
Para mujahidah Aisyiyah Sidoarjo tetap konsisten menjalankan roda organisasi meski sedang berpuasa, mulai dari penanganan stunting, santunan anak yatim, hingga rencana perjalanan dakwah lintas negara di November.
Tagar.co — Matahari sore pada Sabtu, 7 Maret 2026, mulai meredup di ufuk barat Sidoarjo. Namun, di dalam ruang TK Aisyiyah 5 Pucang, suasana justru menghangat. Puluhan perempuan tangguh yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidoarjo berkumpul. Mereka tengah menyusun strategi dakwah dalam Rapat Pleno bulanan.
Meski tubuh sedang menahan lapar dan dahaga di bulan suci Ramadan, para kader Aisyiyah ini tetap menunjukkan energi luar biasa. Sebagai sahibul bait, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Pucang menyambut hangat jajaran Pimpinan Harian, perwakilan dari 20 ranting, serta utusan dari sembilan majelis dan lembaga.
Acara mereka buka dengan syahdu. Suara jernih Ara, siswi kelas III SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, mengalun melantunkan ayat suci Al-Qur’an secara hafalan. Gadis kecil yang merupakan cucu tokoh Muhammadiyah, Ustaz Daud Ismail ini, seolah memberikan asupan nutrisi spiritual bagi para hadirin sebelum memulai bahasan organisasi yang cukup padat.
Ketua PCA Sidoarjo, Haryanti Estuningdyah, membuka sambutan dengan nada bangga. Ia mengapresiasi kreativitas ranting-ranting yang tetap “hidup” selama Ramadan.
“Beragam kegiatan sosial kita gelar, mulai dari rihlah untuk anak yatim dan dhuafa, pasar murah, garage sale, pembagian takjil, hingga bakti sosial untuk janda kurang mampu,” ujar Haryanti dengan penuh semangat.
Baca Juga: Wisata Religi PRA Suko Bersama Anak Yatim

Merajut Kesejahteraan dan Rencana Lintas Negara
Memasuki agenda inti, laporan demi laporan mengalir. Majelis PAUDDasmen membawa kabar gembira mengenai rencana pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan paket sembako untuk para pejuang pendidikan di enam TK Aisyiyah, dua PAUD, serta pengasuh daycare. Di sisi lain, Majelis Kader secara simbolis membagikan Kartu Tanda Anggota (KTA) baru bagi para kader yang telah resmi bergabung.
Isu kesehatan pun tak luput dari pembahasan. Majelis Kesehatan melaporkan progres penanganan stunting dan pengembangan Rumah Gizi, sebuah langkah nyata Aisyiyah dalam mencetak generasi masa depan yang sehat. Sementara itu, Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) menginformasikan kebijakan baru.
“Tahun ini setoran dana bakti sosial dari ranting ke cabang kami tiadakan. Kami sedang mencari alternatif sumber pendanaan lain agar kegiatan bakti sosial saat pengajian cabang tetap bisa berjalan maksimal,” lapor perwakilan MKS.
Menjelang senja, Sekretaris PCA Sidoarjo, Henny Ratmawati, memberikan kejutan melalui paparan program unggulan bertajuk Aisyiyah Journey. Program ini perjalanan rihlah ke Singapura dan Malaysia yang rencananya akan terlaksana pada November mendatang.
“Selain mengunjungi destinasi wisata, rombongan juga akan bersilaturahmi dengan PCIM dan PCIA Malaysia untuk mempererat ukhuwah internasional,” jelas Henny.
Rapat berakhir tepat sebelum Magrib tiba. Setelah doa penutup yang dipimpin oleh Ida, para perempuan Aisyiyah ini bergegas pulang dengan senyum puas. Mereka kembali ke rumah masing-masing untuk menyajikan hidangan berbuka bagi keluarga, membawa semangat dakwah yang tetap menyala meski di tengah bulan Ramadan yang penuh tantangan. (#)
Jurnalis Haryanti Estuningdyah Penyunting Sayyidah Nuriyah






