FeatureUtama

Kehadiran Pejabat Selangor Warnai Kurban PCIM Malaysia, Puji Kemandirian Muhammadiyah

50
×

Kehadiran Pejabat Selangor Warnai Kurban PCIM Malaysia, Puji Kemandirian Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Setiausaha Politik Menteri Besar Selangor, YB Encik A. Rahim bin Kasdi (keempat dari kiri) di acara kurban PCIM Malaysia

Setiausaha Politik Menteri Besar Selangor, YB Encik A. Rahim bin Kasdi, hadir dalam acara kurban PCIM Malaysia di Batu Caves. Ia memuji kemandirian Muhammadiyah dan perannya dalam dakwah yang bebas dari politik praktis.

Tagar.co – Sabtu siang yang semula hanya diramaikan oleh kesibukan panitia kurban, mendadak menjadi lebih istimewa. Bukan hanya karena 11 ekor sapi dan 16 ekor kambing yang disembelih sebagai bentuk ibadah Iduladha oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, tetapi juga karena kehadiran tamu tak terduga: Setiausaha Politik Menteri Besar Selangor, YB Encik A. Rahim bin Kasdi.

Acara penyembelihan kurban digelar di kandang Penternakan Berkat Farm, Jalan BP 10, Taman Bukit Permata, Batu Caves, Selangor, pada Sabtu (7/6/2025). Sejak pagi, suasana penuh semangat sudah terasa di lokasi. Warga Muhammadiyah dari berbagai penjuru Malaysia berdatangan untuk menyaksikan langsung proses ibadah kurban yang menjadi agenda rutin PCIM Malaysia setiap tahunnya.

Tepat pukul 12.00 siang, Encik A. Rahim tiba di lokasi. Kehadirannya disambut hangat oleh Ketua Panitia Ibadah Kurban, Muntamakhin; Penasihat PCIM Malaysia Sonny Zulhuda; Wakil Ketua Darsun Safuan; Sekretaris Ahmad Fathomi; Bendahara Sulton Kamal; serta jajaran pimpinan lainnya.

Baca Juga:  Pelatihan Video Editing MPI PCIM Malaysia Disambut Antusias Peserta

“Saya sudah mengenali Muhammadiyah dan kagum akan kemandirian organisasi Muhammadiyah,” ujar Encik A. Rahim dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa dirinya sangat menghargai posisi Muhammadiyah sebagai organisasi massa yang mandiri, tidak terikat politik praktis, sehingga kerja dakwah, pendidikan, dan sosialnya dapat berjalan secara murni dan konsisten.

Terkait posisi komunitas migran Indonesia di Negeri Selangor, Encik A. Rahim menegaskan bahwa pemerintah negeri memandang penting keberadaan mereka. “Banyak dari mereka yang sudah menjadi warga negara dan menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Selangor,” tuturnya.

Dalam unggahannya di Facebook Encik A. Rahim mengatakan, selain mengikuti prosesi penyembelihan hewan kurban, juga mengikuti sesi diskusi yang membahas rencana jangka pendek dan jangka panjang antara PCIM Malaysia, Partai NasDem, dan Kantor Setiausaha Politik kepada YAB Dato’ Menteri Besar Selangor.

“Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat jaringan kerja sama kawasan dan mengembangkan program-program sosial yang menyentuh komunitas Nusantara di Selangor.” ujarnya.

Setiausaha Politik Menteri Besar Selangor, YB Encik A. Rahim bin Kasdi (tengah) sedang meninjau kurban PCIM Malaysia (Facebook)

Selain pejabat dari Negeri Selangor, acara kurban ini juga dihadiri oleh tamu kehormatan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Duta Besar RI untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono, diwakili oleh:

  • Akhmad Baihaqie (Minister Counselor Konsuler KBRI KL)

  • Octavin Dewi Zulaikha (Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI KL)

  • Azizah Rahmaniar Salam (Atase Perdagangan KBRI KL, sekaligus sohibul kurban)

  • Brigjen Pol. Tofik Ismail (Atase Riset KBRI KL)

Baca Juga:  Reuni Akbar PCIM–PCIA Malaysia: Merawat Ikatan yang Tak Pernah Putus

Wakil Ketua PCIM Malaysia, Darsun Safuan, dalam pesannya mengucapkan selamat kepada seluruh panitia. “Keputusan pemilihan tempat yang tepat, selamat kepada Ketua Panitia Bapak Muntamakhin dan tim. Sehingga banyak yang merasa nyaman melaksanakan kurban di tempat ini. Ada sedikit kekurangan, tapi tidak menghambat kelancaran pelaksanaan ibadah kurban ini,” ucapnya.

Kehadiran para tokoh tersebut mempererat silaturahmi antara warga Muhammadiyah Malaysia dengan otoritas lokal maupun perwakilan negara. Momentum kurban pun tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada Allah, tetapi juga ajang penguatan posisi umat dalam masyarakat multikultural dan antarbangsa. (#)

Jurnalis Mundzirin Mukhtar Penyunting Mohammad Nurfatoni