Feature

SUMU Kenalkan Marketplace Jagalaba, Solusi bagi UMKM

41
×

SUMU Kenalkan Marketplace Jagalaba, Solusi bagi UMKM

Sebarkan artikel ini
SUMU membuat marketplace untuk menciptakan iklim bisnis online yang bersahabat untuk UMKM untuk menciptakan pengusaha muslim sukses.
Sekjen SUMU Ghufron Mustaqim berbicara dengan pengusaha UMKM Lampung. (Tagar.co/Soleh)

SUMU membuat marketplace untuk menciptakan iklim bisnis online yang bersahabat untuk UMKM demi menciptakan pengusaha muslim sukses.

Tagar.co – SUMU Lampung menggelar acara kopi darat (Kopdar) bersama Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LP UMKM) Lampung, Sabtu (23/11/24).

Acara Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Lampung menggelar Kopdar bertajuk Akselerasi Digitalisasi dan Teknologi UMKM.

Kopdar menghadirkan pembicara Ghufron Mustaqim, Sekretaris Jenderal SUMU sekaligus Co-Founder Evermos.

Di acara ini dikenalkan kepada khalayak umum tentang Jagalaba sebagai marketplace besutan SUMU yang siap membangun ekosistem UMKM yang sehat dan berdaya saing.

Ghufron Mustaqim dalam pemaparannya menyampaikan, kita harus belajar dari semangat KH Ahmad Dahlan dalam merintis Muhammadiyah.

”Tahun 1921, KH Ahmad Dahlan mengeluarkan semua isi rumahnya dan memanggil seluruh warga untuk berkumpul. Kiai Dahkan melelang seluruh isi rumahnya karena membutuhkan uang untuk membayar gaji guru Muhammadiyah. Meskipun kemudian seluruh barang dibeli oleh warga, tapi ternyata barang itu diserahkan kembali kepada kyai Dahlan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Limbah Kain Perca Berubah Jadi Buket Menarik

Jagalaba, kata dia, sebuah platfrom marketplace yang dibuat oleh Serikat Usaha Muhammadiyah. Awalnya berangkat dari semangat kewirausahaan yang telah dicontohkan Kiai Dahlan, yaitu berani memulai dan berani mengambil risiko.

Dia berharap Jagalaba dapat berkembang seperti Muhammadiyah. ”Dulu tahun 1921 buat bayar guru saja nggak punya uang, tapi sekarang valuasi Muhammadiyah sudah di atas 5000 trilliun,” sebutnya.

Semua itu, imbuh Ghufron, dicapai dengan menjaga nilai-nilai dan semangat kewirausahaan yang sudah dicontohkan oleh Kiai Dahlan. Sehingga SUMU berharap pada tahun 2045, Muhammadiyah akan menyumbang 30% dari 100 orang terkaya di Indonesia.

Ghufron juga berbagi kunci bagaimana para pengusaha  muslim bisa go to global. Menurutnya, prasyarat menjadi pengusaha muslim dunia adalah terbebasnya Baitul Maqdis.

”Baitul Maqdis harus kembali ke pangkuan umat Islam, baru setelah itu umat Islam akan kembali berjaya, termasuk dalam hal ekonomi,” paparnya.

SUMU membuat marketplace untuk menciptakan iklim bisnis online yang bersahabat untuk UMKM
Pengusaha UMKM Lampung menghadiri kopi darat SUMU.

Di akhir ceramahnya, Ghufron mengingatkan, Jagalaba merupakan bagian dari ikhtiar membawa pengusaha lokal menuju panggung global.

Baginya, marketplace mainstream yang ada saat ini begitu terasa memberatkan bagi pengusaha-pengusaha lokal atau UKMK lokal.

Baca Juga:  UMKM Dominan, Industrialisasi Terlambat: Alarm bagi Ekonomi Nasional

”Salah satu bentuk pemberatan itu adalah tingginya biaya admin. Maka dari itu, SUMU hadir dengan solusi biaya admin lebih rendah bagi UMKM, sehingga dapat memperbesar profit yang didapat pelaku usaha itu sendiri,” tandasnya.

Sekretaris LP UMKM PWM Lampung Danang Tri Hartanto sekaligus Ketua Panitia menyampaikan, peserta yang hadir sebanyak 70 orang dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pengurus LP UMKM, anggota SUMU, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Danang menjelaskan, tujuan Kopdar ini untuk menguatkan barisan Serikat Usaha Muhammadiyah di Lampung dengan membentuk Koordinator Daerah (Korda).

”Kami juga menghadirkan pembicara Mas Ghufron Mustaqim sebagai praktisi yang sudah berpengalaman dalam membangun start up untuk sharing mengenai akselerasi digitalisasi dan teknologi untuk mengembangkan UMKM ke depannya,” katanya. (#)

Jurnalis Soleh  Penyunting Sugeng Purwanto