Feature

Surga, Wujud Kasih Sayang Allah untuk Hamba-Nya

53
×

Surga, Wujud Kasih Sayang Allah untuk Hamba-Nya

Sebarkan artikel ini
Ustaz Yoki Gunara saat memberikan kultum tarawih di Masjid Baitul Hasanah, Perumahan Ambarawa Residence, Pojoksari, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 3 Maret 2025 (Tagar.co/Sri Wiyani).

Surga bukan hanya ganjaran bagi amalan saleh, tetapi juga bukti kasih sayang Allah. Melalui Ramadan, kita diajak mendekat kepada-Nya dan meraih ketenangan dalam ketakwaan.

Tagar.co – Surga merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Yoki Gunara dalam kultum tarawih di Masjid Baitul Hasanah, Perumahan Ambarawa Residence, Pojoksari, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (4/3/25).

Dalam ceramahnya pada malam keempat Ramadan, Ustaz Yoki mengingatkan bahwa bulan suci ini menawarkan berbagai amalan yang mendatangkan pahala. Salah satunya adalah menjaga hati agar tetap lapang dan menjauhi kesedihan yang berlebihan.

Baca juga: Pesan Subuh dari Ambarawa: Lima Hal yang Wajib Dilakukan sebelum Terlambat

Menurutnya, ada dua cara untuk menghindari hati yang sedih. Pertama, jangan terlalu meratapi atau kecewa atas sesuatu yang telah berlalu. Kedua, tidak perlu merasa cemas berlebihan terhadap masa depan karena segala sesuatu berada dalam kehendak Allah Swt.

Kaitan Puasa dan Ketakwaan

Ustaz Yoki menghubungkan hal ini dengan ibadah puasa, sebagaimana yang disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

Baca Juga:  Ramadan Datang, Hati Senang: KB-TK IT Handayani Sambut Bulan Suci dengan Berbagi dan Dongeng

Yaayyuhallazina amanuu kutiba ‘alaikumush-siaamu kamaakutiba ‘alallazinaminqablikum la‘allakum tattakun” (Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa).

Ia menekankan bahwa puasa mendidik manusia untuk bertakwa. Ketakwaan inilah yang menghadirkan ketenangan hati dan mendekatkan seseorang kepada Allah.

Allah memiliki sifat Rahman (Maha Pengasih) dan Rahim (Maha Penyayang). Kasih sayang-Nya meliputi semua makhluk, baik yang beriman maupun yang tidak. Dengan kasih Allah, seorang hamba bisa merasakan ketenangan dan keyakinan bahwa segala sesuatu akan berakhir dengan kebaikan.

Suasana kultum tarawih di Masjid Baitul Hasanah, Perumahan Ambarawa Residence, Pojoksari, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 3 Maret 2025 (Tagar.co/Sri Wiyani).

Surga dan Kasih Sayang Allah

Lebih lanjut, Ustaz Yoki menjelaskan bahwa surga tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang beramal saleh, tetapi juga sebagai bukti kasih sayang Allah. Meskipun seseorang pernah kurang dalam ibadahnya di masa lalu, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Untuk menggambarkan hal ini, ia mengisahkan cerita yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Dalam kisah tersebut, seorang hamba yang tekun beribadah tinggal di pegunungan terpencil. Meskipun hidup dalam keterbatasan, Allah selalu mencukupkan kebutuhannya. Bahkan, buah delima yang biasanya hanya berbuah setahun sekali, berbuah setiap hari atas izin Allah.

Baca Juga:  Menyambut Tamu Agung dengan Cinta

Ketika wafat dalam keadaan sujud, ia mengharap masuk surga karena amal ibadahnya. Namun, Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang amalannya dengan nikmat yang telah ia terima. Hasilnya, nikmat yang Allah berikan jauh lebih besar dibandingkan amalannya. Akhirnya, ia masuk surga bukan karena amalnya, tetapi karena kasih sayang Allah.

Dari kisah ini, Ustaz Yoki menekankan bahwa surga bukan hanya diperoleh karena amal ibadah, tetapi karena kedekatan dengan Allah. Amalan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendekatkan seorang hamba kepada-Nya, dan Allah akan memberikan segalanya, baik di dunia maupun akhirat.

Mengisi Ramadan dengan Kebaikan

Sebagai penutup, Ustaz Yoki mengingatkan agar memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak ibadah seperti bersedekah, membaca Al-Qur’an, dan salat berjemaah.

“Kebaikan yang dilakukan akan membawa kebaikan lainnya. Oleh karena itu, fokuslah pada masa depan dan manfaatkan waktu di bulan Ramadan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah,” pesannya. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni