Feature

Wamendikdasmen Dorong Gerakan Sekolah Bersih

32
×

Wamendikdasmen Dorong Gerakan Sekolah Bersih

Sebarkan artikel ini
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat di Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Sabtu (15/3/25).

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menegaskan, menjaga lingkungan bukan hanya teori di kelas. Gerakan Sekolah Bersih mengajarkan siswa bertanggung jawab pada alam sejak dini, menciptakan perubahan nyata bagi bumi.

Tagar.co – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyambut baik Gerakan Sekolah Bersih guna menjaga kelestarian alam. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, pada Hari Peduli Sampah Nasional.

“Kemendikdasmen tidak hanya memiliki perhatian terhadap lingkungan hidup, namun kami berkomitmen untuk bersama-sama bertanggung jawab serta menanggulangi isu lingkungan tersebut,” ungkapnya, di Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, Sabtu (15/3/25).

Baca juga: Kemendikdasmen Luncurkan SPMB: Ini Rambu-rambunya

Atip menyoroti tentang sebuah perilaku manusia kepada alam. Ia menilai bahwa kerusakan alam disebabkan bukan karena alam itu sendiri, melainkan karena perbuatan manusia.

“Dalam Quran Surah Ar-Rum ayat 41 dijelaskan bahwa kerusakan di muka bumi, baik di darat dan laut, adalah disebabkan oleh tangan-tangan jahil manusia. Oleh karena itu, kita harus sadar betul dampak dari perbuatan kita sendiri terhadap alam di muka bumi,” tuturnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co Ahad (16/3/25).

Baca Juga:  Bug Bounty 2026 Dibuka, Kemendikdasmen Ajak Talenta Muda Perkuat Keamanan Siber Pendidikan

Bersamaan dengan itu, untuk menjaga ekosistem dan kelestarian alam Kemendikdasmen telah mencanangkan Gerakan Sekolah Bersih. Diungkap oleh Atip bahwa gerakan ini memiliki semangat “Sekolah Bersih” yang bukan hanya sekadar slogan.

“Lebih dari itu, gerakan ini bermula dari kebiasaan para peserta didik dalam menjaga alam mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wamen Atip menegaskan bahwa Kemendikdasmen siap menyambut dan juga siap bekerja sama dalam menjalankan gerakan lingkungan yang bersih, termasuk dari sampah-sampah.

“Walaupun gerakan ini tidak masuk dalam kurikulum di sekolah, gerakan ini akan menjadi sebuah pembiasaan baik untuk para peserta didik di Indonesia,” tutup Wamen Atip. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni