Feature

Pengajian Daerah Ungkap Kemajuan PDM Kabupaten Malang

40
×

Pengajian Daerah Ungkap Kemajuan PDM Kabupaten Malang

Sebarkan artikel ini
Pengajian Ahad Pagi Muhammadiyah tidak hanya dakwah lewat mimbar, tapi juga melalui inovasi, usaha, dan silaturahmi untuk mencerdaskan dan kemajuan bangsa.
Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. M. Nurul Humaidi, kiri, menyerahkan bingkisan kepada penerima di Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Ahad 28/9/2025. (Tagar.co/Nurul Hidayah)

Pengajian Daerah Muhammadiyah tidak hanya dakwah lewat mimbar, tapi juga melalui inovasi, usaha, dan silaturahmi untuk mencerdaskan dan kemajuan bangsa.

Tagar.co – Ribuan warga Muhammadiyah tumpah ruah di Kampus 2 ITN Singosari, Ahad (28/9/2025) pagi.

Mereka mengikuti Pengajian Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Acara yang digelar rutin dua bulan sekali ini menjadi ajang silaturahmi, penguatan ideologi, sekaligus ruang inspirasi bagi kader dan simpatisan.

Acara diawali dengan tilawah, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Sang Surya, serta Mars Aisyiyah yang dipandu paduan suara SMK Muhammadiyah 3 Singosari.

Ketua PCM Singosari, Ahmad Syaifudin, S.H., M.Hum, menyampaikan laporan perkembangan aset persyarikatan di daerahnya.

”Tanah Persyarikatan Muhammadiyah di Cabang Singosari ada kurang lebih 21 bidang dan insyaallah sudah tersertifikat atas nama persyarikatan. Sebagian telah ditempati untuk amal usaha dan masjid, meski ada dua bidang yang belum termanfaatkan,” jelasnya.

PCM Singosari juga sedang merintis panti asuhan putri yang direncanakan berjalan berdampingan dengan Muhammadiyah Children Center (MCC) Perharsia.

Baca Juga:  Tiga Syukur yang Jarang Diucapkan Manusia

Ahmad Syaifudin mengajak hadirin menjaga kebersihan lokasi acara sebagai ciri khas Muhammadiyah.

“Mari setelah pengajian ini kita tinggalkan tempat ini seperti semula, bersih tidak ada sampah. Dan itulah ciri khas Muhammadiyah,” ujarnya.

Membangun Jembatan

Sementara Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. M. Nurul Humaidi, M.Ag., menyampaikan, Muhammadiyah harus tampil sebagai gerakan pencerahan yang inklusif.

“Saya selalu menekankan, bermuhammadiyah jangan membangun tembok, tetapi perbanyaklah membangun jembatan agar kita terus bisa berkomunikasi dengan siapapun,” ujarnya.

Humaidi menegaskan, sekolah Muhammadiyah sejak awal bersifat terbuka. Bahkan di luar Jawa, banyak siswa Muhammadiyah berasal dari kalangan non-muslim. Hal ini, menurutnya, adalah bentuk nyata keterbukaan Muhammadiyah.

Selain pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah Kabupaten Malang kini merambah usaha ekonomi produktif.

Humaidi menyebut sebagai bagian dari semangat The Black Swan. Maknanya terobosan yang awalnya dianggap aneh, justru memberi kekuatan baru bagi persyarikatan.

Lantas dia menjelaskan program amal usaha ekonomi meliputi

PT Sinar Dirgantara Perkasa (SDP), perusahaan milik warga Muhammadiyah yang kini memberi kontribusi rutin ke kas PDM.

Baca Juga:  Rayakan Milad dengan Aksi Sosial, PPM MBS Yogyakarta Himpun 187 Pendonor Darah

Usaha pengelolaan susu sapi di Pandesari, Kecamatan Pujon, yang diharapkan menjadi pilar ekonomi baru Muhammadiyah.

Distribusi air minum kemasan Q-mas, hasil kerja sama dengan PDM Kota Malang, yang dipasarkan lewat cabang dan ranting.

Dia juga melaporkan pembentukan komunitas Bikersmu, wadah silaturahmi pengendara motor warga Muhammadiyah sebagai bentuk dakwah kultural.

Di acara itu, PDM memberikan penghargaan kepada investor PT SDP dari kalangan kader sebagai apresiasi atas dukungan warga dalam memperkuat ekonomi persyarikatan.

“Ini perusahaan milik warga Muhammadiyah. Investornya adalah warga Muhammadiyah sendiri. PDM bahkan mendapat saham 15 persen tanpa harus membayar. Inilah bukti gotong royong ekonomi persyarikatan,” ungkap Nurul Humaidi.

Penyerahan SK PCA

Acara juga dimeriahkan dengan penyerahan SK Pimpinan Cabang Aisyiyah Sumbermanjing Wetan, pengukuhan Tarbiyatul Mar’ah Aisyiyah (TMA), serta penyerahan bantuan Lazismu Kabupaten Malang kepada sejumlah ranting.

Tak ketinggalan, kotak infak diedarkan oleh para siswa Muhammadiyah untuk mendukung pembangunan lantai dua Masjid Ad-Dakwah Singosari.

Pengajian daerah ini membuktikan bahwa Muhammadiyah bukan hanya forum kajian agama, melainkan juga ruang konsolidasi gerakan, wadah silaturahmi lintas generasi, dan motor inovasi sosial-ekonomi.

Baca Juga:  Dari Dau, Muhammadiyah Sampaikan Tahniah Harlah Ke-100 NU

Ketua PDM Kabupaten Malang Nurul Humaidi mengatakan, bermuhammadiyah itu harus bergembira.

”Kita bergerak tidak hanya lewat mimbar, tapi juga lewat inovasi, usaha, dan silaturahmi. Semuanya demi memperluas dakwah dan membangun bangsa,” tuturnya. (#)

Jurnalis Nurul Hidayah  Penyunting Sugeng Purwanto