
Selama Ramadan, siswa MI Mutwo Gresik belajar langsung mengelola zakat dan infak. Dari mencatat, membungkus, hingga menyalurkan. Hasilnya, ruang kelas baru akan segera terwujud.
Tagar.co – Suasana Ramadan di MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik—atau yang lebih dikenal dengan sebutan MI Mutwo—terasa berbeda. Tidak hanya diwarnai dengan kegiatan belajar mengajar seperti biasa, para siswa di madrasah ini justru disibukkan dengan aktivitas yang tak kalah penting: mengelola infak, sedekah, dan zakat fitrah.
Di bawah bimbingan para guru, para siswa berlatih menjadi amil zakat. Mereka menghimpun beras dan uang dari siswa maupun masyarakat sekitar, mencatat data yang masuk, lalu mengemas dan menyalurkan kepada yang berhak menerima. Semua dijalankan dengan penuh semangat dan tanggung jawab, layaknya sebuah lembaga amil profesional.
Baca juga: Refleksi Ramadan MI Mutwo: Mengajar dengan Cinta, Melayani dengan Hati
“Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar langsung bagaimana mengelola amanah dan berbagi dengan sesama,” tutur Tadzkiroh Luthfiati, koordinator kegiatan zakat fitrah MI Mutwo, Sabtu (29/3/2025).
Dari hasil pengumpulan zakat fitrah, terkumpul sebanyak 330 kilogram beras. Setelah dikemas ke dalam paket-paket berisi 3 kilogram, siswa bersama dewan guru mulai mendistribusikannya ke rumah-rumah warga yang membutuhkan, termasuk wali murid dan masyarakat sekitar madrasah.
Selama perjalanan, para guru memberikan penjelasan tentang pentingnya zakat dalam kehidupan sosial: bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan empati, membersihkan harta, dan membangun kebersamaan.
“Semangat berbagi dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” ujar Tadzkiroh.

Tak hanya itu, anak-anak juga diajak menghitung hasil infak Ramadan yang dikumpulkan melalui tradisi tahunan pengedaran amplop infak kepada warga. Tahun ini, MI Mutwo berhasil menghimpun dana sebesar Rp26.050.000, lebih dari dua kali lipat dari rata-rata tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp13 juta.
Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan ruang kelas baru, mengingat jumlah siswa yang terus bertambah sementara ruang belajar masih terbatas.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan luar biasa dari masyarakat. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap pengelolaan madrasah kami,” ungkap Kepala MI Mutwo.
Wakil Kepala Madrasah, Moh Zamroni, S.Ag., menyampaikan harapannya agar infak yang terkumpul dapat mencukupi kebutuhan pembangunan ruang baru tersebut. “Kami terus berupaya mengoptimalkan penggalangan dana ini agar siswa bisa belajar dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MI Mutwo tidak hanya mengajarkan angka dan huruf, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keikhlasan, tanggung jawab sosial, serta semangat gotong royong. Sebuah investasi karakter yang akan tumbuh dan berbuah dalam kehidupan para siswa kelak. (#)
Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni












