
Khotbah Jumat di Masjid Al-Ghifari Blitar menjadi pengingat penting tentang keutamaan orang saleh dan salehah, mengajak jamaah senantiasa berbuat baik dan taat kepada Allah.
Tagar.co — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al-Ghifari Kota Blitar, Jumat siang (18/7/2025). Lantunan ayat suci dan khotbah inspiratif Ustaz Sugeng Wahyono mengisi ruang masjid yang megah itu.
Yayasan Al-Ghifari Kota Blitar bersama Takmir Masjid Al-Ghifari menjadi motor penggerak acara rutin ini, memastikan syiar Islam terus bergema. Masjid yang dulunya terkenal sebagai Masjid Ar-Rohman ini, kini tegak berdiri di Jalan Sumba Nomor 38, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Kegiatan Salat Jumat berlangsung pukul 12.00 WIB hingga 12.30 WIB. Seluruh jemaah yang hadir mengikutinya. Pasalnya, masjid berlantai dua ini menawarkan kenyamanan maksimal bagi para jamaah.
Berbagai fasilitas modern seperti pendingin udara, kamera pengawas (CCTV), sistem suara yang mumpuni, kamar mandi yang bersih, kran wudu yang memadai, hingga halaman parkir luas untuk mobil dan motor tersedia lengkap. Keasrian lingkungan sekitar masjid, dengan deretan pohon rindang dan taman bunga, semakin menambah kenyamanan bagi siapa pun yang berkunjung.
Makna Saleh
Ustaz Sugeng Wahyono, akrab dengan sapaan Ustaz Sugeng yang tinggal di Jalan Legundi, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, memimpin jalannya khotbah dan salat. Dalam khotbahnya, ia mengangkat tema yang sangat relevan: “Orang yang Saleh dan Salehah”.
Usai membuka khotbah dengan ungkapan syukur, ia kemudian mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa melakukan kebaikan sesuai tuntunan agama, memperkuat iman, dan bersegera dalam berbuat baik tanpa menunda-nunda.
Untuk memperkuat pesannya, Sugeng mengutip beberapa ayat suci Al-Qur’an. Ia mengawali dengan Surat Al-An’am Ayat 19, yang menegaskan kebesaran Allah sebagai saksi.
قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللَّهُ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ
Artinya: “Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu.”
Kemudian, ia mengajarkan Surat As-Saffat Ayat 100, berisi doa memohon keturunan yang saleh.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang‑orang saleh.”
Lebih lanjut, ia menukil Surat Ali Imran Ayat 114, yang menggambarkan ciri-ciri orang beriman. Yaitu menyuruh kebaikan, mencegah kemungkaran, dan bersegera dalam kebaikan.
Tak ketinggalan, ia mengungkap Surat Ali Imran Ayat 110, yang menyoroti umat Islam sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
Terakhir, ia mengutip Surat An-Nisa’ Ayat 69.
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم
Artinya: “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul‑Nya, maka mereka itu akan bersama‑sama dengan orang‑orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Mereka itulah teman yang sebaik‑baiknya.”
Kebaikan dan Ampunan Ilahi
Akhirnya Ustaz Sugeng menegaskan, orang yang saleh dan salehah memiliki ciri-ciri khusus. Yaitu iman yang baik dan benar, gemar ber-amar makruf nahi mungkar, serta senantiasa bersegera dalam kebaikan.
Ia juga memberikan penegasan yang menenangkan, “Walaupun kita berbuat salah, maka Allah akan mengampuni kita.”
Khotbah Jumat di Masjid Al-Ghifari ini menjadi pengingat penting bagi para jemaah. Khotbah ini mengajak mereka untuk terus meningkatkan kualitas iman dan amal, serta berusaha menjadi umat terbaik yang senantiasa taat pada Allah dan Rasul-Nya. (#)
Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah












