
Sekolah dan madrasah yang jumlah muridnya kurang dari 100 anak dibantu menyusun strategi penerimaan siswa baru.
Tagar.co – Pendampingan sekolah berlangsung di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Jumat (25/4/2025).
Acara Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah ini bertempat di Pusat Dakwah Muhammadiyah Kota Pasuruan. Hadir pendamping Dr Mas’ad Fachir dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Hadir pada pembukaan anggota PDM, Majelis Dikdasmen PDM, Mudir SPEAM, kepala sekolah/madrasah, wakasek, dan Ketua Tim SPMB (Sistem Penerimaan Siswa Baru).
Mas’ad Fachir menjelaskan, acara ini pelaksanaan Edaran Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Nomer: 56/I.4/F/2025 mengenai pelaksanaan kegiatan pendampingan penjaminan mutu pendidikan.
”Pendampingan ini dilakukan untuk mendongkrak perolehan murid baru melalui strategi sukses SPMB,” kata Mas’ad Fachir yang guru SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.
Arah pendampingan sekolah ini, sambung dia, ditujukan ke sekolah/madrasah dengan kondisi kurang baik khususnya yang jumlah muridnya kurang dari 100 anak.
Dia menjelaskan, menurut Dapodikmu (Data Pokok Pendidikan Muhammadiyah) Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah tahun 2024, dari 5.346 sekolah/madrasah Muhammadiyah ada 2.022 atau 32 persen jumlah muridnya kurang dari 100 anak.
Muhammadiyah Kota Pasuruan menjadi sasaran pendampingan yang memiliki lima sekolah dan madrasah jumlah muridnya di bawah 100 anak. Mulai SD, MI, SMP, SMA, dan SMK.
Kegiatan pendampingan sekolah selama satu hari meliputi penyampaian materi oleh pendamping, pendataan khusus, dan kunjungan lembaga.
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Pasuruan Mokhamad Fatoni menyampaikan, telah berupaya meningkatkan jumlah murid sekolah/madrasah dengan beberapa ikhtiar untuk meningkatkan jumlah murid.
Ikhtiar itu, kata dia, seperti mewajibkan kepala sekolah/madrasah ikut Diksuspala, melakukan psikotes terhadap calon kepala sekolah/madrasah yang bekerja sama dengan perguruan tinggi Muhammadiyah, memagangkan kepala sekolah ke sekolah Muhammadiyah unggul.
”Majelis Dikdasmen bersama sekolah/madrasah membahas tentang branding lembaga yang diperkenalkan pada masyarakat, studi banding ke sekolah unggul, bekerja sama dengan majelis lainnya melakukan pembinaan,” kata Mokhamad Fatoni.
Ditambahkan, di internal Dikdasmen membentuk tim yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan kesuksesan SPMB.
Wakil Ketua PDM Kota Pasuruan, M. Amin, menyarankan, pendampingan ini perlu dilakukan tidak hanya ke kepala sekolah/madrasah tapi juga ke guru TK, murid, kurikulum dan sarana prasarana.
Kegiatan lainnya pendataan khusus terhadap data yang sudah dikirim oleh masing-masing sekolah Muhammadiyah yang melibatkan kepala sekolah/madrasah, wakil kepala dan Tim SPMB.
Setelah itu kunjungan ke sekolah Muhammadiyah Kota Pasuruan yang muridnya tidak sampai 100 anak. Kemudian membuat strategi dan target melaksanakan SPMB tahun ajaran baru.
Penyunting Sugeng Purwanto












