Rileks

Tuntaskan Liburan Nikmati Panorama Gunung Kelud

32
×

Tuntaskan Liburan Nikmati Panorama Gunung Kelud

Sebarkan artikel ini
Tuntaskan liburan nikmati panorama Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang. Panorama kawah yang masih aktif, taman bunga, jembatan kaca, dan jalur pendakian ringan
Tadabur alam keluarga, tuntaskan liburan nikmati panorama Gunung Kelud (Tagar.co/Agus Fawaid)

Tuntaskan liburan nikmati panorama Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang. Panorama kawah yang masih aktif, taman bunga, jembatan kaca, dan jalur pendakian ringan

Tagar.co – Sehari sebelum libur semester usai, pengunjung masih memadati kawasan Gunung Kelud. Banyak rombongan keluarga melakukan tadabur alam di lokasi wisata ini, Ahad (13/7/2025). Salah satunya keluarga Yahya Mustofa, warga Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Tadabur alam adalah kegiatan merenungi dan mengambil pelajaran dari ciptaan Allah SWT di alam semesta. Dalam Islam, tadabur alam menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan memperkuat kesadaran spiritual dengan melihat langsung keindahan dan kebesaran ciptaan-Nya. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat lebih bersyukur dan menjaga amanah berupa alam yang telah diberikan.

Keluarga Yahya Mustofa memilih Gunung Kelud sebagai tujuan karena menawarkan panorama alam yang luar biasa. Dengan ketinggian puncak 1731 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini bisa menjadi sarana edukatif bagi keluarga.

Gunung Kelud terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, tepatnya di Jalan Raya Tulungrejo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Gunung Kelud dikenal dengan kawah aktifnya yang mempesona serta jalur wisata yang terkelola dengan baik. Selain panorama kawah, kawasan ini juga menawarkan wisata alam lain. Ada taman bunga, jembatan kaca, dan jalur pendakian ringan.

Baca Juga:  Menilik Potensi Calon Murid di TK Alam Al-Ghifari

Refleksi Diri dan Bangun Kekompakan

Menurut Yahya, keluarganya menggagas kegiatan ini sebagai bagian dari penyegaran jasmani dan rohani. Penyegaran sebelum seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak, kembali bersekolah setelah libur panjang semester. Keluarga ini memilih waktu pelaksanaan pada Ahad karena bertepatan dengan hari libur dan satu hari sebelum aktivitas sekolah kembali dimulai.

“Dengan tadabur alam ini, kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa liburan tidak hanya untuk bersenang-senang. Liburan juga bisa menjadi sarana mengenal kebesaran Allah melalui alam ciptaan-Nya. Gunung Kelud ini luar biasa, indah dan menenangkan. Cocok sekali untuk refleksi diri dan membangun kekompakan keluarga,” ujar Yahya Mustofa yang akrab disapa Yahya.

Selama kegiatan berlangsung, mereka menyempatkan diri berjalan kaki menyusuri jalur wisata, dan menikmati udara segar pegunungan. Mereka juga berdiskusi ringan mengenai fenomena alam yang mereka temui. Tidak hanya menjadi ajang liburan, kegiatan ini juga mempererat ikatan antar anggota keluarga serta menjadi momen mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Gunung Kelud ini suasananya sejuk, pemandangannya memukau, dan membuat semangat kebersamaan yang tinggi. Tadabur alam ke Gunung Kelud menjadi pengalaman tak terlupakan bagi semua yang terlibat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin keluarga di masa-masa mendatang,” ungkapnya. (#)

Baca Juga:  Menanam Cinta Masjid sejak Dini dari Replika Masjid Nabawi di Blitar

Jurnalis Agus Fawaid. Penyunting Sugiran.