Feature

Heaven Hell Jadi Obat di English Camp SD Musix

57
×

Heaven Hell Jadi Obat di English Camp SD Musix

Sebarkan artikel ini
Peserta English Camp SD Musix Surabaya sedang memainkan ice breaking Heaven Hell (Tagar.co/Basirun)

Ice breaking Heaven Hell menjadi obat di English Camp SD Muhammadiyah 6 Surabaya ketika peserta mulai jenuh

Tagar.co โ€“ Suasana ceria dan tawa riuh mewarnai kegiatan English Camp siswa SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya di Kampung Inggris, Pare, Kediri,Jawa Timur Sabtu (28/12/2024).

Sebuah permainan sederhana namun efektif, ice breaking ‘Heaven Hell’, berhasil mengembalikan semangat belajar para peserta yang mulai tampak jenuh.

Setelah beberapa jam berkutat dengan materi pelajaran Bahasa Inggris, beberapa peserta mulai menunjukkan tanda-tanda kebosanan.

Instruktur Bahasa Inggris, Tika Wulansari, sempat mengingatkan para siswa untuk fokus. ” Come on! Pay attention to the board, don’t just talk! (Ayo perhatikan ke papan tulis, jangan bicara saja),” serunya.

Menyadari situasi tersebut, Miss Tika, sapaan akrabnya, dengan sigap mengambil inisiatif. Ia mengajak para siswa untuk bermain ice breaking ‘Heaven Hell’.

“Sekarang kita akan bermain, ice breaking Heaven Hell,” ujar gadis kelahiran Kediri ini, membangkitkan rasa ingin tahu para peserta.

Miss Tika kemudian menjelaskan aturan permainan yang cukup sederhana namun mengasyikkan. Para siswa berbaris membentuk lingkaran, lalu bersama-sama mengucapkan ‘Heaven’ dan ‘Hell’ sambil menggerakkan tangan. Tangan kanan diangkat saat mengucapkan ‘Heaven’, dan tangan kiri saat mengucapkan ‘Hell’.

“Ketika ‘Heaven Hell’ selesai diucapkan, permainan dimulai,” jelasnya. Saat tangan kanan diangkat, setiap peserta harus menyebutkan namanya sendiri.

Sebaliknya, saat tangan kiri diangkat, mereka harus menyebutkan nama teman secara acak. Konsekuensinya, jika teman yang dipanggil namanya tidak menjawab, ia akan mendapat hukuman.

“Apa hukumannya?” tanya seorang siswa, sambil menunjukkan botol bedak.

“Ditaburi bedak wajahnya!” jawab peserta kelas III dan IV hampir serempak, disambut tawa kecil.

Permainan pun dimulai. Antusiasme dan kegembiraan terpancar dari wajah para siswa. Suasana yang tadinya mulai lesu seketika berubah menjadi penuh semangat. Tak jarang, peserta yang kurang konsentrasi harus menerima hukuman taburan bedak.

Setelah beberapa putaran, terlihat jelas perbedaan ekspresi antara peserta yang berhasil fokus dan yang beberapa kali melakukan kesalahan. Miss Tika kemudian menantang mereka, “Ayo! Siapa yang paling banyak dapat bedak, berdiri!”

Tanpa ragu, tiga siswa, Nalendra Keano Harun Arasyid (kelas IV-B), Naufal Hafiz Ramadhan (kelas III-B), dan Arjuna Noa Indarto (kelas IV-A), maju ke depan dengan sedikit malu-malu, disambut gelak tawa teman-temannya. Momen ini menjadi penutup yang manis dan berkesan dari sesi ice breaking ini.

Permainan sederhana ini terbukti efektif dalam memecah kebosanan dan membangkitkan kembali semangat belajar para peserta English Camp. Tawa dan kebersamaan yang tercipta melalui “Heaven Hell” menjadi energi positif bagi mereka untuk melanjutkan kegiatan belajar dengan lebih antusias. (#)

Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni