
Tawa membahana di halaman Spemdalas saat peserta Orientasi Pandu Tunas Athfal IGABA Gresik larut dalam keseruan games outdoor. Dari “Cari Teman” hingga tantangan refleks, kebersamaan dan kegembiraan menyatukan mereka sebelum hujan menghentikan permainan.
Tagar.co – Halaman SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, Gresik, Jawa Timur, mendadak berubah menjadi arena bermain yang penuh tawa pada Sabtu (22/2/2025). Para peserta Orientasi Pandu Tunas Athfal Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Gresik larut dalam keceriaan games outdoor yang dipandu oleh Aminullah Fatkhur Roziqi.
Games Cari Teman menjadi bintang utama dalam kegiatan orientasi tersebut. Meskipun sederhana, permainan ini berhasil memecah kebekuan dan mencairkan suasana. Lelah setelah seharian menyimak materi pun sirna, tergantikan oleh gelak tawa riang.
Baca juga: Semangat Tinggi Pandu Tunas Athfal Pukau Ketua IGABA Gresik
“Ayo Bunda-Bunda, silakan berbaris membuat lingkaran!” seru Ramanda Amin, sapaannya, memimpin peserta membentuk lingkaran besar yang nyaris memenuhi lapangan basket. Dengan lincah, mereka berputar mengikuti irama lagu. Saat Ramanda Amin mengangkat jari, lagu berhenti, dan peserta harus segera mencari teman sejumlah jari yang diacungkan.
Kehebohan pun tak terhindarkan. Para peserta berlarian, saling berangkulan, berusaha membentuk kelompok sesuai instruksi. Ada yang tertawa lega karena berhasil, ada pula yang terpaksa gigit jari karena kekurangan teman.
“Silakan menuju ke tengah,” kata Ramanda Amin kepada peserta yang gagal. Mereka pun harus menerima konsekuensi, menjadi pusat perhatian di tengah lingkaran.

Permainan berlanjut dengan tantangan yang lebih seru. Kali ini, peserta membentuk barisan kereta api, beradu cepat dan tanggap. “Kalau saya sebut nama buah, lompat ke depan. Kalau benda, lompat ke belakang!” perintah Ramanda Amin. Kekompakan tim dan kecepatan reaksi diuji dalam permainan ini.
Tak hanya itu, peserta juga diajak merasakan sensasi menjadi angin. Dengan lambaian tangan Ramanda Amin, mereka menirukan gerakan angin sepoi-sepoi dan angin kencang. Tubuh mereka meliuk-liuk, mengikuti irama alam.
Sayangnya, hujan deras menghentikan keseruan games outdoor. Para peserta terpaksa kembali ke dalam ruangan, namun semangat mereka tak luntur. Hingga akhir acara pukul 17.00 WIB, antusiasme tetap membara, bukti bahwa kebersamaan dan keceriaan telah menyatukan mereka. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Muhammad Nurfatoni












