Feature

Jelang Ramadan, Tak Perlu Lagi Debat soal Niat Puasa

41
×

Jelang Ramadan, Tak Perlu Lagi Debat soal Niat Puasa

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim Abdul Basith dalam Pengajian Ahad Pagi di GDM Gresik (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Jika setiap muslim memiliki ilmu yang cukup, maka hal-hal seperti biat puasa ini tidak perlu lagi diperdebatkan.

Tagar.co – Suasana cerah di pagi hari Ahad (2/2/2025) terasa begitu hangat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik. Ratusan jemaah berkumpul untuk mengikuti Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Tema yang diangkat kali ini begitu penting untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang akan segera tiba: Meraih Keberkahan Ramadan dengan Ilmu dan Iman.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Abdul Basith, Lc., M.Pd.I, hadir sebagai pembicara. Dengan gaya humoris dan bahasa Jawa yang mudah dipahami, Ustaz Basith, demikian dia akrab disapa, berhasil memukau peserta. Dia menyampaikan bahwa setiap amalan yang kita kerjakan hendaknya didasari dengan ilmu.

“Cocok dan enak di dunia serta meraih keberkahan di akhirat itu yang kita cari,” ungkapnya. “Apalagi ini menyambut Ramadan, berapa banyak di antara kita masih berdebat soal niat puasa.”

Baca Juga:  52 Siswa SD Almadany Mengikuti TKA 2026

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan Sabtu, 1 Maret 2025

Ustaz Basith mengajak jemaah untuk merenungkan kembali hal-hal mendasar terkait ibadah puasa. Dia mencontohkan perdebatan yang sering muncul mengenai niat puasa, apakah cukup di awal bulan atau harus diulang setiap malam. Menurutnya, jika setiap muslim memiliki ilmu yang cukup, maka hal-hal seperti ini tidak perlu lagi diperdebatkan.

“Jika ada ilmu, kita semestinya tak lagi gundah, hati sudah tenang, karena di antara ulama juga ada perbedaan, hanya saja setiap kita makan sahur, itu dikatakan sudah cukup menjadi niat untuk berpuasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Basith menekankan pentingnya menjaga niat dan perilaku selama menjalankan ibadah. Dia mengingatkan agar tidak merusak pahala kebaikan yang telah dilakukan dengan merendahkan orang lain.

“Jangan sampai kebaikan kita rusak dengan merendahkan orang lain,” pesannya. “Seringkali kita merusak sendiri pahala kebaikan yang sudah kita lakukan, dengan cara yang tidak kita sadari. Menganggap orang lain yang tidak melakukan kebaikan sebagaimana yang kita lakukan dengan cara mencela dan merendahkannya, itu yang merusak pahala kebaikan.”

Baca Juga:  Belajar Berbeda Pendapat tanpa Ribut, Begini Siswa SD Almadany Berdebat

Pengajian Ahad Pagi ini menjadi bekal berharga bagi para jemaah dalam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan. Dengan ilmu dan iman yang kuat, diharapkan mereka dapat meraih keberkahan dan кеbahagiaн di dunia dan akhirat. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni