Feature

Tonggak Baru dalam Sejarah, Nasyiah Belajar Peran Politik di Parlemen

24
×

Tonggak Baru dalam Sejarah, Nasyiah Belajar Peran Politik di Parlemen

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari (kiri) saat memberikan prakata pada Kunjungan Parlemen Nasyiah ke DPR RI (Dokumentasi PPNA for Tagar.co)
Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari (kiri) saat memberikan prakata pada Kunjungan Parlemen Nasyiah ke DPR RI (Dokumentasi PPNA for Tagar.co)

Tonggak baru dalam sejarah, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah mengajak kader-kadernya belajar politik langsung di parlemen. Kunjungan ini diterima Putri Zulkifli Hasan dan Surya Utama dari Fraksi PAN DPR RI.

Tagar.co – Laki-laki dan perempuan berbatik biru menyambut ramah kedatangan kader Nasyiatul Aisyiyah di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) pada Jumat (14/2/2025).

Mereka berdua adalah Putri Zulkifli Hasan dan Surya Utama atau yang lebih dikenal sebagai Uya Kuya. Putri Zulhas merupakan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), sementara Uya Kuya adalah anggota DPR RI Komisi IX.

Hari itu, kader Nasyiatul Aisyiyah melakukan kunjungan parlemen sebagai rangkaian agenda Sekolah Politik Nasyiatul Aisyiyah. Acara diikuti oleh perwakilan kader dari wilayah Se-Indonesia. Kunjungan diterima oleh Putri Zulkifli Hasan dan Surya Utama atau yang lebih dikenal sebagai Uya Kuya.

Dalam audiensi itu, Putri Zulfkifli Hasan mengaku merasa terhormat atas kehadiran kader Nasyiah ke Senayan. Pada kesempatan tersebut, Putri juga menekankan keterwakilan perempuan dalam parlemen di legislatif sangat penting.

Baca Juga:  DANA dan Pertaruhan Ideologi Kader Nasyiatul Aisyiyah

“Memahami politik itu penting untuk memahami bagaimana kebijakan dibuat. Tapi terjun langsung itu sangat penting untuk menyuarakan kebutuhan perempuan,” tegasnya.

Menurut Putri, jumlah perempuan di parlemen saat ini masih di bawah 30 persen. Sehingga kader Nasyiatul Aisyiyah memiliki modal penting jika ingin mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.

“Nyaleg tentu butuh modal, tapi bergaul dan berorganisasi adalah modal tersendiri, itu sudah basis konstituen,” ungkap Putri.

Di samping topik politik, Putri juga berbagi inspirasi tentang independensi perempuan. Menurutnya, perempuan harus memiliki penilaian yang tinggi dan penghargaan terhadap diri sendiri.

“Karena anak-anak hebat lahir dari seorang perempuan hebat. Maka saya menekankan pentingya berkarya, yang kelak akan dicontoh oleh anak-anak kita,” ucapnya.

Kunjungan parlemen dan sekolah politik ini, menjadi tonggak baru atau inovasi baru program Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2022-2026.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari menyebut, aktivitas ini diikuti oleh peserta-peserta pilihan.

“Di antaranya pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif (nyaleg) dan atau memiliki minat khusus untuk menjadi legislator,” tutur Ariati saat mendampingi kegiatan kunjungan parlemen.

Baca Juga:  Berorganisasilah Secara Kafah, Jangan Hanya Hitung Matematika Dunia

Ariati mengatakan, kunjungan parlemen seperti ini adalah waktu yang sangat tepat untuk belajar soal peran perempuan di jajaran legislatif. Karena menurutnya, kebijakan yang disusun oleh pemerintah kadangkala sangat maskulin. (#)

Jurnalis Isnatul Chasanah Penyunting Nely Izzatul