Feature

Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Duka Kemayoran

30
×

Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Duka Kemayoran

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyalami warga Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto Kemenko PMK)

Sentuhan kemanusiaan di tengah duka warga Kelurahan Kebon Kosong Kemayoran, Jakarta. Menko PMK Pratikno memastikan pemulihan pascakebakaran berjalan lancar.

Tagar.co – Jumat (13/12/24) siang itu, raut wajah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno tampak penuh keprihatinan.

Ia menyusuri puing-puing bangunan yang hangus terbakar di Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kebakaran yang terjadi pada 10 Desember lalu telah meluluhlantakkan 197 bangunan, meninggalkan duka mendalam bagi 1.520 jiwa dari 594 kepala keluarga.

Api yang berkobar selama hampir lima jam itu memang telah padam pada pukul 17.00 WIB di hari kejadian.

Namun, bara duka masih terasa di antara para pengungsi yang sebagian besar beristirahat di SDN 09 Kebon Kosong (978 jiwa) dan Masjid Al-Ikhsan (542 jiwa). Kunjungan Menko PMK Pratikno hari itu bukan sekadar inspeksi, melainkan sebuah sentuhan kemanusiaan di tengah duka.

Pratikno datang untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar para korban terpenuhi dan koordinasi antar berbagai pihak berjalan lancar demi pemulihan kondisi para pengungsi.

Ia ingin memastikan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di tengah warga Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto Kemenko PMK)

Suasana haru bercampur optimisme terlihat di lokasi pengungsian. Para pengungsi menyambut kedatangan Menko PMK dengan harapan dan ucapan terima kasih. Bantuan terus mengalir untuk meringankan beban mereka.

Kemenko PMK Pratikno memberikan paket sembako, sementara Lembaga Human Initiative menyediakan dapur air yang akan beroperasi selama lima hari, 177 paket perlengkapan kebersihan, serta kegiatan hiburan seperti nonton bareng untuk membangkitkan semangat.

Solidaritas pun datang dari berbagai pihak. Badan Amil Zakat Nasional menyumbangkan 500 paket perlengkapan kebersihan dan 500 lembar handuk.

Bank Mandiri pun tak ketinggalan memberikan bantuan berupa 100 paket alat tulis sekolah, 500 porsi makanan bakso, 300 porsi minuman, dan mendirikan posko hangat di lokasi pengungsian.

“Sebagai pemerintah, tugas kita adalah memastikan setiap warga yang terdampak bencana mendapat perhatian dan layanan yang maksimal dari Pemerintah. Seperti yang sering saya sampaikan, kesejahteraan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kita,” ujar Pratikno, menegaskan kembali komitmen yang sebelumnya ia sampaikan dalam rapat koordinasi.

Kata-kata ini bukan sekadar retorika, namun sebuah penegasan akan tanggung jawab negara terhadap warganya.

Pratikno juga menaruh perhatian khusus pada kesehatan para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit di kondisi pengungsian yang serba terbatas.

Ia menekankan pentingnya pemantauan dan penanganan kesehatan yang intensif agar proses pemulihan berjalan dengan baik.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi pasca kebakaran agar pemulihan dapat dilakukan dengan cepat dan warga terdampak dapat segera kembali ke kehidupan normal.

Kunjungan Menko PMK Pratikno ke Kemayoran diharapkan dapat memberikan dampak positif, bukan hanya dari segi pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga dukungan emosional dan psikologis bagi para korban.

Kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka diharapkan dapat memberikan kekuatan dan harapan untuk bangkit kembali.

Dalam kunjungannya, Menko PMK didampingi oleh Pj. Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, Staf Ahli Bidang Penguatan Stabilitas Politik dan Pemerintahan Kemenko PMK Sorni Paskah Daeli, dan Asisten Deputi Kedaruratan dan Manajemen Pascabencana Merry Efriana.

Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang solid dalam menangani dampak bencana. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni