Feature

UMC Kagum dengan Penerapan Poin Ke-4 SDGs di SD Muhammadiyah 16 Surabaya

50
×

UMC Kagum dengan Penerapan Poin Ke-4 SDGs di SD Muhammadiyah 16 Surabaya

Sebarkan artikel ini
Sharing dan diskusi pendidikan bersama kepala sekolah dan Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (Tagar.co/Agus Mulyadi)

UMC terkejut! SD Muhammadiyah 16 Surabaya terapkan SDGs poin 4 dengan gemilang. Pendidikan inklusif dan berkualitas diwujudkan nyata di Sekolah Kreatif Baratajaya ini.

Tagar.co – Kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) ke Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya pada 22 Desember 2025, memberikan kejutan tersendiri. Pasalnya, sekolah ini dinilai telah secara langsung mendukung poin ke-4 dari Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata.

Kunjungan ini berawal dari surat mandat dan pemberitahuan yang diterima Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya pada tanggal 20 Desember 2025. Surat tersebut menginformasikan rencana kunjungan KKL dari UMC beserta jumlah mahasiswa dan dosen pendamping. Agenda kunjungan difokuskan pada pembelajaran terkait 12 komponen pendidikan.

Baca juga: Alunan Angklung dan Aksi Wushu Sambut Mahasiswa Cirebon di SD Muhammadiyah 16 Surabaya

Kedatangan rombongan mahasiswa dan dua dosen UMC pagi ini disambut hangat oleh guru dan siswa sekolah. Sambutan meriah ditampilkan melalui persembahan Wushu dan assembly music yang melibatkan vokal, angklung, pianika, gitar, serta story telling.

Setelah sesi penyambutan, peserta KKL diarahkan ke ruang pertemuan untuk mengikuti sesi sambutan dari Kepala Sekolah dan Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), dilanjutkan dengan sesi sharing dan diskusi.

Baca Juga:  Sekolah Kreatif Baratajaya Perkuat Manhaj Muhammadiyah di Ruang Pendidikan

“Terima kasih atas kedatangan ibu-ibu dosen dan mahasiswa di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya. Semoga kedatangan rekan-rekan mahasiswa menjadi pengalaman belajar yang berkah serta ilmunya bermanfaat kedepannya,” ujar Suyono S.Si, kepala sekolah, dalam sambutannya.

Heru Tjahjono, perwakilan TIPS, menjelaskan latar belakang berdirinya Sekolah Kreatif sebagai upaya memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak dalam memperoleh pendidikan, serta berinovasi dan meningkatkan kualitas serta layanan pendidikan.

Tim Tour Leader dari siswa kelas 6 mendampingi tamu saat observasi kelas (Tagar.co/Agus Mulyadi)

Mendukung Program PBB

Sesi diskusi berlangsung antusias, di mana para mahasiswa aktif melontarkan pertanyaan. “Saya salut dengan sekolah ini karena secara langsung mendukung SDGs poin ke-4 dari program PBB, yaitu pendidikan kesetaraan dan menyeluruh bagi semua,” ungkap Diana Yusdiana M.Pd, salah satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UMC.

Usai diskusi, mahasiswa melakukan observasi ke kelas-kelas dan berinteraksi dengan koordinator bidang. Mereka terkesan dengan kolaborasi dan kerja sama yang terjalin di dalam kelas.

Mirna Safitri, salah seorang mahasiswa, mengungkapkan kekagumannya terhadap program pendidikan reguler dan inklusi yang berjalan selaras di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya. “Para siswa terlihat enjoy dan tidak terlihat ada sekat satu sama lain. Para pengajar juga melakukan pendampingan dengan penuh perhatian,” tambahnya.

Baca Juga:  Pawai Tarhib Ramadan, Siswa Sekolah Kreatif Tunjukkan Poster Karya Sendiri

Kunjungan KKL ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa UMC tentang implementasi pendidikan inklusif dan kontribusi nyata sebuah lembaga pendidikan dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya dalam menerapkan poin ke-4 SDGs diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di Indonesia. (#)

Jurnalis Agus Mulyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni