Feature

Menuju PAUD Berkualitas: Bimtek SNP Kota Probolinggo Kobarkan Semangat Pendidik

20
×

Menuju PAUD Berkualitas: Bimtek SNP Kota Probolinggo Kobarkan Semangat Pendidik

Sebarkan artikel ini
Widya Ayu Puspita sedang menjelaskan tentang Standar Nasional Pendidikan (Tagar.co/Izza El Mila)

Bimbingan teknis SNP bagi satuan PAUD Kota Probolinggo menjadi langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan. Para pendidik dipersiapkan untuk menerapkan standar nasional demi masa depan generasi unggul.

Tagar.co – Semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Probolinggo membara di Hotel Aston Inn, Kota Batu, Jawa Timur.

Selama dua hari, Selasa-Rabu (18-19/2/2025), 40 insan pendidikan yang terdiri dari Penilik PAUD, Pengawas TK, Koordinator dan Ketua Pusat Kegiatan Guru (PKG), serta Ketua Gugus PAUD se-Kota Probolinggo, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Implementasi Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Kegiatan yang digagas oleh Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo ini, menjadi ajang penting untuk mendalami seluk-beluk SNP. Drs. Heri Wijayani, M.Pd, kepala bidang, memotori langsung pelaksanaan bimtek ini.

Baca juga: Dari Dunia Pendidikan Anak ke Meja Advokasi: Menyelami Integrasi Layanan Primer demi Kesehatan Masyarakat

Tak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan adalah tokoh-tokoh penting di Kota Probolinggo dan pakar pendidikan. Pj Walikota Probolinggo, M. Taufik Kurniawan, S.Sos.; Sekretaris Daerah Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, M.QIH; dan Widyaprada Ahli Madya Balai Besar Penjaminan Mutu (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Dr. Widya Ayu Puspita, SKM., M.Kes.; hadir untuk memberikan pencerahan.

Baca Juga:  Daurah Usia Emas di Probolinggo: Menata Amal, Menjemput Husnul Khatimah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd., menegaskan tujuan utama bimtek adalah untuk memastikan pemahaman dan pendalaman SNP di kalangan satuan PAUD.

Pesan Cinta Tanah Air dan Salam Perpisahan yang Menyentuh

Pj. Walikota Probolinggo, M. Taufik Kurniawan membuka bimtek dengan pesan yang mengena. “Tanamkan rasa cinta tanah air, menghargai pahlawan, menjaga NKRI, budaya, dan kearifan lokal,” ujarnya, menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini.

Lebih lanjut, dia menyampaikan harapan agar Kota Probolinggo terus maju di bawah kepemimpinan walikota terpilih, dengan masyarakat yang memiliki karakter kuat dan mandiri. Di pengujung paparannya, suasana haru menyelimuti ruangan.

“Izinkan saya memohon maaf atas segala khilaf … Saya akan merindukan kota ini. Sekalian berpamitan. Besok (19/2/2025) masa tugas saya selesai,” ungkapnya, menandai momen perpisahan yang mengharukan.

Generasi Alfa dan Tantangan Pendidikan Masa Kini

Ninik Ira Wibawati memberikan apresiasi yang tinggi kepada para guru PAUD atas dedikasi mereka. Dia menyoroti realita pendidikan saat ini, di mana generasi Alfa yang lahir di era digital, dididik oleh pendidik yang sebagian besar berasal dari generasi X. “Kesenjangan generasi ini harus disikapi dengan bijaksana,” tegasnya.

Baca Juga:  Masjid Al-Qasem IAD Diresmikan, Rektor: Mahasiswa Lebih Betah di Masjid daripada di Cafe

Dia juga mengajak para guru untuk terus berinovasi agar anak-anak PAUD dapat berprestasi di berbagai ajang. “Didiklah anak-anak menjadi anak the best yang bisa mewakili Kota Probolinggo,” ujarnya, seraya mengucapkan terima kasih atas kesabaran para guru dalam mendidik anak usia dini. Tak lupa, beliau mengingatkan pentingnya pengelolaan dana BOP yang transparan dan akuntabel.

Berfoto bersama usai bimtek (Tagar.co/Istimewa)

Diskusi Interaktif dan Inspirasi Masa Lalu

Memasuki sesi inti, Penilik PAUD, Suryani, S.Pd, memperkenalkan Widya Ayu Puspita sebagai pembicara utama. Dengan gaya yang interaktif dan lugas, Widya mengupas tuntas SNP. Tiga pokok bahasan utama menjadi fokus: dasar hukum SNP, tujuan implementasi SNP, dan implementasi SNP pada satuan PAUD.

Dia menjelaskan SNP adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh Indonesia. Delapan standar yang menjadi pilar SNP adalah: standar kompetensi lulusan, isi, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan pendidikan, dan penilaian pendidikan. 

Diskusi tentang standar pendidikan dan tenaga kependidikan menjadi sangat menarik. Widya melemparkan tiga pertanyaan reflektif: “Bagaimana sosok pendidik yang ideal menurut bayangan saudara? Apakah saudara sudah menjadi sosok seperti bayangan tersebut? Apakah yang akan saudara lakukan agar seperti dalam bayangan?”

Pertanyaan-pertanyaan ini memancing respons beragam dari peserta. Mudjajanah, S.Pd, Koordinator PKG, menegaskan pendidik ideal harus memiliki empat kompetensi: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Baca Juga:  Remaja Putri Probolinggo Antusias Ikuti Kajian Bestie Aisyiyah Mayangan

Tak disangka, Widya kemudian berbagi pengalaman masa kecilnya yang kurang menyenangkan, termasuk hukuman fisik yang pernah dialaminya di sekolah. Namun, ia juga menceritakan bagaimana seorang guru di kelas tiga mampu membangkitkan semangat belajarnya.

“Pahami karakter dan kemampuan anak-anak. Mereka memiliki minat yang berbeda. Pendekatan pembelajaran juga harus berbeda, agar mereka bertumbuh dengan semestinya,” ujarnya, menjadikan pengalaman pribadinya sebagai inspirasi bagi para guru PAUD.

Komitmen, Tindak Lanjut, dan Kenangan Manis

Di akhir acara, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter, Aristio, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya atas keaktifan peserta. Ia menegaskan bahwa bimtek ini adalah tindak lanjut dari monitoring dan evaluasi SNP tahun 2024, dan peserta telah mengumpulkan rencana tindak lanjut.

Keramahan staf Bidang Pembinaan PAUD dan PNF meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Semangat untuk mengimplementasikan SNP dan rencana tindak lanjut untuk mengimbaskan ilmu kepada seluruh satuan pendidikan di Kota Probolinggo menjadi bekal berharga dari bimtek ini. Perjalanan menuju PAUD berkualitas di Kota Probolinggo pun semakin mantap. (#)

Jurnalis Izza El Mila Penyunting Mohammad Nurfatoni