Telaah

Menjaga Kesucian Rumah, Meneladani Sunah Rasul dalam Kehidupan Sehari-hari

59
×

Menjaga Kesucian Rumah, Meneladani Sunah Rasul dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebarkan artikel ini
Nasihat untuk para bunda Aisyiyah untuk menjaga keluarga dengan akhlak Rasul, mulai dari wewangian pria hingga pentingnya mandi junub sebelum tidur.
Nur Hasanah (Tagar.co/Istimewa)

Nasihat untuk para bunda Aisyiyah dalam menjaga keluarga dengan akhlak Rasul, mulai dari wewangian hingga pentingnya janabah sebelum tidur.

Oleh Nur Hasanah, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sukodono, Sidoarjo.

Tagar.co — Para bunda Aisyiyah yang mulia, sebagai seorang lbu yang menyandang predikat muslimah, mari kita berupaya sekuat tenaga untuk menjaga keluarga kita, suami dan anak-anak kita, berakhlak seperti Rasulullahﷺ baik dalam berkomunikasi maupun beramal saleh sehari-hari.

Untuk beramal shalih sehari-hari, mari kita perhatikan, pertama, suami dan anak-anak lelaki kita dalam penggunaan parfum. Jangan sampai mereka menggunakan parfum wanita, karena itu melanggar syariah.

Kita ingatkan mereka agar tidak menggunakan parfum wanita. Sebab kebiasaan menggunakan parfum wanita bisa mengarah ke penyimpangan orentasi seksual, seperti LBGT.

Kedua, kebiasaan selesai berhubungan suami-istri. Mari kita usahakan semaksimal mungkin untuk langsung mandi junub jika selesai berhubungan intim.

Jangan langsung tidur atau makan dan minum selesai berhubungan intim sebelum mandi junub. Kalau masih malas mandi junub, minimal usahakan berwudlu dulu sebelum makan dan minum.

Baca Juga:  Pengukuhan Iswara dan Wisuda SWA di Blitar Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Selesai makan dan minum usahakan mandi sebelum tidur. Kalau kita langsung tidur setelah berhubungan intim maka malaikat pembawa rahmat tidak mau mendekati dan atau masuk rumah kita selama kita belum mandi junub

Rasulullah ﷺ bersabda :

ثلاثة لا تقربهم الملائكة جيفة الكافر والمتضمخ بالخلوق والجنب إلا أن يتوضأ

“Ada tiga golongan yang malaikat tidak mau mendekati mereka; (1) bangkai orang kafir, (2) lelaki yang menggunakan wewangian wanita, (3) orang yang junub hingga dia berwudhu.” (HR. Abu Dawud 4180). Menurut Syaikh Nashir hadis ini setatusnya hasan lighoiri.

Berlambat-lambat Mandi Junub

Malaikat apa yang tidak mau mendekat? Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menyatakan, yang dimaksud dengan malaikat yang tidak mau mendekat dalam hadits ini adalah malaikat pembawa rahmat dan kebaikan. Bukan malaikat penjaga, sebab malaikat penjaga terus-menerus menyertai seseorang.

Sementara sebagian ulama mengatakan, ini tertuju pada orang yang menunda-nunda mandi tanpa uzur. Atau kepada orang yang ada uzur untuk mandi tapi mampu berwudhu namun ia enggan berwudhu.

Baca Juga:  Aisyiyah Krian Siapkan Pemimpin Adaptif Hadapi Tantangan Zaman

Ulama lain mengatakan, ini berlaku pada orang yang berlambat-lambat mandi junub karena menyepelekan atau malas sehingga jadi kebiasaannya (baca Shahih At-Targhiib, I/184).

Sedang Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang rumah yang di dalamnya ada orang yang junub, tidak dimasuki malaikat bagaimana keshahihan haditsnya?

Syaikh Usaimin menjawab, haditsnya shahih. Sesungguhnya malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada orang yang junub. Namun sepantasnya seseorang ketika dalam kondisi junub bersegera mandi janabah terlebih dahulu ketika hendak tidur. Karena Rasulullah saw ketika ditanya:

أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهْوَ جُنُبٌ قَالَ « نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ »

“Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangkan ia dalam keadaan junub?” Beliau menjawab, “Iya, jika salah seorang di antara kalian junub, hendaklah ia berwudhu lalu tidur.” (HR. Bukhari no. 287 dan Muslim no. 306).

Wallahu a’lam. (#)

Penyunting Darul Setiawan.