Feature

Remaja Putri Probolinggo Antusias Ikuti Kajian Bestie Aisyiyah Mayangan

61
×

Remaja Putri Probolinggo Antusias Ikuti Kajian Bestie Aisyiyah Mayangan

Sebarkan artikel ini
Kajian remaja Bestie (Belajar Syariat Tiada Henti) yang digelar PCA Mayangan Kota Probolinggo berlangsung di Aula TK ABA 2 dengan tema Level Up Your Iman, Ahad (15/3/2026). (Fauziyah Nurul Laili/Tagar.co)

Melalui program Bestie, PCA Mayangan mengajak puluhan remaja putri memahami Lailatulqadar, berdiskusi tentang muslimah berkualitas, hingga refleksi diri di penghujung Ramadan.

Tagar.co – Penghujung Ramadan tidak menyurutkan semangat Pimpinan Cabang Aisyiyah Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, untuk terus menebar pencerahan. Melalui program Bestie (Belajar Syariat Tiada Henti), organisasi perempuan Muhammadiyah ini menggelar kajian remaja putri di Aula TK Aisyiyah 2 Kota Probolinggo, Ahada (15/3/26).

Sebanyak 44 remaja putri hadir mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Level up Your Iman: Ikhtiar Cerdas Menjadi Muslimah Berkualitas.” Kajian ini dirancang bukan sekadar pengajian biasa, tetapi juga ruang belajar interaktif yang menggabungkan pemahaman agama, diskusi kreatif, dan refleksi diri.

Baca juga: Ratusan Remaja Ikuti Jirem Ramadan, Belajar Iman hingga Berbagi Takjil

Suasana aula berubah khusyuk saat Umi Kulsum dari Panti Putri Muhammadiyah membuka acara dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surah Al-Baqarah 183–185. Bacaan yang merdu membuat seluruh peserta terdiam dalam suasana syahdu.

Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Mayangan, Nuning Nanik, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengapresiasi semangat para remaja yang memilih hadir di majelis ilmu pada pagi hari di bulan Ramadan.

Baca Juga:  Ratusan Remaja Ikuti Jirem Ramadan, Belajar Iman hingga Berbagi Takjil

“Kalian adalah anak-anak terpilih yang hadir di sini. Di luar sana mungkin masih banyak yang tertidur, tetapi kalian memilih datang untuk menuntut ilmu. Ini pilihan yang sangat berharga,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa para remaja tersebut adalah generasi penerus yang akan menghadapi tantangan zaman digital.

“Kalian adalah generasi pengganti kami. Di tengah tantangan era digital, tentu tidak mudah menjaga ketaatan kepada Allah. Insyaallah kalian mampu,” tambahnya.

Sebelum memasuki materi utama, suasana dibuat lebih cair melalui berbagai ice breaking yang dipandu Aryzana Maharanny. Dengan gaya energik, ia mengajak peserta bergerak dan berinteraksi.

“Bestie!” serunya.

“Belajar Syariat Tiada Henti!” jawab para peserta serempak.

Meski awalnya tampak malu-malu karena baru saling mengenal, perlahan para peserta larut dalam suasana hangat dan penuh tawa.

Peserta kajian remaja Bestie PCA Mayangan Kota Probolinggo mengikuti sesi Marketplace Activity, berdiskusi dan saling bertukar gagasan tentang konsep muslimah berkualitas. (Fauziyah Nurul Laili/Tagar.co)

Materi pertama disampaikan Issi Annisa, M.Pd., dengan judul “Menyingkap Lailatulqadar melalui Lensa Sains.” Ia mengajak peserta mentadabburi Surah Al-Qadr sekaligus melihat fenomena malam kemuliaan tersebut dari perspektif ilmiah.

Dalam pemaparannya, Issi menjelaskan berbagai fenomena alam yang sering dikaitkan dengan Lailatulqadar, seperti suasana malam yang tenang, suhu udara yang sejuk, serta ketenangan psikologis yang dirasakan manusia. Pendekatan ini bertujuan membangkitkan rasa ingin tahu remaja sekaligus mendorong mereka semakin giat belajar dan beribadah demi meraih kemuliaan malam seribu bulan.

Baca Juga:  Mendikdasmen Dukung Institut Ahmad Dahlan Kota Probolinggo Transformasi Jadi Universitas

Memasuki sesi berikutnya, Ir. Izza El Mila, S.Pd., Koordinator Bidang Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Probolinggo, memandu diskusi bertajuk “Level up Your Iman: Ikhtiar Cerdas Menjadi Muslimah Berkualitas.”

Ia membuka sesi dengan pertanyaan sederhana namun menggugah, “Apa sebenarnya kriteria muslimah berkualitas, dan apakah selama ini kita sudah mengupayakannya?”

Suasana langsung hidup ketika para peserta dibagi menjadi lima kelompok diskusi. Setiap kelompok diminta menuangkan gagasan mereka melalui mind mapping dengan tema-tema yang dekat dengan kehidupan generasi muda, antara lain manajemen waktu agar Ramadan tidak berlalu sia-sia, amalan ibadah harian yang berkelanjutan, pemahaman dalil puasa, tantangan penggunaan gawai, hingga kiat menjadi muslimah berkarakter dan berilmu.

Peserta kajian remaja Bestie PCA Mayangan Kota Probolinggo mengikuti sesi Marketplace Activity, berdiskusi dan saling bertukar gagasan tentang konsep muslimah berkualitas. (Fauziyah Nurul Laili/Tagar.co)

Marketplace Activity

Keseruan mencapai puncaknya dalam sesi Marketplace Activity. Setiap kelompok saling mengunjungi untuk memberikan tanggapan, kritik, dan saran terhadap karya kelompok lain. Presentasi dilakukan dengan penuh kreativitas, dilengkapi yel-yel kelompok dan berbagai ice breaking yang membuat suasana semakin hidup.

Setelah sesi diskusi yang penuh energi, kegiatan berlanjut dengan muhasabah yang dipandu Bunda El. Suasana kembali hening ketika para peserta diajak merenung, mengingat kesalahan masa lalu, dan mensyukuri kesempatan menjalani Ramadan tahun ini.

Baca Juga:  Daurah Usia Emas di Probolinggo: Menata Amal, Menjemput Husnul Khatimah

Momen refleksi tersebut menjadi ruang bagi para remaja untuk membuat janji diri—komitmen pribadi untuk terus memperbaiki diri dan berusaha istiqamah menjadi muslimah berkualitas, bahkan setelah Ramadan berakhir.

Kajian Bestie kemudian ditutup dengan penguatan materi dari para narasumber untuk merangkum seluruh pembelajaran hari itu. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta pembagian bingkisan kepada para peserta.

Salah satu peserta, Kridhaning Yudho Wilutami, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda dari kajian tersebut.

“Kajian ini benar-benar beda. Kami tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar cara berpikir kritis dan berkolaborasi dengan teman-teman sebaya. Rasanya iman benar-benar ter-upgrade,” ujarnya dengan mata berbinar.

Jurnalis Issi Annisa | Penyunting Mohammad Nurfatoni