Feature

Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar Budaya Asia dari Guru Thailand dan Tajikistan

39
×

Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar Budaya Asia dari Guru Thailand dan Tajikistan

Sebarkan artikel ini
Idhoofiyatul Fatin, M.Pd (berdiri) memperkenalkan guest teacher dari Thailand dan Tajikistan di hadapan siswa (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Belajar langsung dari guru Thailand dan Tajikistan, siswa Sekolah Kreatif Baratajaya menikmati pengalaman seru mengenal bahasa dan budaya Asia dalam program Guest Teacher bertajuk Pelangi Bahasa.

Tagar.co – Suasana semarak memenuhi aula SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau yang dikenal dengan Sekolah Kreatif Baratajaya, Jumat siang (9/5/2025). Siswa kelas 5 tampak antusias menyambut tamu istimewa dalam program Guest Teacher Asia bertajuk Pelangi Bahasa Indonesia: Thailand dan Tajikistan.

Dibuka dengan penuh semangat oleh MC cilik Nayyara Kairun Nisa dari kelas 5 Ibnu Khaldun dan Mazaya Thufailah Az Zahra dari kelas 5 Al Hazen, kegiatan dimulai tepat pukul 13.00 WIB. Lima guru tamu dari luar negeri—empat dari Thailand dan satu dari Tajikistan—hadir di tengah-tengah siswa, didampingi dua dosen dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Idhoofiyatul Fatin, M.Pd. dan Sofi Yunianti, M.Pd.

Baca juga: Pasar Dadakan! Halaman Sekolah Kreatif Baratajaya Diserbu Warga

Kegiatan ini menjadi jembatan pengenalan budaya dan bahasa Asia secara langsung bagi para siswa. “Sebagai warga dunia, kalian patut bersyukur karena hari ini kedatangan guru dari negara yang jauh di sana. Ini kesempatan langka untuk mengenal lebih dekat budaya mereka dan bertanya langsung,” ujar Humas Sekolah, Agus Mulyadi, M.Pd. dalam sambutannya.

Baca Juga:  Dua Ton Beras ZIS Sekolah Kreatif Baratajaya Mengalir ke 400 Warga

Agus menambahkan bahwa kurikulum Sekolah Kreatif Baratajaya memang mendukung pembelajaran bahasa asing secara aktif. “Kami mengajarkan bahasa Inggris, Arab, dan Jepang. Kedatangan guru dari Thailand dan Tajikistan akan memperkaya wawasan kalian, khususnya dalam bahasa dan budaya Asia,” ungkapnya.

Keseruan game lagu dalam bahasa Thailand yang dipandu oleh Anas Yaena dan Naim Salaeh (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Sesi materi dimulai dengan pengantar dari Idhoofiyatul Fatin. Ia memperkenalkan para guru tamu yang merupakan mahasiswa program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) UM Surabaya, yakni Anas Yaena, Naim Salaeh, Ameer Hatemo, dan Ridwan Poh-Ae dari Thailand, serta Murodzoda Alimuhamad dari Tajikistan.

“Mereka ini bule-bule yang bisa bahasa Indonesia. Jadi, jangan kalah fasih ya kalian,” katanya, memantik semangat siswa.

Kelas pun berubah menjadi arena belajar interaktif. Ameer Hatemo memperkenalkan nama-nama buah dalam bahasa Thailand melalui lagu dan gerakan: apel (apple), pepaya (malako), pisang (kluwae), dan jeruk (som). Anak-anak pun berdiri, menirukan lagu dengan penuh keceriaan.

Ridwan Poh-Ae melanjutkan sesi dengan memperkenalkan kalimat perkenalan dalam bahasa Thai, seperti “selamat siang” (swadditanthiang), “nama saya” (phom che untuk laki-laki dan nu che untuk perempuan), serta “terima kasih” (khob khun krab dan khob khun kah). Semua siswa ikut menirukan dengan semangat.

Baca Juga:  Buka Puasa Keliling Sekolah Kreatif Baratajaya, Ramadan Jadi Ruang Belajar Karakter
Foto bersama siswa kelas 5 Sekolah Kreatif Baratajaya dengan guest teacher dari Thailand dan Tajikistan (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Dari Tajikistan, Murodzoda Alimuhamad—yang akrab disapa Ali—membawakan kalimat dasar dalam bahasa Tajik, seperti rus ba khayr (selamat siang), nomi man (nama saya), man az (saya dari), dan rahmat (terima kasih). Dengan antusias, para siswa mengikuti tiap ucapan yang dikenalkan.

Keseruan berlanjut saat kuis berhadiah digelar. Empat siswa berhasil menjawab pertanyaan dan mendapatkan suvenir langsung dari Thailand dan Tajikistan.

Belajar bahasa asing pun menjadi momen menyenangkan berkat permainan, lagu, dan interaksi hangat bersama para guru tamu. “Pembelajaran seperti ini membuat kami semangat, apalagi bisa langsung praktik bersama kakak dari luar negeri,” ujar salah satu siswa dengan mata berbinar.

Kegiatan Guest Teacher Asia kali ini tak sekadar memperluas wawasan, tapi juga menghadirkan pengalaman tak terlupakan. Di bawah tema Pelangi Bahasa, Sekolah Kreatif Baratajaya benar-benar menjadikan keberagaman budaya sebagai sumber belajar yang hidup dan menyenangkan. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni