Feature

Tangis dan Tawa Warnai Pelepasan Siswa SMP Meka

34
×

Tangis dan Tawa Warnai Pelepasan Siswa SMP Meka

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Meka Muhammad Taufiqqurrohman saat menyematkan tanda kelulusan, Selasa (10/6/2025). (Tagar.co/Aniwati)

Malam perpisahan dan pelepasan siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 6 Krian di Hotel Asida, Batu, dipenuhi suasana haru, gelak tawa, dan kenangan tak terlupakan. Akhir manis untuk awal baru yang menjanjikan.

Tagar.co – Suasana haru, bangga, dan bahagia menyelimuti malam pelepasan siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 6 Krian (SMP Meka), Sidoarjo, Jawa Timur, yang digelar pada Selasa malam, 10 Juni 2025, di Hotel Asida, Kota Batu. Acara yang berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 23.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh siswa kelas 9, jajaran guru, karyawan, dan pimpinan sekolah.

Acara dibuka dengan sambutan antusias dari pembawa acara. Kepala SMP Muhammadiyah 6 Krian, Muhammad Taufiqqurrohman, M.Pd., menyampaikan pesan hangat dalam sambutannya. Ia mengapresiasi perjuangan para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMP Meka—sebutan akrab sekolah tersebut.

Baca juga: Mengabdi hingga Ujung Waktu: Pelepasan Purnabakti Dua Guru SMP Meka Mengharukan

“Pelepasan ini bukanlah akhir, tetapi gerbang awal menuju perjalanan yang lebih besar. Teruslah menanamkan nilai-nilai akhlak, semangat belajar, dan kebanggaan sebagai lulusan Muhammadiyah dalam setiap langkah kalian ke depan,” ujar Taufiqqurrohman penuh semangat.

Baca Juga:  Jaga Spirit Ramadan Sepanjang Tahun

Setelah sambutan, acara berlanjut ke momen penyematan simbolis kelulusan. Satu per satu siswa dipanggil ke panggung dan menerima tanda kelulusan dari kepala sekolah. Sorak bangga dan tepuk tangan hangat mengiringi prosesi ini, menjadi puncak kebahagiaan malam itu.

Kemudian diumumkan deretan siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas capaian luar biasa mereka selama di bangku SMP.

Siswa siswi SMP Meka beserta para guru dalam acara pelepasan di aula hotel Asida, Selasa (10/6/2025). (Tagar.co/Aniwati)

Malam itu menjadi semakin emosional ketika dua perwakilan siswa, Nursilma Syawali Dwi Agnia dari kelas 9-ICO dan Adam Hisbullah dari kelas 9B, membacakan puisi perpisahan. Dengan suara bergetar, mereka mengungkapkan terima kasih, permohonan maaf, dan kenangan indah yang telah dilalui bersama guru dan teman.

“Kami bukan siapa-siapa tanpa bimbingan Bapak Ibu Guru…,” ucap Nursilma dalam bait puisinya, membuat banyak hadirin menunduk menahan haru.

Sebagai penutup, doa bersama dipimpin oleh H. Khusnul Fuad, S.Pd., memohon keberkahan dan kelancaran langkah para lulusan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Usai doa, sesi foto bersama menjadi penutup sempurna untuk malam penuh makna itu—menyimpan kenangan yang akan selalu dikenang.

Baca Juga:  Menjaga Relevansi Islam melalui Ijtihad

Pelepasan siswa kelas 9 tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud keberhasilan pendidikan yang mengantarkan siswa menuju kedewasaan. SMP Muhammadiyah 6 Krian kembali membuktikan komitmennya dalam membina generasi unggul, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Penulis Aniwati Penyunting Muhammad Nurfatoni