Feature

Wakaf Rumah, Lalu Rezeki Mengalir Tak Diduga

35
×

Wakaf Rumah, Lalu Rezeki Mengalir Tak Diduga

Sebarkan artikel ini
Wakaf rumah untuk TPQ lalu merasakan nikmat Allah mengalir tak berhenti berupa rezeki, kesehatan, dan anak-anak saleh.
Sudiharto, kanan, dan amil Lazismu Lumajang Kuswantoro. (Tagar.co/Kuswantoro)

Wakaf rumah untuk TPQ lalu merasakan nikmat Allah mengalir tak berhenti berupa rezeki, kesehatan, dan anak-anak saleh.

Tagar.co – Tepat pukul 08.30 WIB, seorang amil dari Lazismu Lumajang datang berkunjung ke rumah Sudiharto. Pria berusia 60 tahun itu tinggal di Jalan Pasar Hewan, Jogotrunan, Lumajang.

Pagi itu, Jumat, 8 Agustus 2025, suasana rumah tampak tenang. Begitu mendengar salam dari depan pintu, Sudiharto keluar dan menyambut hangat.

”Mari, Mas, masuk,” ucapnya mempersilakan tamunya ke ruang tamu.

“Dari mana saja ini tadi?” tanyanya.

“Biasa, Pak. Habis keliling ambil zakat dari beberapa donatur,” jawab sang amil Lazismu Lumajang.

Sudiharto mengangguk dan tersenyum kecil. “Sudah saya tunggu mulai kemarin,” ujarnya.

Di tengah obrolan ringan itu, amil bertanya, “Bapak tidak pernah ke Kunir?”

“Sering ke sana. Nyambangi anak-anak TPQ. Sekarang juga sudah ada dua anak yatim yang jadi binaan.”

Ia lalu bercerita tentang rumahnya di Kunir Kidul, Jalan Veteran Nomor 54. Rumah itu telah ia wakafkan kepada Muhammadiyah sejak tahun 2022.

Baca Juga:  MDMC Lumajang Gelar Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan

Kini telah menjadi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan diasuh oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kunir.

“Anak saya juga sering berkunjung ke sana. Rumahnya memang dekat,” tambahnya.

Sudiharto mengaku bersyukur karena rumah wakaf itu kini dirawat dan dikelola dengan baik. Baginya, itu bukan sekadar aset yang diwakafkan, tapi bagian dari ikhtiar hidup untuk meninggalkan jejak kebaikan yang berumur panjang sampai akhirat

Ia pun mengenang momen saat menyerahkan rumah wakaf tersebut.

“Sertifikatnya sudah saya serah terimakan waktu itu, pas acara halalbihalal Muhammadiyah,” katanya.

Dalam percakapan itu, Sudiharto menceritakan sesuatu yang selalu diingatnya. “Setelah saya mewakafkan rumah itu, ternyata janji Allah itu benar adanya. Rezeki terus mengalir dari jalan yang tidak disangka-sangka,” ucapnya dengan nada mantap.

Ia lalu mengutip isi Al-Qur’an yang selama ini menjadi pegangan keyakinannya. Surah Al-Hadid ayat 7: ۞ آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَأَنفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan infakkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya), bagi mereka pahala yang besar.

Sudiharto kemudian menambahkan, bahwa nikmat yang ia rasakan tak berhenti pada kelancaran rezeki semata.

Baca Juga:  Semangkuk Bakso Menghangatkan Jemaah Jumat

”Anak-anak saya juga jadi orang-orang yang bermanfaat. Yang nomor dua sekarang sudah kerja di RSUD dr. Haryoto dan sudah diangkat PPPK. Saya sangat bersyukur sekali,” ujarnya.

Ia melanjutkan dengan suara agak bergetar, “Dan yang mbarep sekarang ada di Tuban. Yang bikin saya terharu, anak mbarep saya, Hendra Kurniawan, sudah aktif menjadi anggota Muhammadiyah di Cabang Muhammadiyah Jatirogo, Tuban. Alhamdulillah bisa berjuang melalui Muhammadiyah.”

Sebelum amil pamit, Sudiharto sempat berpesan.

”Mas, nanti kalau ketemu bapak-bapak Pimpinan Daerah Muhammadiyah, sampaikan ya. Saya minta fotokopinya. Saya jadikan arsip, supaya ke depan anak-cucu keturunan saya punya catatan sejarah tentang tanah wakaf itu.”

Ia lalu menambahkan, “Kelak di kemudian hari, apa yang saya lakukan ini bisa dicontoh anak-cucu saya juga.”

Sudiharto bukan hanya muzaki Lazismu. Ia juga seorang pewakaf. Tanpa banyak bicara, ia telah menanam amal jariyah yang kini tumbuh menjadi manfaat bagi banyak orang.  (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto