
Santri Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo mencetak prestasi membanggakan di FAI Got Talent Umsida. Dengan persiapan matang, mereka sukses meraih juara dan menginspirasi banyak santri lainnya.
Tagar.co – Suasana penuh semangat terasa di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kampus 1 pada Sabtu 22 Februari 2025. Di sana, festival guru dan siswa FAI Got Talent (FGT) Ke-10 sukses digelar dengan melibatkan 1.200 peserta dari seluruh Indonesia. Festival tahunan ini menjadi ajang bergengsi bagi santri untuk mengasah bakat dan keterampilan mereka di berbagai bidang.
Tahun ini, FGT menghadirkan enam kategori lomba, yaitu:
- Lomba Tahfiz
- Lomba Dai Muda
- Lomba Arabic Story Telling
- Lomba Kaligrafi
- Lomba Olimpiade PAI
- Lomba Olimpiade Ekonomi Islam

Di tengah ketatnya persaingan, santri dari Pondok Pesantren Al Fattah berhasil mencatatkan prestasi gemilang. Berikut adalah para pemenang yang mengharumkan nama pesantren:
- Kresna Atha (kelas 11) – Juara 1 Olimpiade PAI
- Asfa Fikria (kelas 11) – Juara 2 Arabic Story Telling
- Niswa An Nadiyah (kelas 9) – Juara 3 Dai Muda
Kemenangan ini bukan hasil yang instan. Ustazah Ulfah, pendamping lomba Arabic Story Telling, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan dengan sangat matang. “Latihan dimulai dengan pemilihan cerita yang menarik, kemudian kami menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab. Peserta tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami isi dan alur cerita agar dapat menyampaikan dengan penuh penghayatan,” jelasnya.
Baca juga: Tapak Suci Al-Fattah Sidoarjo Raih Juara Umum di SAC 2025
Proses latihan yang berlangsung selama tiga minggu ini memberikan dampak positif, yakni semakin tumbuhnya kecintaan santri terhadap bahasa Arab.

Sementara itu, Ustaz Muhammad Wahid, selaku penanggung jawab peserta FGT 10, mengungkapkan harapannya agar para santri terus mengembangkan bakatnya di berbagai bidang.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya berprestasi dalam ajang ini, tetapi juga memiliki semangat untuk terus belajar dan berkompetisi. Fastabikul khairat—mari berlomba dalam kebaikan, agar mereka menjadi generasi emas yang bermanfaat bagi agama dan bangsa,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Prestasi membanggakan yang diraih oleh santri Pondok Pesantren Al-Fattah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya. Semangat untuk belajar, berlatih, dan berkompetisi harus terus dipupuk agar semakin banyak generasi muda yang berkontribusi dalam mencetak masa depan yang lebih cerah. (#)
Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni












