Feature

Pemyemprot Antinyamuk dari Serai Wangi, Inovasi Mahasiswa KKN Umla di Desa Selorejo

33
×

Pemyemprot Antinyamuk dari Serai Wangi, Inovasi Mahasiswa KKN Umla di Desa Selorejo

Sebarkan artikel ini
Peserta mengangkat poster Hidup Sehat dnegan Toga (Tagar.co/Istimewa)

Mahasiswa KKN Umla Kelompok 08 mengajak ibu-ibu PKK Desa Selorejo berkreasi membuat spray anti nyamuk berbahan serai wangi. Kegiatan penuh antusias ini sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan.

Tagar.co — Di Balai Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, deretan ibu-ibu PKK dan kader kesehatan tampak bersemangat mengikuti praktik membuat spray alias penyemprot antinyamuk dari serai wangi.

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (10/8/2025) ini digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) Kelompok 08.

Keakraban dan semangat peserta semakin terlihat ketika mereka duduk lesehan beralaskan tikar, sebagian besar mengenakan busana bernuansa merah putih menyambut bulan kemerdekaan.

Baca juga: Komik Interaktif untuk ABK: Inovasi Dosen Umla Ajarkan Hidup Bersih dari Rumah

Ketua KKN Kelompok 08, Imam Ahmad Fadhil, menjelaskan bahwa serai wangi (Cymbopogon citratus) memiliki kandungan senyawa aktif seperti sitronelal, geraniol, dan sitronelol yang berfungsi sebagai penolak alami nyamuk.

“Demonstrasi ini bertujuan mengedukasi warga tentang pemanfaatan bahan alami yang aman, sekaligus mendorong kreativitas warga untuk mengembangkannya menjadi peluang usaha,” ujarnya.

Antusiasme warga pun nyata. Ketua PKK Desa Selorejo, Bidan Anjar, Amd. Keb., mengaku senang dengan pengetahuan baru ini. “Ternyata serai yang ada di kebun bisa diolah menjadi spray anti nyamuk yang aman dan efektif,” katanya.

Sementara itu, Kader Kesehatan Desa, Sri Wahyuni, menambahkan, “Demonstrasi ini sangat bermanfaat, apalagi saat musim hujan nyamuk banyak. Insyaallah akan kami praktikkan di rumah.”

Acara berlangsung interaktif, dimulai dengan pemaparan materi tentang tanaman obat keluarga (toga), dilanjutkan sesi tanya jawab, dan ditutup dengan praktik langsung membuat spray anti nyamuk.

Dia berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Umla berharap warga Selorejo semakin terampil memanfaatkan potensi lokal, tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga sebagai peluang usaha yang bisa menopang kesejahteraan keluarga.

Di akhir sesi, para ibu dengan wajah penuh senyum mengangkat lembar leaflet bertuliskan “Hidup Sehat dengan Toga” sebagai bukti keseriusan mereka menyimak materi. Balon dan hiasan merah putih yang menghiasi dinding balai desa menambah semarak suasana. (#)

Jurnalis Naza Rahma Fajriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni