
Ludes dalam sejam, aneka produk makanan dan minuman Market Day perdana SD Mutu Dukun diserbu siswa. Komite bersyukur sekolah mendukung program ini terlaksana dua kali dalam sebulan.
Tagar.co – Puluhan siswa memadati market day SD Mutu Dukun, Sabtu (8/2/2025). Kegiatan di halaman SD Muhammadiyah 1 (SD Mutu) Dukun, Gresik, Jawa Timur, ini digadang-gadang menjadi program unggulan oleh komite sekolah.
Wakasek SD Mutu Dukun Titin Hamidah, S.Pd. menjelaskan, market day terlaksana dalam program Happy Saturday. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa.
“Kegiatan ini juga dapat membantu siswa belajar berinteraksi dengan pelanggan dan mengembangkan keterampilan sosial,” terangnya.
Dalam kegiatan market day ini siswa belajar mempromosikan produk dan melayani pelanggan. Produk yang mereka jual bisa berupa makanan dan minuman. Ada ayam geprek, burger mini, pentol bakar, aneka gorengan, cireng, dan es kopyor.
Menurut Titin, manfaat market day bagi siswa ialah menumbuhkan jiwa enterpreneur dan mengenalkan konsep ekonomi. Selain itu, membentuk karakter siswa, meningkatkan rasa percaya diri, dan memupuk jiwa sosial.
“Program ini juga turut mengembangkan keterampilan praktis, menerapkan pembelajaran interdisipliner, meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta membangun empati dan kepedulian sosial,” imbuhnya.

Kolaborasi
Komite SD Mutu Dukun Marisa Fairuzah menjelaskan maksud progam market day. Yakni kolaborasi antara komite, guru, dan siswa untuk menampilkan entrepreneur class dari wali siswa.
Adapun tujuannya berlangsung di sekolah, sambungnya, memberi kesempatan bagi wali siswa yang mempunyai usaha sehingga membantu perekonomian keluarga. Selain itu, mempererat hubungan antara komite, guru, dan siswa.
“Siswa bisa mengenal aneka makanan dan minuman sehat bergizi yang disajikan oleh komite dan menambah kas komite untuk keperluan ketika sekolah mengadakan kegiatan,” ujarnya.
Marisa mengenang, “Strategi pemasaran kita sebarkan lewat flyer yang kita buat. Harganya terjangkau di kantong siswa.”
Ia bersyukur, pada program perdana tersebut anak-anak sangat antusias. Dalam waktu 1 jam, sudah ludes semua. Adapun omset kotor mencapai Rp. 650 ribu.
Ia mengakui, progam ini sangat membantu komite. “Alhamdulillah mendapat izin dari kepala sekolah untuk mengadakan dua pekan sekali. Awalnya hanya di pekan terakhir saja,” jelas Marisa.
Di balik itu, kata Marisa, anak-anak masih perlu belajar mengantre. “PR buat komite bagaimana anak-anak nanti bisa mengantri dengan tertib,” katanya.
Sumber Pendapatan
Marisa berharap, Market Day dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil untuk sekolah. Selain itu, Marisa berharap program ini meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sekolah.
Di samping itu juga bisa meningkatkan hasil produk UMKM, keterampilan bisnis, serta kesadaran pentingnya kerja sama antara komite sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat dalam mencapai tujuan pendidikan.
“Bisa meningkatkan reputasi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang inovatif dan kreatif serta meningkatkan kesadaran kepada warga sekolah untuk mendukung setiap kegiatan sekolah,” imbuhnya. (#)
Jurnalis Mohammad Hasbi Amirudin Penyunting Sayyidah Nuriyah












