Feature

Dua Srikandi Debat Indonesia Ukir Prestasi Gemilang di WUDC 2025

45
×

Dua Srikandi Debat Indonesia Ukir Prestasi Gemilang di WUDC 2025

Sebarkan artikel ini
Tim Indonesia di ajang World Universities Debating Championship (WUDC) yang dihelat di Panama City, Panama, dari 27 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025

Dua Srikandi debat Indonesia ukir prestasi demilang di WUDC 2025 di Panama. Kompetisi yang diikuti oleh 229 tim dari 111 perguruan tinggi di 40 negara ini menggunakan format debat Parlemen Inggris.

Tagar.co – Awal tahun 2025 dibuka dengan kisah inspiratif dari kancah debat internasional. Dua srikandi muda Indonesia, Jennifer Marcellyn Cen dan Rachel Chen, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang World Universities Debating Championship (WUDC) yang dihelat di Panama City, Panama, dari 27 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025. Tak tanggung-tanggung, mereka menyabet gelar English as Foreign Language (EFL) Champion dan EFL Finals Best Speaker.

Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Jennifer juga dianugerahi Boby Andika Ruitang Award sebagai EFL Finals Best Speaker. Sebuah pencapaian yang membanggakan, mengingat Boby Andika Ruitang adalah pendebat legendaris Indonesia yang juga pernah berjaya di ajang WUDC.

“Selamat atas raihan prestasinya pada ajang WUDC di Panama. Perjuangan kalian sungguh luar biasa, mulai dari mengikuti ajang talenta nasional lalu ke tahap pembinaan hingga pulang meraih prestasi membanggakan,” ucap Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, dengan bangga saat menyambut kedatangan tim Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/1/25).

Baca Juga:  Menimbang Hidup dengan Al-Asr, Pesan Subuh Abdul Mu’ti di Lhokseumawe

Irene menjelaskan keberhasilan ini merupakan buah dari sistem pembinaan talenta yang komprehensif. “Pembinaan ajang talenta internasional merupakan upaya penting dalam mengembangkan prestasi peserta didik. Para peserta didik dijaring dari ajang talenta nasional lalu difasilitasi pembinaan dan dipersiapkan secara matang untuk berprestasi di tingkat internasional,” tegasnya, dikutip dari siaran pers Biro Kerja Sama dan Humas Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co Rabu (8/1/25) malam.

Baca juga: Kemendikdasmen dan UNFPA Berkolaborasi untuk Pendidikan Kesehatan Reproduksi yang Lebih Baik

Dua tim yang mewakili Indonesia di WUDC 2025 adalah Jennifer Marcellyn Cen dan Rachel Chen dari Universitas Bina Nusantara (Binus) serta Fransiska Anastasia Hutabarat dan Ramazan Bayram Sofiano dari Universitas Kristen Indonesia (UKI). Mereka adalah para jawara National University Debating Championship (NUDC) tahun 2024 yang telah melewati seleksi ketat dan pembinaan intensif dari Puspresnas.

Perjuangan tim Indonesia di Panama tidaklah mudah. Tengku Omar Azfar Haqqani dari English Speaking Union (ESU) Universitas Padjajaran yang mendampingi tim debat Indonesia selama kompetisi, menuturkan, “Tim Universitas Bina Nusantara menjadi EFL Champion setelah di babak final mengalahkan tim Rosario University D (Colombia), University of Sao Paulo (Brazil) A, dan Instituto Tecnológico de Estudios Superiores Monterrey (TEC CEM Meksiko).”

Baca Juga:  Mendikdasmen: Pendidikan Harus Memuliakan Manusia, Guru Jadi Pilar Utama

Bagi Jennifer, kemenangan ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan. “Tentu sangat senang atas raihan prestasi di WUDC. Saya berterima kasih kepada Puspresnas atas kesempatan yang diberikan sehingga kami bisa meraih EFL Champion,” ungkapnya dengan penuh syukur. “Pengalaman ini menjadi motivasi kami untuk terus berprestasi,” tambahnya, semangatnya terpancar jelas.

Rekan setimnya, Rachel, juga berbagi cerita tentang tantangan yang mereka hadapi. “Tantangannya bertemu tim dari negara-negara berbeda yang bahasa Inggrisnya sangat lancar. Dengan kepercayaan diri, kami akhirnya bisa meraih penghargaan EFL Champion,” ujarnya. Di babak penyisihan, Jennifer dan Rachel harus beradu argumen dengan 27 tim dari 13 negara, sementara tim UKI menghadapi 27 tim dari 12 negara.

WUDC 2025 di Panama diikuti oleh 229 tim dari 111 perguruan tinggi di 40 negara. Kompetisi ini menggunakan format debat Parlemen Inggris, di mana setiap tim harus melewati sembilan babak penyisihan sebelum melaju ke babak final.

Keberhasilan Jennifer dan Rachel di kancah internasional ini menjadi bukti nyata bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di tingkat global. Semoga kisah sukses mereka dapat menginspirasi generasi muda lainnya unt)uk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa. (#)

Baca Juga:  Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Atasi Kekurangan Guru

Penyunting Mohammad Nurfatoni