Feature

Sri Mulyani Pamit: Gedung Kemenkeu Bergetar Haru

28
×

Sri Mulyani Pamit: Gedung Kemenkeu Bergetar Haru

Sebarkan artikel ini
Sri Mulyani bersama suami Tony Sumartono disampum para pegawai Kemenkeu (Foto inews.cid)

Tangis, lagu, dan puisi perpisahan mewarnai hari terakhir Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. Dari balkon hingga lorong, pegawai Kemenkeu memberi penghormatan bagi pemimpin yang mereka sebut teladan integritas.

Tagar.co – Selasa, 9 September 2025, suasana Gedung Kementerian Keuangan RI di Jakarta penuh sesak oleh pegawai dari berbagai unit kerja. Mereka berdiri berdesakan di tangga utama, balkon, hingga lorong-lorong untuk menyaksikan momen perpisahan Sri Mulyani Indrawati.

Setelah hampir dua dekade menjadi wajah Kemenkeu di tiga era presiden—Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto—hari itu ia resmi melepas jabatannya sebagai Menteri Keuangan, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle kabinet Merah Putih.

Bacjuga: Sri Mulyani Dicopot, IHSG Disorot

Sri Mulyani hadir dengan balutan kebaya modern warna cokelat keemasan yang elegan, dipadukan dengan selendang merah bermotif batik yang tersampir di bahunya. Di sisinya, sang suami Tony Sumartono tampil rapi dengan jas hitam, kemeja putih, dan dasi bermotif abu-abu.

Mereka berdiri berdampingan, menerima tepuk tangan bergemuruh dari para pegawai yang mengiringi langkah perpisahan itu. Kehadiran Tony menambah nuansa hangat, seolah menunjukkan bahwa perjalanan panjang Sri Mulyani bukan hanya cerita pengabdian pribadi, tetapi juga kisah dukungan keluarga yang setia mendampingi.

Sesekali Sri Mulyani melambaikan tangan, lalu membentuk simbol “love” dengan jarinya. Riuh tepuk tangan membalas isyarat sederhana itu, seakan menjadi ikatan emosional terakhir antara seorang pemimpin dan keluarga besar yang telah lama ia damping.

Sri Mulyani bersama suami Tony Sumartono (Foto detik.com)

Puisi Mengharukan

Sejak pagi, para pegawai sudah menunggu Sri Mulyani di lobi Gedung Djuanda I. Mereka menyambutnya dengan menyanyikan sejumlah lagu, mulai dari Mars Kemenkeu, Bahasa Kalbu, Karena Cinta, hingga You’ll Be In My Heart.

Pada momen itu, senyum merekah di wajah Sri Mulyani yang berdiri di tangga menuju lobi, menyimak dengan penuh perhatian.

Ketika lagu Bahasa Kalbu dilantunkan, dua orang pegawai maju membacakan puisi perpisahan. Suara mereka bergetar, sesekali terhenti karena menahan tangis, namun tetap berusaha tegar menyampaikan bait-bait yang penuh makna.

Hari ini kami tiriskan air mata
Ribuan pasang mata bersama berlutut
Ribuan hati memeluk masghul
Hati kami akan selalu bersamamu, Ibu.
Fondasi yang kau bangun dan tanamkan
telah memperkuat profesionalisme dan integritas kami
Hati kami akan selalu bersamamu, Ibu.

Negeri ini akan tuliskan namamu
Dalam lembar sejarahnya
Kami bangga telah bersama
menjadi bagian darimu,
bekerja ikhlas tanpa pamrih,
pengabdian tanpa akhir.
Hati kami akan selalu bersamamu, Ibu.

Tersenyumlah, yakinlah,
kami berjanji akan selalu menjaga negara dan bangsa.
Hati kami akan selalu bersamamu, Ibu.

Hadirin yang kami hormati,
hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh makna,
melepas, namun tidak pernah benar-benar berpisah.
Karena sesungguhnya perpisahan hanyalah sebuah kata.
Jejak pengabdian akan selalu hidup dalam ingatan,
tertinggal dalam hati,
dan terukir dalam setiap karir.

Melalui momen ini kita ingin mengabadikan rasa hormat,
cinta, dan terima kasih yang sangat mendalam
untuk sosok pemimpin sekaligus teladan kita,
Ibu Sri Mulyani Indrawati.

Hadirin yang kami muliakan,
hari ini kita melepas Ibu Sri Mulyani
dengan rasa haru yang begitu mendalam,
namun juga penuh rasa syukur.
Bagi kami, Ibu Sri Mulyani bukan hanya seorang Menteri Keuangan.
Beliau adalah teladan tentang integritas yang kokoh,
keteguhan yang menginspirasi,
serta cinta tulus yang senantiasa dipersembahkan
untuk negeri tercinta.

Terima kasih, Ibu, atas pengabdian yang tak ternilai.
Terima kasih atas kerja keras yang tak pernah kenal lelah.
Terima kasih atas ketulusan hati
yang telah memberi arti dan cahaya bagi kami semua.

Ibu, perpisahan ini bukanlah akhir.
Jejak langkah Ibu akan tetap hidup di antara kami,
di dalam setiap kebijakan, setiap karya,
dan semangat kami tentunya untuk terus menjaga amanah
yang telah dititipkan.

Doa kami selalu menyertai Ibu,
semoga Ibu senantiasa diberkati kesehatan,
kebahagiaan, dan juga cahaya
dalam setiap perjalanan berikutnya.

Selamat melanjutkan langkah, Ibu Sri Mulyani Indrawati.
Jangan pernah lelah mencintai negeri ini.
Sebagaimana kami pun akan terus berusaha
mencintai dan menjaga warisan semangat
yang Ibu tinggalkan.

Terima kasih Ibu,
dan percayalah semangat Ibu
akan selalu menjadi pelita
menerangi perjalanan kami ke depannya.

Puisi itu ditutup dengan tepuk tangan panjang, disertai linangan air mata dari banyak pegawai. Hari itu, Sri Mulyani berpamitan dengan senyum dan tangis, meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu hidup dalam hati keluarga besar Kementerian Keuangan. (#)

Mohammad Nurfatoni