
Dengki menjauhkan, pemaafan mendekatkan surga. Pelajari kuncinya dalam kisah inspiratif ini!
Tagar.co – Dalam kultum Subuh yang menggugah hati, Samsuddin, S.Pd., mengingatkan tentang bahaya dengki, dosa pertama yang tercatat di muka bumi. Dia juga menekankan pentingnya sifat pemaaf sebagai amalan sederhana yang dapat mengantarkan seorang hamba menuju surga.
Kultum ini disampaikan di hadapan para peserta Baitul Arqam Guru dan Karyawan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebomas pada Jumat (31/1/2025) di Royal Tretes View Hotel and Convention, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Baca juga: Bekerja Maksimal untuk Allah: Spirit Baru Guru dan Karyawan Muhammadiyah Kebomas
Samsuddin, yang juga merupakan guru Al-Islam di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), mengawali kultumnya dengan kisah perseteruan antara Qabil dan Habil, putra Nabi Adam AS. “Bisikan iblis memicu rasa iri dan dengki di hati Qabil, yang akhirnya mendorongnya untuk membunuh Habil,” ungkapnya.
“Sungguh, kedengkian dapat merusak segala kebaikan dan sangat berbahaya,” tegas Samsuddin. Dia kemudian mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, “Jauhkanlah dirimu dari hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
Kisah Sahabat: Bukti Nyata Kekuatan Pemaaf
Untuk memperkuat pesannya, Samsuddin menceritakan kisah inspiratif tentang seorang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah Saw. Dikisahkan, Rasulullah Saw pernah bersabda di hadapan para sahabat, “Sebentar lagi akan datang seseorang yang akan dijamin masuk surga oleh Allah Swt.”
Kejadian ini berulang hingga tiga hari, dan setiap kali Rasulullah bersabda, seorang pria yang sama muncul. Hal ini membuat Abdullah bin Amr penasaran dan ingin mengetahui amalan rahasia pria tersebut. Dengan sebuah alasan, Abdullah pun menginap di rumah pria itu selama tiga hari.
Selama menginap, Abdullah bin Amr tidak menemukan amalan ibadah yang istimewa. Pria itu bahkan jarang melaksanakan salat malam. Hanya saja, ia rajin berzikir menjelang tidur.
Akhirnya, Abdullah bin Amr pun mengungkapkan maksud kedatangannya yang sebenarnya. Dengan rendah hati, pria itu menjawab, “Aku memang tidak punya amalan khusus, hanya saja aku selalu berusaha memaafkan mereka yang menyakitiku, baik sengaja maupun tidak sengaja, serta menghilangkan rasa benci, iri, dan dengki kepada semua orang.”
Pesan Utama: Jauhi Dengki, Raih Surga
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa memaafkan dan menjauhi dengki adalah amalan yang luar biasa di hadapan Allah Swt. Melalui dua kisah tersebut, Samsuddin ingin menegaskan pentingnya menjauhi sifat dengki dan menumbuhkan sifat pemaaf sebagai kunci untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
“Dengan menjauhi dengki dan memupuk sifat pemaaf, kita tidak hanya menciptakan kedamaian dalam hati, tetapi juga membuka jalan menuju surga yang dijanjikan Allah Swt,” kata Samsuddin menutup kultumnya. (#)
Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni












