Feature

UMM Terangi Negeri dengan Energi Terbarukan

26
×

UMM Terangi Negeri dengan Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
Salah satu program PLTS UMM yang bermanfaat bagi masyarakat (Foto Humas UMM)

UMM terangi negeri dengan energi terbarukan. Kisah perjalanan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dari Kampus Putih

Tagar.co – Di tengah hiruk pikuk Kota Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bergerak dalam senyap, merintis jalan menuju masa depan yang lebih terang. Bukan hanya terang dalam arti harfiah, tetapi juga terang dalam visi keberlanjutan.

Melalui tangan-tangan terampil di Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UMM mengibarkan panji-panji Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Sejak 2012, UMM telah menjadikan EBT sebagai fokus utama, selaras dengan roadmap penelitian kampus dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Kini, jejak-jejak inovasi itu mulai terlihat nyata.

Masjid Cheng Ho di Gua Cina, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang dulunya kerap gelap gulita karena jauh dari jangkauan listrik PLN, kini telah dialiri cahaya dari PLTS. Begitu pula dengan Masjid Ahmad Dahlan di Karangploso, Wagir, Kabupaten Malang, serta SMP Negeri 21 dan 24 Malang. Bahkan, Kampus 3 UMM sendiri telah menjadi etalase nyata dari penerapan teknologi ramah lingkungan ini.

Baca Juga:  Aisyiyah Jatim Ajak Umat Hadirkan Islam yang Kontekstual

“Kami ingin menjadikan UMM sebagai ikon pengembangan energi terbarukan, terutama di sektor PLTS dan PLTB,” ungkap Wakil Dekan I Fakultas Teknik UMM, Machmud Effendy, ST, M.Eng., dengan nada penuh semangat.

Solusi Masalah Minimnya Listrik

Pemilihan lokasi-lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Daerah-daerah ini seringkali dihadapkan pada permasalahan ketidakstabilan listrik. “Di Masjid Cheng Ho misalnya, listrik sering mati karena jaraknya jauh dari transmisi PLN. Dengan adanya PLTS ini, kebutuhan listrik untuk pompa air dan penerangan dapat terpenuhi tanpa kendala,” lanjutnya, dikutop dari siaran pers yang diterima Tagar.co, Jumat (3/1/25) petang

Perjalanan UMM dalam mengembangkan PLTS dan PLTB ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM, serta CSR PT Multi Sarana Infrastruktur (BUMN) turut andil dalam pendanaan proyek ini. Sementara itu, mitra Center of Excellence (CoE) PLTS Teknik Elektro UMM, PT. Blue Energy, menjadi inisiator utama, berperan penting dalam pengadaan dan pemasangan panel surya.

Baca Juga:  Inspirasi Isra Mikraj: Salat sebagai Kompas Kesadaran

Baca juga: Dari Sampah Dapur Jadi Emas Hijau: Agroteknologi UMM Tanamkan Cinta Bumi

Keunggulan PLTS, terutama untuk lokasi terpencil, memang tak terbantahkan. “Teknologi ini bersifat off-grid sehingga tidak memerlukan izin dari PLN, instalasinya sederhana, dan tidak membutuhkan infrastruktur besar seperti bendungan atau pipa. Cukup dengan memasang panel, sistem sudah dapat berfungsi,” jelas Machmud. Kepraktisan inilah yang membuat PLTS mudah diadopsi di berbagai tempat.

Bukan hanya mudah dipasang, PLTS juga dirancang untuk efisiensi jangka panjang. Panel surya mampu bertahan hingga 20 tahun dengan perawatan sederhana, cukup dibersihkan setiap enam bulan sekali. Baterai pada PLTS pun memiliki masa pakai 4-5 tahun dan dilengkapi dengan sistem manajemen baterai untuk memperpanjang umur pakainya.

Lebih dari sekadar menerangi, UMM memiliki harapan besar dari proyek ini. “Kami ingin teknologi ini dikembangkan di masjid-masjid lain, pondok pesantren, atau puskesmas, sehingga energi terbarukan bisa digunakan lebih luas,” tutur Machmud. Sebuah visi mulia yang sejalan dengan cita-cita UMM untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan melalui inovasi teknologi, serta seiring dengan visi pemerintah Indonesia terkait transisi energi.

Baca Juga:  UMM Jadi Mitra Unesco dalam Misi Pelestarian Air Global

Kisah perjalanan PLTS dan PLTB dari Kampus Putih UMM ini adalah bukti nyata bahwa inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak, membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih terang, bertenaga, dan berkelanjutan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni