Feature

Sosok-Sosok di Balik Sukses Upgrading IPM Kids 2025

29
×

Sosok-Sosok di Balik Sukses Upgrading IPM Kids 2025

Sebarkan artikel ini
Dari kanan: Liza Rahmawati dan Farikhah saat membimbing peserta Upgrading IPM Kids 2025 di SMK Muhammadiyah 5 Gresik, Jumat (7/11/2025). (Tagar.co/Nurkhan)

Kesuksesan Upgrading IPM Kids 2025 lahir dari ketulusan dan kolaborasi. Di balik keceriaan peserta, ada kerja keras Ustaz Kholiq Idris dan panitia inti lainnya yang menyatukan banyak pihak demi mencetak pemimpin muda berkarakter.

Tagar.co – Kegiatan Upgrading IPM Kids 2025 menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan karakter, kemandirian, dan kepemimpinan siswa SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik.

Selama dua hari, Jumat–Sabtu (7–8/11/2025), sebanyak 230 siswa bersama para pendamping dan panitia—total lebih dari 280 peserta—berkumpul, belajar, dan berproses dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Baca juga: Anak-Anak Hebat Muhammadiyah Gresik Raih Penghargaan di Upgrading IPM Kids 2025

Namun, di balik kelancaran dan kemeriahan kegiatan besar itu, tersimpan kisah perjuangan orang-orang yang bekerja dalam diam.

Mereka adalah sosok-sosok yang dengan ketulusan, kesabaran, dan profesionalisme menyatukan banyak pihak agar cita-cita membentuk generasi pemimpin muda Muhammadiyah bisa terwujud.

Kepemimpinan yang Tenang dan Visioner

Sosok sentral di balik suksesnya acara ini adalah Ketua Foskam SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Kholiq Idris. Dengan ketenangan dan ketelitian, ia mampu memimpin koordinasi lintas lembaga—mulai dari sekolah dan madrasah, ortom Muhammadiyah, hingga lembaga pendukung.

“Syukur Alhamdulillah, bangga, terharu, dan sangat puas. Semua berjalan lancar karena rahmat Allah Swt.,” ujarnya sesaat setelah penutupan.

Baca Juga:  Menimba Inspirasi di Pulau Seribu Masjid: Foskam SD/MI Muhammadiyah Gresik Studi Banding ke Lombok

Di bawah arahannya, Bidang Peningkatan Mutu Siswa Foskam bekerja secara terstruktur. Mulai dari penyusunan program, penentuan lokasi, penggalian dana, hingga sinergi dengan IPM, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah. Dukungan penuh dari PDM Gresik serta Majelis Dikdasmen dan PNF pun menguatkan langkah panitia.

Meski harus membagi waktu antara tugas kepemimpinan dan tanggung jawab keluarga, bagi Ustaz Kholiq, sapaannya, kegiatan ini bukan sekadar program kerja—melainkan bagian dari jihad pendidikan untuk mencetak generasi penerus persyarikatan.

Tiga Panitia Inti: Tulang Punggung Lapangan

Kesuksesan Upgrading IPM Kids 2025 juga tidak lepas dari kiprah tiga panitia inti Bidang Peningkatan Mutu Siswa: Farikhah (Kepala SD Berlian School), Liza Rahmawati (Kepala SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang), dan Ulul Ilmi (Kepala MI Muhammadiyah 1 Ujungpangkah).

Mereka menjadi motor penggerak utama dalam urusan teknis dan operasional. Meski tinggal di wilayah yang berjauhan—utara, tengah, dan selatan Gresik—komitmen mereka menyatukan segalanya.

Mulai dari survei lokasi petualangan di Bukit Surowiti, rapat teknis di Berlian Primary School, pembagian tugas di MIM 1 Ujungpangkah, technical meeting di SMK Muhammadiyah 5 (Mulia) Gresik, hingga koordinasi akhir bersama IPM Daerah Gresik. Semua dijalankan dengan ketepatan waktu dan rasa tanggung jawab tinggi.

Baca Juga:  Dari Sekolah Aman Bencana, Pelajar Muhammadiyah Belajar Mengelola Risiko

“Waktu sering kali menjadi tantangan terbesar. Tapi pengabdian mengalahkan lelah, dan komitmen mengalahkan jarak,” ungkap Liza Rahmawati

Ketulusan di Balik Lelah

Peran Ulul Ilmi begitu vital di lapangan. Ia memastikan alur kegiatan berjalan aman dan nyaman—dari penerimaan peserta, pengaturan jalur adventure, safety control, hingga manajemen konsumsi. Dengan ketenangannya, setiap kendala dapat diatasi tanpa kepanikan.

Cobaan justru datang kepada Farikhah. Putra pertamanya—yang juga peserta—mendadak demam di hari keberangkatan. Ia sempat ragu, antara tugas dan naluri seorang ibu. Namun, dengan doa dan keyakinan ia berangkat sambil berucap, “Bismillah, semoga dadi nang warase.”

Meski cemas, ia tetap menjalankan amanah. Dukungan keluarga menjadi sumber keteguhan. “Ketulusan semacam ini sering tak terlihat, tapi menjadi fondasi spiritual kegiatan besar,” kata salah satu panitia lain.

Kisah di Malam yang Panjang

Sementara itu, Liza Rahmawati memiliki kisah sendiri. Malam sebelum puncak kegiatan, ia tak sempat tidur. Banyak peserta kecil belum bisa terlelap saat pengecekan kamar.

“Yang belum bisa tidur, setoran hafalan sama ustazah yuk,” godanya. “Ndak Us… aku tidur,” jawab anak-anak sambil tertawa.

Anak perempuan cepat terlelap, tapi anak laki-laki masih gelisah, bolak-balik ke kamar mandi. “Biasanya dikeloni mama,” kata mereka polos.

Baca Juga:  MI Mutwo Gelar Fashion Show Islami pada Peringatan Isra Mikraj

Akhirnya, Ustazah Liza, sapannya, mengajak mereka ke masjid untuk didongengi. Ia menemani hingga semua tertidur. Lelah, tapi membahagiakan.

Kolaborasi yang Menghidupkan

Dukungan juga datang dari SMK Mulia. Kepala sekolahnya, Safiq Abdillah, memberikan izin penuh penggunaan fasilitas sekolah. Guru mengajar secara daring, dan santri asrama dipulangkan demi kelancaran acara.

Sinergi makin lengkap dengan keterlibatan IPM Daerah Gresik di bawah kepemimpinan Krisna Bakhtiar. Mulai dari persiapan hingga penutupan, mereka hadir dengan profesionalisme dan energi muda yang menular.

Hati yang Tulus dan Kolaborasi yang Kuat

Upgrading IPM Kids 2025 membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh banyaknya panitia, melainkan oleh hati yang tulus, kepemimpinan yang jelas, keluarga yang mendukung, dan kolaborasi yang kuat.

Kisah perjuangan Ustaz Kholiq Idris, tiga panitia inti, dukungan SMK Mulia, serta IPM Daerah Gresik menjadi potret nyata bahwa pendidikan karakter adalah perjalanan panjang yang menuntut pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan perasaan.

Semoga semangat pengabdian ini terus mengalir, melahirkan generasi IPM Kids yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap memimpin masa depan. (#)

Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni