
Ketua HW Jawa Timur Fathurrahim Syuhadi memuji guru TK sebagai “paling pintar sedunia”, mengapresiasi hafalan doa dan dedikasi. Orientasi pandu TK Gresik bentuk pelatih berjiwa mulia.
Tagar.co – Di tengah penutupan Orientasi Pandu Tunas Athfal Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Gresik, sebuah pernyataan mengejutkan terlontar dari Fathurrahim Syuhadi, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur. Ia menyebut guru TK sebagai “guru paling pintar sedunia.”
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Rahim, sapaan akrabnya, mengungkapkan kekagumannya atas kemampuan para guru TK yang hafal di luar kepala berbagai doa, bahkan tanpa perlu menunaikan ibadah haji atau umrah. “Guru TK hafal semua doa-doa, meskipun belum berangkat haji dan umrah guru TK selalu berdoa,” ujarnya di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Jawa Timur, Sabtu (22/2/2025).
Baca juga: Di Hizbul Wathan Hormat untuk Manusia dan Jenazah
Ucapan tersebut sontak disambut gelak tawa dan amin dari ratusan peserta yang hadir. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara penutupan yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB itu.
Lebih dari sekadar pujian, Rahim juga menyoroti peran penting guru TK dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, mendidik anak-anak usia TK membutuhkan kesabaran ekstra dan metode yang unik.
“Mendidik kegiatan kepanduan pada tunas athfal itu sangat unik sekali. Butuh metode ekstra, butuh perhatian yang luar biasa,” tuturnya.
Ia pun mengajak para guru TK untuk terus mengembangkan diri dan mengasah kemampuan dalam menghadapi beragam karakter anak. “Mohon Bunda-Bunda untuk selalu meng-upgrade pengalaman dalam menghadapi anak yang bermacam-macam karakternya,” pesannya.

Tak hanya itu, Rahim juga menekankan pentingnya filosofi dalam setiap kegiatan kepanduan. Ia mencontohkan tepuk dan permainan yang diajarkan dalam orientasi tersebut. “Buatlah filosofinya, misalnya tepuk 1, tepuk 2, tepuk tunggal, tepuk ganda. Filosofinya adalah dengan tepuk menguatkan konsentrasi,” jelasnya.
Ia berharap, ilmu yang didapatkan selama orientasi dapat dipraktikkan dan ditularkan kepada anak-anak di tempat masing-masing. “Saat dipraktikkan kepada anak-anak terkadang anak-anak akan memukul teman didepannya, maka perlu ada filosofi didalamnya,” terang Rahim, mengutip surat Al Maidah ayat 2 tentang tolong-menolong dalam kebaikan.
Kegiatan orientasi yang diikuti ratusan peserta dari lembaga KB-TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik ini diharapkan dapat melahirkan pelatih-pelatih handal di tingkat tunas athfal. “Jika sudah mendapatkan sertifikat pelatih, kedepannya bisa mengikuti kegiatan pelatihan jaya melati tunas athfal,” kata Rahim.
Dengan berakhirnya orientasi ini, para guru TK diharapkan dapat semakin termotivasi untuk menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang dengan kesabaran dan keikhlasan, menanamkan benih-benih kebaikan dalam diri anak-anak sejak usia dini. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












