Feature

Siap Jadi Kader Kesehatan, Siswa SMAM 3 Gresik Antusias Ikuti Pelatihan UKS

28
×

Siap Jadi Kader Kesehatan, Siswa SMAM 3 Gresik Antusias Ikuti Pelatihan UKS

Sebarkan artikel ini
Siap jadi kader kesehatan, empat siswa SMA Muhammadiyah 3 Gresik ikut pelatihan UKS (Tagar.co/Muhammad 'Izzuddin)
Siap jadi kader kesehatan, empat siswa SMA Muhammadiyah 3 Gresik ikut pelatihan UKS (Tagar.co/Muhammad ‘Izzuddin)

Siap jadi kader kesehatan, siswa SMA Muhammadiyah 3 Gresik mengikuti pelatihan kader UKS. Pelatihan ini sebagai langkah untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan diri maupun lingkungan. Baik di pondok, sekolah, maupun rumah.

Tagar.co – Cuaca sejuk di hari Senin pagi, (28/7/2025) tak menyurutkan semangat 4 siswa SMA Muhammadiyah 3 Gresik untuk mengikuti Pelatihan Kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) CKG (Cek Kesehatan Gratis).

Kegiatan ini diselenggarakan UPT Puskesmas Bungah Gresik bagi siswa-siswi tingkatan SMP, SMA, SMK dan MA Se-Kecamatan Bungah.

Empat siswa SMAM 3 Gresik yang ikut dalam pelatihan ini adalah Muhammad Jaka Saputra, Muh. Rahmad Agung Prasetyo, Nur Handayani Hikmah, dan Nurul Ayatusy Syifa’. Mereka didampingi Guru dan Ketua UKS SMA Muhammadiyah 3 Gresik, Izzuddin.

Pukul 08.00 WIB rombongan tiba di UPT Puskesmas Bungah dan langsung menuju ke Gedung Puskesmas lantai 2, tempat berlangsungnya acara. Setelah melakukan presensi dan mendapatkan air minum maupun nasi kotak, mereka duduk rapi sesuai barisan masing-masing sekolah.

Acara dibuka oleh Ketua UKS UPT Puskesmas Bungah, Nur Sa’adah. Ia juga menjadi pemateri tentang Kesehatan Remaja.

Kepala UPT Puskesmas Bungah, dr. Nanang Rudianto yang mengatakan, pelatihan ini sebagai langkah awal untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan diri maupun lingkungan. Baik di pondok, sekolah, maupun rumah. Selain itu agar siswa bisa menjaga pola makanan dan gizi seimbang.

“Dengan adanya pelatihan ini, harapannya bisa mencetak siswa-siswi yang menjadi perwakilan kader kesehatan di Sekolahnya masing-masing,” ucapnya.

Selain itu, dia berharap semoga siswa-siswi yang bersekolah atau mondok di semua lembaga pendidikan yang ada di Bungah ini menjadi generasi penerus yang sehat dan cerdas.

Situasi pelatihan UKS yang diselenggarakan oleh UPT Puskesmas Bungah (Tagar.co/Muhammad 'Izzuddin)
Situasi pelatihan UKS UPT Puskesmas Bungah (Tagar.co/Muhammad ‘Izzuddin)

Remaja Harus Jaga Kebersihan dan Gizi

Ketua UKS UPT Puskesmas, Nur Sa’adah menjelaskan tentang macam-macam penyakit yang menyerang remaja dan cara mengobatinya. Ia menegaskan, agar para remaja pandai-pandai di dalam menjaga kebersihan.

“Banyak sekali kini penyakit yang menyerang remaja. Maka untuk mengobatinya hendaknya kalian pandai-pandai dalam menjaga kesehatan. Terlebih kalian berada di lingkungan pondok,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan materi tentang pernikahan usia dini dari segi kesehatan dan umur.

Sementara itu, pemateri kedua, Aura Rahmalia menyampaikan tentang materi Gizi Seimbang. Ia berpesan agar siswa-siswi bisa menjaga keseimbangan gizi. “Seperti 4 sehat 5 sempurna, melalui pola makan dan konsumsi yang teratur. Sehingga imun terjaga. Saat mengikuti pembelajaran di sekolah juga tidak lapar dan ngantuk, kemudian minum vitamin,” paparnya.

Aura juga mengingatkan kepada seluruh siswa tentang pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi. “Buah dan sayur serta jangan terlalu sering untuk makan-makanan yang berbahan kimia,” pesannya.

Di ujung kegiatan, Nur Sa’adah mengajak seluruh siswa untuk bertanya jawab tentang semua materi yang disampaikan dari awal hingga akhir.

Momen ini membuat salah satu siswa dari SMA Muhammadiyah 3 Gresik, Rahmad Agung Prasetyo antusias untuk bertanya. “Bagaimana perubahan dan psikologis remaja saat masa pubertas?” tanyanya.

Agung pun kemudian mendapatkan hadiah dari Bu Nur untuk dibawa pulang.

“Alhamdulillah lumayan rejeki,” ungkap Agung Siswa Kelas 10 SMA Muhammadiyah 3 Gresik ini.

Dia mengaku, setelah mengikuti pelatihan ini dapat ilmu baru tentang cara mengoperasikan alat-alat kesehatan, antara lain tensi kesehatan dan mengukur HB.

“Selain itu jadi tahu perubahan fisik dan psikologi pada masa fase perubahan dari masa anak-anak ke masa remaja dan dewasa,” katanya.

Sementara itu, santriwati Ponpes Al-Fajr Perguruan Muhammadiyah Bungah Gresik, Nur Handayani, mengatakan, dengan mengikuti pelatihan ini dia mendapatkan banyak ilmu.

“Jadi tahu mengenai masalah kesehatan gizi, mengatur pola makan, menjaga kesehatan dan kebersihan. Lalu tahu juga cara menggunakan alat kesehatan seperti alat tensi, timbangan digital serta bisa mengetahui kesehatan anak usia remaja sekolah,” akunya. (#)

Jurnalis Muhammad ‘Izzuddin Fadllu Ilmi Penyunting Nely Izzatul