
Spemaju awali Juni dengan prestasi emas. Siswa raih dua emas di futsal tingkat kabupaten dan atletik nasional. Prestasi ini membuktikan siswa berprestasi dan tangguh.
Tagar.co — Awal Juni 2025 menjadi titik awal yang sangat membanggakan bagi keluarga besar SMP Muhammadiyah 7 Cerme (Spemaju). Semangat para siswa menorehkan prestasi, menembus batas harapan yang menjadi inspirasi seluruh warga sekolah.
Dalam dua ajang berbeda—futsal tingkat kabupaten dan kejuaraan atletik tingkat nasional—Spemaju berhasil mengukuhkan eksistensinya sebagai sekolah yang tidak hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga tangguh dan kompetitif di lapangan olahraga. Dua medali emas berhasil teraih dalam waktu hampir bersamaan.
Pada kompetisi English, Sport, Art, and Islamic Competition (Esalion) 2025 oleh SMA Muhammadiyah 8 Gresik, tim futsal Spemaju tampil penuh percaya diri sejak pertandingan pertama. Mereka tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga menunjukkan karakter sportif, semangat pantang menyerah, dan kerja sama tim yang luar biasa.
Dengan pendampingan langsung oleh pelatih andalan sekolah, Arif Junaidi, S.Pd, tim ini berhasil menunjukkan konsistensi performa dari babak penyisihan hingga final. Tak ada laga mudah, namun setiap pertandingan mereka hadapi dengan kepala tegak dan fokus penuh.
Puncaknya, tim Spemaju keluar sebagai Juara 1 setelah melewati laga final yang menegangkan. Yang lebih membanggakan lagi, salah satu pemain terbaik Spemaju, Iffan Arisqi Pratama, terpilih sebagai Best Player dalam kompetisi tersebut. Ia menjadi motor serangan tim, menunjukkan kelincahan, visi permainan, dan ketenangan luar biasa yang menginspirasi banyak penonton.
“Kami datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga membawa nama baik sekolah. Gelar ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, pelatih, dan dukungan teman-teman. Alhamdulillah, kami bisa mempersembahkan yang terbaik,” ujar Iffan usai menerima penghargaan.

Gemilang di Lintasan
Tak berselang lama dari kemenangan di lapangan futsal, siswa-siswi Spemaju juga mengukir prestasi luar biasa di arena berbeda—lintasan atletik. Dalam ajang bergengsi Kejuaraan Atletik Blitarian Open 11 Tahun 2025, yang pesertanya merupakan atlet muda dari berbagai kota dan kabupaten, Spemaju kembali unjuk gigi.
Mewakili sekolah dan daerahnya, tiga siswa tampil pada cabang lomba Estafet 4×400 meter. Mereka tampil begitu mengesankan. Bukan hanya cepat, tetapi juga penuh semangat dan percaya diri. Hasilnya, medali emas berhasil mereka raih dengan penuh perjuangan dan determinasi tinggi.
Para peraih juara terdiri dari Zaskia Putri Ghenitra yang juara Estafet 4x400m Putri. Selain itu ada Cikal Naurah Atresia Yuri yang juara Estafet 4x400m Putri. Terakhir, Bambang Afriansya yang juara Estafet 4x400m Putra.
Suasana tegang di pinggir lintasan berubah menjadi sorak sorai saat pelari terakhir dari tim Spemaju menyentuh garis finis lebih dulu dibanding lawan-lawannya. Mereka bukan hanya menang, tapi juga mencuri perhatian dengan teknik lari dan semangat tim yang menyala-nyala.
Prestasi ini tentu tak mereka raih dalam semalam. Latihan panjang, pengorbanan waktu, dan semangat untuk terus berkembang menjadikan kemenangan ini sangat layak dirayakan. Mereka telah membuktikan, dengan tekad kuat dan fokus yang terjaga, siapa pun bisa meraih podium tertinggi.
Catatan Manis untuk Awal Bulan
Apa yang diraih oleh siswa-siswi Spemaju di awal Juni ini bukan hanya sekadar kumpulan piala dan medali. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang tekad, kerja keras, semangat kebersamaan, dan mental juara yang ditanamkan sejak dini. Inilah bukti nyata, mimpi bisa tergapai jika berbarengan usaha dan doa.
Kemenangan ini menjadi catatan manis di awal bulan yang akan terus terkenang. Tak hanya oleh para siswa yang bertanding, tapi juga oleh seluruh warga sekolah yang menyaksikan kebangkitan generasi muda berprestasi.
Selamat kepada seluruh siswa yang telah mengharumkan nama sekolah. Teruslah melangkah, teruslah berlari, dan teruslah bermimpi lebih tinggi lagi. Karena juara bukan hanya gelar, tapi juga sikap hidup. (#)
Jurnalis Reza Ainur Rahma Penyunting Sayyidah Nuriyah












