Feature

Sdamada Bangun Semangat Guru sebagai Pewaris Tugas Kenabian

41
×

Sdamada Bangun Semangat Guru sebagai Pewaris Tugas Kenabian

Sebarkan artikel ini
Dengan semangat ibadah dan inovasi, Sdamada dorong guru sebagai pewaris tugas kenabian untuk menjadi pelayan pendidikan yang bermakna.
Drs. Eko Budi Agus Priyatna, M.Pd saat memberi paparan dalam sharing pendidikan di SD Muhammadiyah 2 Jetis Sidoarjo (Sdamada) (Tagar.co/Nana Liesdiana)

Dengan semangat ibadah dan inovasi, Sdamada dorong guru sebagai pewaris tugas kenabian untuk menjadi pelayan pendidikan yang bermakna.

Tagar.co — Selepas salat Jumat (13/6/25), usai makan siang, saya bersama seorang teman kerja berdiskusi tentang kegiatan sekolah. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12.45, artinya 15 menit lagi kegiatan pembinaan pegawai akan dimulai.

Kami bergegas menuju Auditorium Jenderal Sudirman SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Sdamada). Setelah mengisi daftar hadir, kami memasuki ruangan yang sejuk khas sekolah yang berada di tengah Kampung Batik Jetis, Sidoarjo, itu. Masyaallah, sekolah yang berdiri sejak 1968 ini telah menelurkan ribuan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan mandiri.

Tepat pukul 13.00, kegiatan sharing pendidikan yang dihadiri 65 guru dan karyawan Sdamada dimulai. Pembacaan ayat suci al-Quran sebagai pembuka acara, dilanjutkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Sdamada. Ya, Mars Sdamada, lagu yang memotivasi untuk berbuat lebih dan lebih untuk sekolah ini.

Sambutan pembuka disampaikan Alfiatun Na’imah, S.Si., S.Pd, kepala Sdamada. Dia menuturkan bahwa bekerja itu ibadah. “Mari, kita niatkan setiap langkah kita karena Allah. Sebaik-baik manusia itu adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Puasa Seru Siswa Sdamada di Pesantren Darul Hijrah Prigen

Tugas guru, sambungnya, bukan hanya mengajar tetapi lebih kepada mendidik. “Dalam menghadapi masalah hendaklah fokus pada solusi bukan saling menyalahkan,” pesan Alfiatun.

Pelayan Pendidikan Bermakna

Sementara itu, dalam paparannya, Ketua Majelis Dikdasmen-PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo Drs. Eko Budi Agus Prityatna, M.Pd, yang diundang sebagai narasumber pembinaan pegawai menyampaikan, kegiatan ini adalah sharing untuk mengingat kembali tugas pokok dan fungsi pegawai.

Mengambil tema “Menjadi Pelayan Pendidikan yang Bermakna dan Inovatif”, Pak Agus–sapaannya– menjelaskan tujuan dari tema ini adalah untuk menambah semangat guru dan karyawan dalam bekerja, membangun budaya inovasi di lingkungan sekolah, dan menyadarkan kembali peran guru.

“Guru inspiratif adalah guru yang membawa kesan pada muridnya sehingga dirindukan, selalu dikenang, dan ditiru kebiasaan baiknya,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang guru yang inspiratif, Choironi, salah satu guru Sdamada menjawab, guru inspiratif adalah gurunya saat SD. “Mengapa? Karena dalam mengajar, beliau mengiringi teori dengan gambar, sehingga mudah divisualisasi,” ungkapnya.

Pewaris Tugas Kenabian

Selanjutnya, Agus memaparkan, ada empat misi peradaban yaitu guru, karyawan, pendidikan dan sekolah. Guru adalah pewaris tugas kenabian yaitu mengajar dan mendidik. Karyawan adalah penopang suksesnya pendidikan. Pendidikan merupakan pondasi peradaban bangsa, sementara sekolah adalah tempat tumbuhnya peradaban.

Baca Juga:  Pengajian Perdana PRM Ini Kupas Salat dan Kurban

Maka sebagai guru harus mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal informasi. “Di era globalisasi ini, murid lebih dahulu tahu dibandingkan gurunya. Saat ini guru harus bisa menjadi fasilitator sebagai penyeimbang arus informasi yang diterima para muridnya,” jelas Agus.

Agus kemudian memaparkan perbandingan, jika tujuan kita hanya bekerja saja maka targetnya hanya menyelesaikan pekerjaan, tidak ada inovasi-inovasi baru.

“Tetapi jika tujuan kita bekerja karena ibadah, maka yang tertanam adalah apakah pekerjaan saya ini sudah membuat Allah ridha dan menyenangkan murid saya?” ucapnya retoris.

Menurut Agus, motivasi dan inovasi adalah kunci sukses dalam bekerja. Motivasi menggerakkan hati, inovasi menggerakkan perubahan. “Motivasi menjaga semangat, kerja jadi pahala, dan kerja jadi prestasi. Inovasi menjaga relevansi, sekolah tumbuh, dan sekolah diminati mayarakat,” pesannya. (#)

Jurnalis Nana Liesdiana. Penyunting Darul Setiawan.