Feature

Menyusuri Kota Jambi: Pesona Jembatan ‘S’ dan Masjid Seribu Tiang

171
×

Menyusuri Kota Jambi: Pesona Jembatan ‘S’ dan Masjid Seribu Tiang

Sebarkan artikel ini
Jembatan Gentala Arasy yang membentuk huruf ‘S’ (https://paltv.disway.id)

Perjalanan ke Jambi membawa pengalaman luar biasa, dari kebakaran di hotel hingga keindahan Jembatan Gentala Arsy dan Masjid Agung Al-Falah. Kisah tentang ketegangan, keajaiban, dan rasa syukur.

Menyusuri Kota Jambi: Kisah Insiden, Pesona Jembatan ‘S’ dan Masjid Seribu Tiang; Oleh Akhmad Saikhu, ASN Kemenkes dan tinggal di Madiun

Tagar.co – April 2018, saya mengunjungi Jambi dalam rangka memberikan pelatihan riset kesehatan dasar. Ini bukan kali pertama saya ke Kuto Pusako Batuah, tetapi perjalanan kali ini meninggalkan kesan yang begitu mendalam, penuh ketegangan sekaligus keindahan yang tak terlupakan.

Insiden Mencekam di Hotel Novita

Saya dan peserta pelatihan menginap di Hotel Novita Jambi, salah satu hotel ternama di kawasan Pasar Kota Jambi. Namun, siapa sangka, menjelang pagi, pengalaman mencekam menghampiri kami.

Tepat pukul 05.30 WIB, kebakaran hebat melanda hotel. Api dengan cepat menjalar, melahap sebagian besar bangunan. Kepanikan melanda. Suara sirine pemadam kebakaran bersahut-sahutan, sementara para tamu berusaha menyelamatkan diri. Kami pun berjuang mencari jalan keluar di tengah kobaran api yang semakin membesar.

Baca juga: Pasar Terapung Lok Baintan: Sejuta Warna di Atas Sungai

Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat, berjibaku menembus kepulan asap tebal dan panas yang menyengat. Mereka bekerja tanpa lelah, memastikan setiap orang bisa dievakuasi dengan selamat. Meski barang-barang peserta dan logistik riset ludes terbakar, kami bersyukur tidak ada korban jiwa.

Pesona Jembatan ‘S’ Gentala Arsy

Setelah kejadian menegangkan itu, kami mencoba menenangkan diri dengan menikmati senja di Jembatan Gentala Arsy, ikon kebanggaan Kota Jambi yang membentang megah di atas Sungai Batanghari.

Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Sumatra, menawarkan panorama menawan. Senja yang mengubah langit menjadi jingga keemasan memantul di permukaan air, menciptakan pemandangan yang begitu syahdu.

Jembatan ini memiliki desain unik berbentuk meliuk seperti huruf ‘S’ dan membentang sepanjang 500 meter dengan lebar 4,5 meter. Selain sebagai jembatan pedestrian, Gentala Arsy juga memiliki menara jam setinggi 80 meter yang berfungsi sebagai penunjuk waktu salat.

Masjid Al-Falah Jambi yang punya ‘seribu’ tiang. (Foto Jambilink)

Kemegahan Masjid Seribu Tiang

Tidak lengkap rasanya jika ke Jambi tanpa mengunjungi Masjid Agung Al-Falah, yang lebih dikenal sebagai Masjid Seribu Tiang. Keunikan arsitektur masjid ini langsung mencuri perhatian. Meski jumlah tiangnya tidak benar-benar seribu, deretan tiang yang berdiri kokoh menciptakan suasana yang agung dan menenangkan.

Dibangun pada tahun 1971 dan rampung pada 1980, masjid ini tidak memiliki dinding utama seperti masjid pada umumnya, sehingga udara bebas mengalir di dalamnya. Hal ini menciptakan suasana nyaman bagi para jamaah. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Dari Musibah ke Rasa Syukur

Perjalanan ke Jambi kali ini memberi saya pelajaran berharga. Dari ketegangan menghadapi kebakaran hingga ketenangan menikmati pesona kota, semuanya membentuk mozaik pengalaman yang tak terlupakan. Bahwa, di setiap rintangan selalu terselip hikmah dan rasa syukur yang mendalam.

Dan tentu saja, sebelum pulang, saya menyempatkan membeli oleh-oleh khas Jambi: dodol nanas, lempok durian, tempoyak ikan tenggiri, serta batik bermotif Angsa Duo yang menjadi kebanggaan daerah ini. Alhamdulillah! (#)

Madiun 18 Februari 2025

Penyunting Mohammad Nurfatoni