
Guru Bimbingan Konseling (BK) SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik membagikan strategi belajar menyenangkan dan edukasi adab menuntut ilmu guna memotivasi siswa kelas III dan IV mengawali semester genap dengan penuh semangat.
Tagar.co — Mengawali hari pertama masuk sekolah pada semester II, Senin, 5 Januari 2026, SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) menggelar kegiatan Back to School. Salah satu agenda hari perdana ini berupa program “Bimbingan Konseling (BK) Mengajar”.
Dua narasumber dari unit Bimbingan Konseling (BK), Sayyidah Nuriyah, S.Psi. dan Dwi Apriliah Pratiwi, S.Psi., mengajar siswa kelas III dan IV. Mereka mengawali sesi dengan pemantik berupa pernyataan interaktif untuk menguji komitmen belajar siswa.
“Kalau menurut anak-anak salah, silangkan tangan sambil bilang no. Kalau menurut kalian benar, teriak yes sambil tepuk tangan ya,” tutur Sayyidah di hadapan para siswa yang duduk berbaris rapi di Sport Center Mugeb Primary School.
Ketika Sayyidah melontarkan pernyataan “belajar cukup di sekolah saja”, para siswa secara serentak menyatakan ketidaksetujuan mereka. Reaksi spontan ini menunjukkan pemahaman awal siswa bahwa belajar merupakan proses berkelanjutan yang melampaui batas ruang kelas.
Dalam sesi tanya jawab, siswi kelas III Dubai, Kiyasa Khalwa Hibatillah, membagikan kiat pribadinya dalam menjaga stamina belajar. Ia menyarankan teman-temannya untuk beristirahat sejenak sepulang sekolah sebelum melanjutkan belajar setelah waktu magrib. Kiyasa juga menambahkan, mencuci muka merupakan cara efektif untuk mengatasi rasa kantuk saat belajar.
Para siswa menjelang siang itu, terus diajak berpikir kritis dengan menelaah beberapa pemahaman yang keliru. Misalnya, kalau tidak paham, pura-pura paham biar kelihatan keren. Di sini, ia mendorong para siswa untuk lebih berani bertanya.

Strategi Belajar Menyenangkan dan Adab
Sayyidah dan Tiwi, sapaan akrab kedua konselor tersebut, menekankan bahwa suasana belajar yang menyenangkan sangat penting dalam menunjang proses belajar. Perasaan senang dapat menumbuhkan sikap pantang menyerah, keberanian untuk bereksperimen, serta membantu penyerapan ilmu secara lebih optimal ke dalam memori siswa.
Tiwi lantas membagikan beberapa metode belajar menyenangkan kepada siswa. Pertama, belajar sambil melakukan gerakan kecil yang tidak mengganggu orang lain. Kedua, menggunakan media gim edukatif agar materi lebih mudah terserap.
Ketiga, belajar sembari mendengarkan musik yang menenangkan atau menghafal dengan melagukan materinya. Keempat, belajar bersama rekan sebaya atau melalui metode bercerita.
Selain teknik belajar, Tiwi juga menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan para siswa untuk meluruskan niat belajar sebagai bentuk ibadah. Tiwi juga meminta siswa menyimak penjelasan guru dengan saksama, berani mengajukan pertanyaan, serta menjunjung tinggi kejujuran dengan tidak menyontek saat ujian.
Sayyidah mengungkap, program tersebut bertujuan memotivasi siswa agar lebih semangat menempuh proses pembelajaran di semester genap. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa dapat menjalani semester dua dengan penuh optimisme dan integritas tinggi. “Kami meyakini, pondasi mental yang kuat di awal semester akan menentukan keberhasilan akademik siswa hingga akhir tahun ajaran nanti,” pungkasnya. (#)
Jurnalis Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy Penyunting Sayyidah Nuriyah












