Feature

Siswa Sekolah Kreatif Ini Gunakan Kertas Buram Bikin Game Coding

43
×

Siswa Sekolah Kreatif Ini Gunakan Kertas Buram Bikin Game Coding

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Kreatif
Siswa kelas VI Faqih Usman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya membuat game coding dari kertas buram (Tagar.co/ Rudi Ircham)

Permainan seru ini bisa mengurangi siswa dalam ketergantungan bpenggunaan gawai, baik pada jam mereka berada di rumah atau pada saat waktu senggang.

Tagar.co – Pembelajaran yang seru dan asyik memberikan kunci stimulus baik bagi siswa untuk bergairah dan antusias dalam  mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh guru di dalam maupun di luar kelas.

Begitulah keseruan pembelajaran coding yang dirasakan oleh siswa kelas VI Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Kamis (9/10/2025).

Jika mendengar materi coding terkadang kita tertuju pada piranti berupa PC, gawai atau laptop, dengan menggunakan bahasa instruksi dan algoritma yang diketik terlabih dahulu pada prompt atau kolom perintah yang sesuai dengan diinginkan siswa.

Inilah pembelajaran yang dilakukan siswa kelas VI Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya. Guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya Rudi Ircham memberikan pembelajaran coding unplugged dengan memberikan tantangan bagi siswa siapa pun yang bisa membuat game sederhana hanya dengan bermodalkan selembar kertas buram bekas, namun yang terjadi siswa ini membuat mainan pesawat terbang dan perahu kertas yang diterbangkan di dalam kelas.

Baca Juga:  Spirit Leader in Me Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya, Noura Malia Pimpin IPM Kids 2026–2027

Dia menjelaskan ,embelajaran coding di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya telah menjad muatan pembelajaran yang diberikan pada kelas besar, yakni kelas IV-VII di kegiatan ekstrakurikuler.

“Dengam seperti ini diharapkan siswa mampu berpikir kritis, kreatif, dan terstruktur dan runtut dalam menghadapi era teknologi 5.0 (Five point zero),” katanya.

Selain memberikan kesiapan kecakapan akademis dalam teknologi IT, lanjuntanya, Sekolah Kreatif Muhammadiyah 20 hadir untuk bersaing secara global di era Vuca untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap akademis, religius namun juga paham akan teknologi kekinian.

Coding
Arena permaian coding yang dibuat dari kertas buram (Tagar.co/ Rudi Ircham)

Game Coding

Dia menjelaskan tantangan dalam pembuatan game coding terjawab setelah beberapa anak diberikan clue dengan menggambar kertas buram tersebut mirip arena game Nintendo era 90an, namun beberapa juga tidak mengenal game tetris yang merajai era 90an.

“Ustad, aku ingin membuat game Mario bros dengan kertas buram ini, boleh ya?” tanya Al Baihaqi siswa kelas VI Faqih Usman.

Dia menuturkan, setelah arena terbentuk pada kertas buram, saatnya siswa ini menyusun aturan yang digunakan untuk menjalankan permainan agar mudah dipahami dan dimengerti.

Baca Juga:  Wakil Ketua PWM Jawa Timur Kunjungi Sekolah Kreatif Baratajaya

Beberapa siswa menetapkan aturan dengan poin minus dan plus atau bonus berlipat jika mampu mencapai gambar yang ditetpkan pada kertas buram. Agar mampu berjalan potongan potongan kertas kecil yang disebut sebagai player, maka salah satu ujung kertas dilipat membentuk seperti dudukan sehingga terbentuk kemiringan yang mendorong player ini berjalan jika ujung bawah kertas diberi usikan atau getaran.

Begitu asyiknya siswa ini membuat game dengan beberapa macam varian gambar pada kertas buram, mereka bermain bersama untuk mencapai poin terbesar.

“Ustad, game ini saya bawa pulang untuk aku reka ulang agar lebih asyik,” kata Daffa Ibnu siswa kelas VI Din Syamsudin.

Hingga bel berbunyi pergantian palajaran mereka tetap asyik bermain bahkan ada yang dibawa pulang untuk dimainkan bersama saudaranya.

Dia berharap sekolah ingin mengurangi ketergantungan siswa ini dengan gawai, terutama pada jam mereka berada di rumah atau pada saat waktu senggang. (#)

Penyunting Ichwan Arif.