Feature

Ukir Kebahagiaan lewat Kurban: SD Mumtas Tanamkan Empati sejak Dini

32
×

Ukir Kebahagiaan lewat Kurban: SD Mumtas Tanamkan Empati sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Dengan guyub dan penuh semangat para guru dan karyawan SD Mumtas mensukseskan kurban. ada yang memotong daging, menimbang dan mengemas daging kurban ke plastik untuk dibagikan (Tagar.co/M. Khoirul A)

Di tengah semangat Iduladha, SD Mumtas Surabaya tak sekadar menyembelih hewan kurban. Mereka menebar cinta, mendidik karakter, dan mempererat ikatan antarguru, siswa, dan wali murid.

Tagar.co — Suasana hangat penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti halaman Masjid Jenderal A. Yani Sidoyoso, tepat di depan SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas), Jumat pagi, 6 Juni 2025. Di hari yang penuh berkah ini, Mumtas melaksanakan penyembelihan hewan kurban—satu ekor sapi dan delapan ekor kambing—sebagai wujud ibadah dan kepedulian sosial.

Kegiatan ini bukan sekadar pelaksanaan syariat Islam, tetapi juga menjadi momen yang mengukir senyum dan kebahagiaan, terutama bagi siswa-siswi dari keluarga kurang mampu serta masyarakat sekitar sekolah.

Baca juga: Sehari Belajar di Alam: Siswa SD Mumtas Temukan Makna Keberanian dan Kerja Sama

Sejak pagi, para guru, staf, dan panitia terlihat kompak dan penuh semangat. Mereka bahu-membahu menyukseskan prosesi kurban: mulai dari menyembelih, menguliti, memotong daging, hingga membungkus dan menyiapkannya untuk dibagikan. Semua dilakukan bersama, di teras sekolah yang menjadi saksi kebersamaan tersebut.

Baca Juga:  Getaran Hati di Serambi Nabawi

Kebersamaan itu juga hadir lewat peran aktif Ikatan Wali Murid (Ikwam) Mumtas. Para orang tua murid turut menyiapkan makanan dan minuman untuk para guru dan panitia, menciptakan suasana kehangatan yang khas dalam pelaksanaan kurban. Sinergi antara sekolah dan orang tua tampak nyata dalam kegiatan penuh nilai ini.

“Ini adalah bagian dari pendidikan karakter dan spiritual yang kami tanamkan kepada siswa. Meski mereka belum terlibat langsung, mereka melihat dan merasakan semangat berbagi yang menjadi nilai penting dalam Islam,” ujar M. Khoirul Anam, Kepala SD Mumtas, dengan penuh rasa syukur.

Menurut anggota Komisi Nasional Pendidikan Kota Surabaya ini, ibadah kurban bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah Swt., tetapi juga wujud syukur atas nikmat yang diterima, sekaligus sarana melatih empati dan kepedulian terhadap sesama.

Usai proses penyembelihan dan pengemasan, daging kurban dibagikan kepada warga sekitar serta siswa-siswi Mumtas yang berasal dari keluarga prasejahtera. Keharuan dan senyum bahagia pun terpancar dari para penerima, yang menyambutnya sebagai anugerah besar di hari raya Iduladha.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Kader Muhammadiyah Tak Perlu Takut Berkompetisi

Ketua panitia pelaksana kurban, Moh Ali, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya kepada para sohibul kurban dan wali murid yang telah mendukung penuh kegiatan ini.

“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan satu ekor sapi dan delapan kambing. Terima kasih kepada para orang tua dan sohibul kurban yang telah mempercayakan amanah ini kepada Mumtas. Semoga amal ibadahnya diterima Allah Swt.,” tuturnya.

Di balik kegiatan ini tersimpan pesan mendalam: berkurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego, menumbuhkan empati, dan memperkuat nilai kemanusiaan. Mumtas membuktikan bahwa meski di lingkungan sekolah dasar, nilai-nilai luhur Islam bisa ditanamkan melalui aksi nyata.

Kegiatan ini juga mengingatkan bahwa untuk berbagi, tidak perlu menunggu kaya. Ketulusan, kekompakan, dan kepedulian bisa memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan kurban ini, Mumtas tidak hanya mendidik dengan buku dan papan tulis, tetapi juga dengan hati, teladan, dan tindakan nyata. Semoga semangat ini terus tumbuh, menginspirasi lebih banyak pihak untuk menjadikan Iduladha sebagai ladang amal, cinta kasih, dan kebersamaan yang menyentuh banyak hati. (#)

Baca Juga:  Belajar Memimpin dari Tanah Suci

Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni