Feature

SD Mumtas Gelar Aksi untuk Palestina: Menggugah Kepedulian, Menyatukan Kemanusiaan

43
×

SD Mumtas Gelar Aksi untuk Palestina: Menggugah Kepedulian, Menyatukan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Moh Ali, M.Pd (kanan) menyerahkan donasi kemanusiaan dalam aksi One Day Charity for Free Palestina SD Muhammadiyah 10 Surabaya ke LazsimuKota Surabaya (Tagar.co/Moh Ali)

Anak-anak SD Mumtas Surabaya menggalang donasi untuk Palestina dalam aksi “One Day Charity”. Bukan hanya uang yang terkumpul, tapi juga empati, doa, dan cinta yang tulus.

Tagar.co — Derita rakyat Palestina kembali menggema hingga ke penjuru dunia, termasuk ke hati-hati kecil para siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas). Dalam suasana pasca-Idulfitri yang seharusnya membawa damai, langit Gaza justru kembali kelam dihujani bom dan dentuman senjata. Warga sipil—lansia, perempuan, hingga anak-anak—kembali menjadi korban kekejaman yang tak kunjung berhenti. Menyaksikan tragedi itu, SD Mumtas tak tinggal diam.

Pada Jumat, 11 April 2025, SD Mumtas menggelar aksi “One Day Charity for Free Palestine” sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara Muslim yang tengah berjuang mempertahankan hidup di tengah gempuran. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, melalui surat edaran bernomor 086/INS/III.4/C/2025 tertanggal 9 April 2025.

Sejak pagi, ruang kelas yang biasanya riuh dengan canda tawa berubah menjadi ruang haru penuh empati. Para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, didampingi para guru, antusias membawa donasi terbaik mereka. Bukan sekadar uang jajan yang disisihkan, namun juga doa dan semangat kemanusiaan yang tulus mengalir dari lubuk hati mereka yang bersih.

Baca Juga:  Membangun Ekosistem Ekonomi, Kolaborasi Masjid dan Bankziska Lazismu

“Melihat anak-anak yang masih polos ini rela menyisihkan uang jajannya untuk Palestina, kami sungguh terharu. Ini bukan sekadar donasi, tapi juga pendidikan nilai yang nyata,” ujar Moh Ali, perwakilan tim ISMUBA SD Mumtas.

Total donasi yang terkumpul pada hari itu mencapai Rp7.193.000. Jumlah yang tidak hanya mencerminkan nominal, tetapi juga semangat kasih sayang dari komunitas kecil di Surabaya untuk dunia yang lebih adil dan manusiawi. Dana tersebut langsung diserahkan kepada LAZISMU PDM Kota Surabaya pada pukul 13.00 WIB untuk segera disalurkan kepada korban agresi di Gaza.

Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari proses panjang dalam menumbuhkan empati dan kepedulian sosial sejak dini.

“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya hati yang peka terhadap penderitaan sesama. Palestina mengajarkan kita bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas geografi,” tuturnya.

Moh Ali menambahkan, bantuan kecil dari SD Mumtas diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa saudara-saudara di Gaza tidak sendirian.

Baca Juga:  Perdamaian Gaza: Antara PBB dan BoP

“Semoga saudara-saudara kita di Gaza tahu, meski kami jauh, tapi hati kami dekat. Doa kami selalu bersama mereka,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali abai, SD Mumtas menunjukkan bahwa suara kebaikan masih bisa terdengar lantang. Bahwa amal, sekecil apa pun, mampu menjadi cahaya di tengah gelapnya tragedi. Dan bahwa pendidikan sejati adalah membentuk manusia seutuhnya—yang berpikir, merasa, dan peduli. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni