Feature

Sepuluh Hari Pertama Zulhijah: Waktu Emas Raih Amal dan Ampunan

30
×

Sepuluh Hari Pertama Zulhijah: Waktu Emas Raih Amal dan Ampunan

Sebarkan artikel ini
Ulul Albab

Sepuluh hari pertama Zulhijah adalah waktu emas yang tak boleh dilewatkan. Dari puasa, dzikir, hingga kurban, semua menjadi jalan mendulang pahala luar biasa yang dicintai Allah.

Oleh: Ulul Albab Ketua ICMI Orwil Jawa Timur

Tagar.co – Hari Rabu (28/5/25) besok, kita akan memasuki tanggal 1 Zulhijah 1446. Bagi umat Islam yang merindukan kemuliaan dan keberkahan hidup, pergantian tanggal ini bukan sekadar pergantian kalender hijriah, tetapi momen agung yang penuh peluang spiritual. Sepuluh hari pertama Zulhijah adalah hari-hari terbaik sepanjang tahun, sebagaimana ditegaskan dalam banyak dalil.

Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijah

Rasulullah Saw. bersabda: idak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.” (H.R. Bukhari No. 969)

Saking utamanya, sebagian ulama menyebut 10 hari pertama Zulhijah lebih utama daripada 10 hari terakhir Ramadan, meski tentu malam-malam Ramadan tetap memiliki keistimewaan sendiri karena di dalamnya ada Lailatulqadar.

Allah bahkan bersumpah demi hari-hari ini dalam Al-Qur’an: “Demi fajar. Dan demi malam yang sepuluh.” (QS Al-Fajr: 1–2)

Baca Juga:  Timur Tengah Memanas: Membaca Arah Konflik dan Risiko Kawasan

Ayat ini ada yang menafsirkan sebagai 10 malam terakhir Ramadan. Tetapi menurut sebagian besar ahli tafsir, yang dimaksud dengan malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama Zulhijah. Bukankah Allah tidak bersumpah kecuali pada sesuatu yang agung?

Amalan Utama yang Dianjurkan

Maka, bagaimana kita menyambut hadiah agung ini? Beberapa amalan yang sangat dianjurkan:

  • Puasa sunah sejak tanggal 1–9 Zulhijah, terutama pada hari ke-9 (Hari Arafah). Rasulullah Saw. bersabda: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (H.R. Muslim No. 1162)

  • Bertaubat dan memperbanyak istigfar

  • Berdzikir (takbir, tahmid, tahlil)

  • Tartil dan tadabur Al-Qur’an

  • Berkurban di tanggal 10 Zulhijah. Rasulullah Saw. bersabda:

“Tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah pada Hari Nahr (Iduladha) daripada menyembelih hewan kurban.” (H.R. Tirmidzi, No. 1493)

Refleksi dan Inspirasi untuk Kita

Jangan-jangan masih banyak umat Islam yang belum menyadari kemuliaan 10 hari ini. Padahal ini adalah waktu terbaik untuk “naik kelas” secara spiritual: waktu untuk mengoreksi arah hidup, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memperkuat kepedulian kepada sesama.

Baca Juga:  PPIU/PIHK Masuk Bursa: Antara Transparansi dan Amanah Ibadah

Mari kita sambut hari-hari ini dengan hati yang bersih, semangat ibadah yang menyala, dan kesadaran bahwa hidup yang berkah dimulai dari momen-momen ibadah yang ikhlas. Sepuluh hari ini adalah undangan langsung dari Allah untuk meraih surga-Nya.

“Barang siapa yang dipalingkan dari 10 hari ini tanpa mendapatkan kebaikan apa pun, sungguh ia telah terhalang dari keberuntungan.” (Imam Ibn Rajab)

Penyunting Mohammad Nurfatoni