agus Fawaid  Penyunting Sugeng Purwanto