
Seru! Gerakan Eco-Leaders dapat ditemui di Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun. Siswa tanam Mangrove di dekat konservasi burung kuntul.
Tagar.co – Gelak tawa penuh candaan para siswa SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun seketika berubah sunyi saat kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dimulai.
Para siswa serius mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, Sabtu-Ahad (25-26/1/2025). Lokasinya di pantai Mangrove Centre Tuban, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Pada LDKS ini, Smala Dukun mengangkat tema yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selama ini LDKS tak jauh dari penanaman nilai-nilai kepemimpinan ataupun keorganisasian.
Pada tahun ini Smala ingin siswanya mampu menjadi pemimpin bagi kelestarian lingkungan. Alhasil, kini mengusung tema Eco-Leaders: Responsif, Cakap, dan Beretika Lingkungan.
Ketua LDKS Alan Haviludin mengungkap alasan di balik tema tersebut. “Terwujudnya generasi muda yang bisa bersikap bijak dalam memimpin dan peduli terhadap lingkungan,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, lokasi LDKS ini di pantai yang memang terkenal karena keberadaan mangrovenya. “Jadi dari sini kita bisa mengajarkan kepada para siswa bagaimana mangrove bisa mencegah terjadinya gelombang besar,” ungkapnya.
Selain itu, dari awal kegiatan, pihaknya juga menerapkan minim sampah yang sulit terurai. “Baik siswa ataupun guru yang ikut terlibat dalam kegiatan ini wajib membawa kotak bekal makan dan botol minum pribadi. Sehingga tidak banyak sampah yang akan kita hasilkan nantinya,” ucap Alan.

Tanam Mangrove
Pada hari kedua, gerakan penanaman mangrove terlaksana. Ada 10 pohon mangrove yang mereka tanam di titik dekat lokasi konservasi burung kuntul. Ini di bagian barat pantai.
Salah satu penanggung jawab pantai mangrove Hartanti turut mendampingi. Para siswa antusias memulai aksinya.
“Tadi saya ikut menanam pohon. Seru! Kayak ada rasa wah gitu dalam hati. Karena ini kan bukan hanya sekadar menanam pohon biasa. Ini menanam pohon yang bisa saja dua tiga tahun ke depan menjadi penyelamat pantai dari ombak besar!” kata Abdullah Aaidz.
Siswa kelas XI Smala itu menegaskan, “Gak sia-sia saya ikut LDKS tahun ini!”
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ni’matul Laily, S.Pd. menyampaikan, para siswanya akan menjadi generasi yang tidak dikendalikan oleh gadget dan teknologi. “Tetapi menjadi generasi yang peduli dan menyayangi lingkungannya,” ujarnya dengan percaya diri.
“Selama kegiatan berlangsung, dari awal mereka sampai, handphone mereka sudah kami sita. Kami amankan dan baru kami kembalikan ke mereka saat pemberangkatan pulang. Jadi mereka benar-benar tidak bisa bermain handphone,” imbuhnya.
Ia mengakui, sempat mendapat protes dari mereka pada awalnya. “Tetapi setelah itu mereka bisa menerima. Bahkan seolah melupakan keberadaan handphonenya masing-masing. Hal ini menandakan bahwa adanya handphone bukan segala-galanya,” tuturnya.
Menurut Ni’amah, ini juga membuat setiap rangkaian LDKS yang panitia rancang bisa berjalan dengan lancar tanpa gangguan. “Saya sangat yakin, kini para siswa siap menjadi generasi penerus yang akan selalu sigap dalam menjaga lingkungan. Kami akan selalu mendampingi mereka dalam setiap langkah yang mereka ambil,” lanjutnya. (#)
Jurnalis Nur Halisa Penyunting Sayyidah Nuriyah












