Feature

Santri Sehat, Indonesia Kuat: Menko PMK Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Dua Pesantren Kediri

34
×

Santri Sehat, Indonesia Kuat: Menko PMK Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Dua Pesantren Kediri

Sebarkan artikel ini
Menko PMK Pratikno dia Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Ahad pagi (13/7/2025)

Dari pengukuran gizi hingga edukasi antirokok, program pemeriksaan kesehatan gratis menyapa 1.000 santri di Kediri. Menko PMK tegaskan: santri sehat adalah fondasi Indonesia kuat.

Tagar.co Suasana berbeda terasa di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Ahad pagi (13/7/2025). Aula utama dan asrama putri dipenuhi ratusan santri yang tengah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, datang langsung untuk meninjau pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), sebuah program prioritas nasional yang kini menyapa pesantren.

Sebanyak 500 santri putri mengikuti pemeriksaan di Lirboyo, terdiri dari 100 santri usia sekolah (13–15 tahun) dan 400 santri dewasa (18 tahun ke atas). Dengan melibatkan 90 tenaga kesehatan dari 9 puskesmas, pemeriksaan dilakukan secara komprehensif: mulai dari kebugaran, gizi, hingga pemeriksaan mata, telinga, darah, dan gigi.

Menko PMK Pratikno meninjau pelaksanaan program Pemerikasaan Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Ahad pagi (13/7/2025)

“Intinya dari pemeriksaan kesehatan gratis adalah peningkatan kualitas kesehatan. Bukan semata-mata untuk tahu penyakitnya, tapi yang paling penting adalah mencegah jangan sampai sakit,” tegas Pratikno di hadapan para santri.

Ia menekankan, program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang menjadikan layanan kesehatan gratis sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional. Dari layanan ulang tahun, program ini kini meluas ke sekolah rakyat dan satuan pendidikan lainnya, termasuk pesantren.

Baginya, pesantren adalah pilar penting pendidikan bangsa. Karena itu, kesehatan para santri harus dijaga dengan serius. “Akhlakul karimah, sehat, cerdas. Tetapi mau kemampuan tinggi, tetap saja, kalau sakit itu dikali nol,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan para santri. “Harus betul-betul dijaga kesehatannya. Kalian semua adalah masa depan Indonesia. Oleh karena itu, tolong jaga kesehatan,” imbuhnya.

Menko PMK Pratikno di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Ahad pagi (13/7/2025)

Di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso

Dari Lirboyo, rombongan Menko PMK bergerak ke Kabupaten Kediri, meninjau pelaksanaan serupa di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Di kompleks induk pesantren yang teduh itu, giliran 500 santri putra—dengan komposisi usia yang sama—yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Kali ini, sebanyak 60 tenaga medis dari 6 puskesmas dikerahkan.

Hasil pemeriksaan di lapangan memberi gambaran penting. “Saya melihat pemeriksaan kesehatan tadi hasilnya keseluruhan sehat. Saya tanya dokter apa kasusnya yang ditemukan. Masalah mata jarak pandang penglihatan jauh ada yang bermasalah, kemudian masalah gigi, dan merokok,” ujarnya.

Menko PMK pun tak melewatkan kesempatan untuk mengingatkan pentingnya gaya hidup sehat. Ia menyoroti kebiasaan merokok yang masih ditemukan di kalangan santri. “Uang yang digunakan untuk membeli rokok seharusnya bisa dibuat untuk beli dan masak telur, bukan untuk rokok,” katanya dengan nada mengingatkan.

Para santri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengikuti program Pemerikasaan Kesehatan Gratis di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Ahad pagi (13/7/2025)

Di sela kegiatan, Menko PMK menyerahkan bantuan berupa alat olahraga dari Kemenpora, serta Al-Qur’an, kitab, dan peralatan belajar dari Kementerian Agama. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan program ini.

“Terima kasih kepada pemda, puskesmas, Kemenkes, dan seluruh jajaran forkopimda yang telah membantu. Terima kasih juga kepada Baznas dan kementerian terkait yang sudah berpartisipasi dalam program ini,” ucapnya.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini merupakan bagian dari target nasional untuk menjangkau sekitar 53,8 juta anak usia sekolah di lebih dari 300 ribu satuan pendidikan, termasuk pesantren. Pelaksanaan di Kediri menjadi bagian dari tahap awal dan uji coba untuk pemeriksaan usia dewasa di lingkungan pondok pesantren. Skala nasional program ini dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi, serta jajaran Forkopimda dan pengasuh pondok pesantren. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni